Yuk, Rutin Periksa Payudara Sendiri Sebulan Sekali

Yuk, Rutin Periksa Payudara Sendiri Sebulan Sekali

KOMPAS.com – Periksa Payudara Sendiri ( SADARI) adalah langkah penting yang perlu dilakukan secara rutin untuk mengetahui kelainan pada payudara, termasuk mengenali kanker payudara agar bisa dicegah sejak dini.

Meski sepele, namun masih banyak perempuan yang belum mempraktikannya secara rutin, atau bahkan tidak pernah sama sekali. Pemeriksaan payudara dapat dimulai sejak 12 tahun dan dilakukan setiap bulan.

Koordinator program mobil Mammografi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), dr. Hardina Sabrida, MARS menjelaskan, pemeriksaan dilakukan satu kali setiap bulannya karena adanya hubungan dengan hormon estrogen perempuan.

Perabaan payudara dilakukan di saat kadar estrogen menurun di hari ketujuh hingga 10, dihitung dari hari pertama haid.

“Saat itu adalah paling baik melakukan SADARI, di mana pada saat itu payudara kita tidak kencang, sehingga tidak sakit bila diraba,” ungkapnya kepada Kompas.com.

Bagi perempuan yang sudah menopause, SADARI bisa dilakukan setiap tanggal tertentu yang mudah diingat, misalnya setiap tanggal satu atau tanggal kelahiran.

Beberapa tahapan melakukan SADARI, antara lain:

  1. Berdiri di depan cermin dan angkat tangan Saat melakukan langkah ini, pastikan bahu lulur sejajar. Setelah itu, letakan tangan pada pinggang. Cermati kedua payudara apakah simetris atau tidak, adakah perubahan bentuk atau warna, pembengkakan dan atau perubahan pada puting. Kelainan yang mungkin ditemukan adalah benjolan, kerutan, posisi puting tidak normal, struktur kulit, atau kemerahan.
  2. Angkat kedua lengan di belakang kepala dan dorong siku ke depan Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan pada payudara. Payudara yang normal, keduanya akan terangkat secara bersamaan.
  3. Gunakan ujung jari dan tekan secara perlahan permukaan payudara Rasakan apakah ada benjolan pada payudara atau tidak. Raba setiap permukaan payudara dengan beberapa pola, seperti melingkar, kanan ke kiri, atas ke bawah, tengah ke samping atau hingga ketiak.
  4. Peras puting dengan perlahan Amati apakah ada cairan yang keluar atau tidak. Cairan yang keluar biasanya berwarna putih, kuning atau darah. Hal tersebut menunjukan payudara yang tidak normal.
  5. Bungkukan badan dan lihat pada depan cermin Amati dan raba apakah ada perubahan tertentu pada payudara Anda atau tidak.
  6. Periksa payudara dengan keadaan berbaring Beri bantalan pada sisi payudara yang akan diperiksa. Letakan tangan pada belakang kepala. Setelah itu, gunakan ujung jari untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan pemeriksaan secara menyeluruh, bila menemukan salah satu dari gejala yang disebutkan di atas, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

“Pastikan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Payudara dibagi empat kuadran, semuanya harus diperiksa. Ini dilakukan setiap bulan, paling nggak 7-15 hari dari hari haid,” ucapnya.

Keadaan yang perlu diwaspadai Setelah melakukan SADARI, kamu mungkin sudah bisa mengenali apakah ada yang berbeda dari payudaramu. Beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian, antara lain: Teraba benjolan. Penebalan kulit. Perubahan ukuran dan bentuk payudara. Pengerutan kulit. Keluar cairan dari puting susu. Nyeri. Pembengkakan lengan atas, dan Teraba benjolan di ketiak atau di leher.

Jika ditemukan kelainan-kelainan seperti di atas atau terasa ada perubahan dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, maka periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nantinya, dokter akan menentukan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak.

“Prinsipnya, dalam keadaan normal tidak ada benjolan di area tersebut,” kata dr. Hardina.

Penyintas Kanker Payudara Peduli kanker payudara

Seperti diketahui, Oktober adalah bulan kesadaran terhadap kanker payudara. Berkaitan dengan itu, pada Oktober 2020, merek botol air minum Corkcicle mendukung YKPI lewat program donasi 5 persen dari hasil penjualan selama bulan Oktober terhadap produk berwarna Rose Quartz, yang dikaitkan dengan simbol peringatan Kanker Payudara, yakni Pita Pink.

Produk Rose Quartz sendiri terdiri dari beberapa varian, seperti Stemless 12 oz Classic Rose Quartz, Canteen 9oz Classic Rose Quartz, Tumbler 16oz Classic Rose Quartz, dan Canteen 16oz Classic Rose Quartz. Dalam program ini Corkcicle bersama dengan YKPI juga mengingatkan pentingnya mengenali kanker payudara Indonesia lewat SADARI.

 

Sumber: Kompas.com

Share this post