YKPI Imbau Masyarakat Tak Takut Lakukan Pemeriksaan Payudara

YKPI Imbau Masyarakat Tak Takut Lakukan Pemeriksaan Payudara

Jakarta, Jurnas.com – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) tak henti-hentinya menyuarakan kepada masyarakat melakukan deteksi kanker sejak dini, sehingga diharapkan menekan angka kanker di Indonesia.

Hal itu disampaikan ketua sekaligus pendiri YKPI, dalam acara sosialisasi deteksi dini kanker payudara oleh dr Martha dari RSK Dharmais dan pemeriksaan gratis mammografi dalam rangka Hari Perempuan Dunia dan Ulang tahun Istri Presiden Republik Indonesia ke-4 almarhum Abdurrahman Wahid, Sabtu (09/03) di Ciganjur, Jakarta.

“Deteksi dini itu sangat penting. Karena jika semakin cepat kanker diketahui, maka peluang untuk sembuh juga semakin tinggi,” kata Linda.

Untuk itu, Linda menyerukan agar masyarakat, khususnya perempuan-perempuan tak takut melakukan pemeriksaan dini terkait kanker payudara karena fatal akibatnya jika tak dideteksi secara cepat.

“Saya berharap kepada ibu-ibu agar tak takut untuk melakukan pemeriksaan dini (Mammografi). Terus jangan takut akan hasilnya, karena semua itu harus dihadapi dengan berani,” kata Linda.

Untuk menguatkan masyarakat, Linda menceritakan pengalamannya yang pernah menderita kanker, namun karena keberanian dan perjuangannya melawan kanker, ia pun berhasil keluar dalam situasi tersebut.

“Tak usah takut, saya juga dulu pernah didiagnosa kanker payudara, namun saya memberanikan diri dan saya bersyukur mampu keluar dari situasi itu. Dan saya yakin ibu-ibu juga bisa menghadapinya,” tambahnya.

Senada dengan Linda, Shinta Nuriyah Wahid mengajak kalangan perempuan untuk selalu menjaga kesehatan karena perempuan dituntut untuk selalu sehat dalam menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu.

“Peranan perempuan sangat penting dalam kehidupan. Untuk itu perempuan harus selalu sehat, dan jika merasa ada sakit segera berobat,” tutur Shinta.

Menurut Shinta, kegiatan Mammografi merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan ulang tahunnya.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu diselenggarakan, dan tahun ini sudah yang ke delapan kalinya diselenggarakan,” tambahnya.

Sementara salah seorang peserta yang mengikuti acara tersebut, Wasmi, merasa sangat senang dengan adanya pemeriksaan tersebut.

Meski awalnya takut, ia mengaku kesadarannya akan bahaya kanker payudara mulai meningkat, sehingga lebih peduli dan kesehatan payudara sejak mengikuti kegiatan tersebut.

“Awalnya takut sih tapi udah kesini-kesini bahkan ini yang kedelapan kalinya sudah mulai merasa baik. Pelajarannya paling dikasih tau cara memeriksa sendiri (Sedari) itu. Buat Ibu-ibu baik kok,” kata Wasih.

Selain Wasih, Neneng yang juga merupakan peserta merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin. Menurutnya, masyarakat sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan itu, apalagi tanpa dipungut biaya sepersen pun.

“Iya dengan adanya agenda rutin ini, masyarakat jadi bisa Papsmear karena kan kalau ke dokter biaya mahal,” katanya.

Ia berharap perempuan-perempuan Indonesia terdorong untuk melakukan pemeriksaan dini, sehingga mampu menekan angka kanker di tanah air.

“Saya berharap perempuan-perempuan jangan sampai kena kanker dengan melakukan pemeriksaan dini,” harapnya.

Share this post