Tips Teknik Pendampingan Pasien Kanker

Tips Teknik Pendampingan Pasien Kanker

Jakarta, Jurnas.com – Psikolog Nelly Hursepunny S.Psi mengatakan, menjadi seorang pendamping pasien kanker harus memiliki kemampuan untuk memahami perasaan atau permasalahan yang dihadapi oleh si pasien. Pasalnya, dengan mampu memahami kondisi pasien, pendamping akan mengetahui hal yang harus dilakukan untuk membantu mereka.

“Pendampingan adalah satu situasi dimana setiap orang perlu secara terus menerus dan sistematis menfasilitasi berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh pasien maupun keluarga atau pun komunitasnya,” ujar Nelly dalam acara pelatihan pendamping kanker yang diselenggarakan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), 26-28 Juli 2019 di LSPR Jakarta.

Nelly menjelaskan ada tiga teknik pendampingan yang harus dimiliki oleh seorang pendamping. Pertama, mereka harus menjadi seorang good listener (pendengar yang baik), mendengarkan setiap permasalahan yang diceritakan si pasien.

“Karena pasti akan banyak sekali kisah permasalahan yang tengah dihadapi pasien ingin diceritakan pada pendampingnya,” ungkap Nelly.

Kedua, pendamping harus memiliki rasa empati agar mampu memahami apa yang dirasakan si pasien, seolah-olah pendamping merasakan hal yang sama dengan mereka.

“Pasien kanker umumnya akan mengalami stress, gelisah, kesedihan bahkan depresi. Oleh karena itu, mereka butuh sikap empati dari pendamping. Empati artinya pendamping berusaha mengerti dan merasakan apa yang dialaminya,” tuturnya.

Ketiga, pendamping harus memiliki teknik komunikasi yang tepat dan benar saat berinteraksi dengan pasien.

“Artinya, seorang pendamping lebih banyak menyampaikan hal yang dibutuhkan oleh pasien bukan berbicara tentang kondisi penyakit si pasien,” katanya.

lebih lanjut Nelly menjelaskan, pendamping yang baik tidak akan menempatkan dirinya menjadi seorang penasehat medis. Untuk itu, pendamping tidak boleh memberikan saran medis kepada pasien.

“Kalau memang pasien menanyakannya, pendamping harus bilang tidak tahu dan mengarahkan pasien untuk menanyakan langsung ke dokternya,” tegas Nelly.

Selain itu, kata Nelly lagi, sangatlah penting bagi pendamping dalam menjaga kerahasiaan pasien. Pendamping dilarang mengekspos keterangan yang diberikan si pasien, apalagi sampai diviralkan melalui media sosial, baik dalam bentuk foto maupun video. Bagaimana, apakah Anda sudah siap menjadi pendamping pasien kanker?

Share this post