Tak Hanya Temani Berobat Istri, Rizal Ikut Membotaki Kepalanya

Tak Hanya Temani Berobat Istri, Rizal Ikut Membotaki Kepalanya

Suami atau anak adalah pendukung utama para penyintas kanker payudara melewati serangkaian pengobatan yang menyakitkan dan melelahkan. Dari merekalah semangat untuk melawan kanker selalu membara. Seperti yang dilakukan Rizal, suami dari penyintas payudara Petra, yang hingga kini masih terus berjuang melawan penyakitnya.

Rizal ketika ditemui Jurnas.com menjadi salah satu pemberi testimoni menemani istrinya pada acara Para Penyintas Kanker Payudara Se- Indonesia beberapa waktu lalu, mengatakan dirinya seperti merasakan sakit yang dirasakan istrinya. “Terkadang saya ingin memindahkan penyakit istri saya ke tubuh saya, kalau melihat dia sudah tidak kuat,” kata Rizal melirik mesra sang istrik.

Bahkan, saat istrinya harus membotaki kepalanya, Rizal pun tak sungkan untuk menjadikan kepalanya plontos. “Jadi kita pernah sama-sama botak, biar dia merasa ada temanya dan istri saya jadi makin semangat melakukan kemo,” kenang Rizal diamini Petra.

Dukungan suami yang tak ada habisnya ditambah semangat dari teman-teman dan dokter ditambahkan Petra menjadi pegangan hidupnya untuk tetap kuat dan ikhlas. Ini diawali saat Petra didiagnosis kanker pada 2011. “Rasanya saat itu dunia seperti runtuh, tapi berkat suami, saya bisa menjalani hidup normal seperti biasa meski kanker menyerang bagian tubuh saya yang lain,” cerita Petra.

Rizal menambahkan istrinya harus menjalani radiasi sebanyak 30 kali dan mastektomi selama sembilan kali. Ia pun tak pernah absen mendampingi istrinya dari awal istrinya divonis kanker hingga saat ini yang masih terus menjalani terapi medis.

“Sejujurnya saya sangat tidak tega tapi juga kagum melihat perjuangan istri saya berobat selama tiga tahun melawan kanker payudaranya.  Lalu tiba-tiba dia mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, dan ternyata sel kanker sudah menyerang sampai paru-paru. Saya tetap temani dia melanjutkan kemo hingga dinyatakan bersih,” lanjut Rizal seraya menambahkan kanker juga telah menyerang sel indung telur istrinya.

Rizal mengimbau siapapun tak boleh menyepelekan gejala kanker sekecil apapun dan percaya pada pengobatan medis bukan alternatif. Ia pun percaya, dukungan keluarga sekecil apapun akan menjadi obat mujarab selain obat-obatan medis.

Rupanya perjuangan Rizal mendampingi istrinya masih harus diuji lagi. Sel kanker yang menyerang tubuh istrinya tumbuh lagi dan masih harus terus berobat. Meski dokter telah menyatakan tubuh istrinya bersih dari sel kanker, Rizal mengatakan dirinya harus siap untuk semua kemungkinan. Kendati begitu, hingga kapankun Rizal telah berkomitmen untuk mendampingi istrinya sampai sembuh total. “Saya sangat bersyukur karena istri saya menghadapi semuanya dengan ikhlas, happy dan semangat. I love you gendut,” katanya sambil mengecup kening sang istri.

Share this post