Tips Aman Berakvitas di Luar Rumah di tengah Covid-19

Tips Aman Berakvitas di Luar Rumah di tengah Covid-19

Jakarta, YKPI – Ketua Komunitas Relawan Emergency Kesehatan Indonesia (KREKI) Dr. dr. Supriantoro Sp. P MARS mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan saat berakvitas di luar rumah, guna mengurangi potensi tertular Covid-19.

Lulusan FK UGM yang akrab disapa dr Pri itu menyebut terdapat sejumlah tips yang harus diperhatikan, yakni: Pertama, membuka masker dengan benar serta tidak menggantungnya di leher, karena dinilai justru rentan menyebabkan penularan.

“Jangan menggantung masker di leher, karena bagian luar masker akan menghadap ke wajah. Dan saat minum, pegang masker agar bagian dalam tetap menghadap ke wajah,” terang dr Pri dalam webinar ‘Bagaimana Perjalanan Covid-19 dalam Tubuh Kita?’ yang dilaksanakan oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pada Jumat (28/8), dan diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta se-Indonesia.

“Saat makan, jika masker masih bersih, buka dan letakkan masker dengan posisi bagian dalam menghadap ke atas di dalam kotak tertutup,” sambung dokter yang juga dewan Pembina YKPI itu mengingatkan.

Selanjutnya ialah wajib mencuci tangan sebelum makan dan minum. Begitu pula untuk aktivitas makan dan minum, sebaiknya membawa alat makan minum dan spons cuci pribadi.

“Sebelum minum, lap tombol dan ujung kran dispenser dengan alkohol 70 persen, biarkan satu menit lalu bisa digunakan,” terang dr Pri lagi.

Kemudian dr Pri menyarankan masyarakat untuk menggunakan alat minum bertutup. Dan makan dilakukan secara bergiliran, dengan tetap menjaga jarak. “Lebih aman membawa bekal dari rumah,” paparnya.

Hal lain yang harus diperhatikan ialah, menghindari makan berhadapan dengan orang terdekat, serta tidak saling berbicara ketika sedang makan.

“Dan pakai masker kembali setelah makan,” ujar dr Pri lagi.

Terkait kewajiban pemakaian masker, dr Pri menjelaskan bahwa masker merupakan pengaman yang ampuh untuk mencegah tertular Covid-19 yang berasal dari droplet.

Dikatakan dr Pri, orang terinfeksi akan mengeluarkan 3.000 droplet besar dengan kecepatan 80 km/jam ketika sedang batuk.

“Begitu juga ketika bersin mengeluarkan 30.000 droplet lebih kecil dan berterbangan. Kecepatannya sampai 200-300 km/jam,” ujar dr Pri.

“Sedangkan dalam satu kali batuk atau bersih, itu bisa mengandung jutaan partikel virus. Begitu juga ketika bernapas, berbicara, berteriak, atau bernyanyi yang mengeluarkan puluhan sampai ribuan partikel virus,” kata dokter yang pernah mengambil spesialis paru di FKUI tersebut .

Pemakaian masker saja tidak cukup, lanjut dr Pri. Agar tetap aman, masyarakat harus memperhatikan jarak fisik (physical distancing) sejauh 1,8 meter (6 feet) saat berinteraksi.

“Ketika sama-sama memakai masker tapi tidak memperhatikan jarak aman, masih ada risiko penularan sebesar 1,5 persen. Dan ketika sudah mempraktikkan jarak aman, maka risiko penularan 0 persen,” tandas dr Pri.

 

Sumber: Jurnas.com 

Share this post