Tag - temu penyintas

Penderita Kanker Payudara Perlu Mendapat Motivasi

JurnalNusantara.com – Untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia dan dihadiri sekitar 450 penyintas dengan tema `Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!`, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10/2018).

“Kegiatan ini diisi dengan sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi. Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” ujar Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah sekitar 98 persen.

Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain. Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium empat.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, gak enak banget kalau sudsah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun. “Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” lirih Fitri.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi seraya mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, dimana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Read more...

Penyintas Kanker Payudara di Lereng Muria Dipertemukan Ribuan Teman Senasib

Semarang (Muria News) – Puluhan penyintas kanker payudara di wilayah lereng Gunung Muria dipertemukan dengan ribuan sesama penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia di Jakarta.

Puluhan orang ini berasal dari Kudus, Jepara dan Demak. Mereka diberangkatkan oleh Komunitas Sahabat Lestari yang diinisiasi Lestari Moerdijat.

Sebanyak 25 penyintas kanker ini mengikuti even Temu Penyintas Kanker Payudara Se-Indonesia ke III yang berlangsung selama dua hari, yakni mulai Jumat-Sabtu (26-27/10/2018). Mereka ditemani artis Eddies Adelia sebagai duta Sahabat Lestari.

”Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kami untuk turut terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara yang juga pernah diderita mereka,” kata Lestari Moerdijat.

Selain mengikuti temu penyintas kanker, rombongan juga diajak untuk berkeliling ke beberapa lokasi wisata di Jakarta.

Salah satu penyintas kanker payudara asal Kudus, Shanty mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Ia bisa berbagi cerita dengan orang-orang yang mempunyai perjuangan yang sama dalam melawan kanker payudara.

“Kami bisa bertemu dengan orang-orang yang senasib sepenanggungan dan mengidap penyakit yang sama dengan kami yang berasal dari seluruh Indonesia,” katanya.

Even temu penyintas kanker payudara ini diikuti ribuan orang dari berbagai dari seluruh Indonesia. Acara ini diadakan sebagai ajang pertemuan penyintas kanker payudara sekaligus sebagai sarana edukasi agar semakin banyak orang yang sadar risiko penyakit yang paling banyak membunuh kaum perempuan ini.

Read more...

Rombongan Sahabat Lestari Ikuti Temu Penyintas Kanker Payudara se Indonesia

Semarang (Jateng Pos) – Sebanyak 25 orang anggota rombongan melalui Sahabat Lestari, bertolak ke Jakarta untuk mengikuti Temu Penyintas Kanker Payudara Se-Indonesia ke-III yang digelar di Hotel Kartika Chandra Jakarta.

Rombongan yang diberangkatkan oleh Hj Lestari Moerdijat melalui Sahabat Lestari berasal dari Kabupaten Kudus, Jepara dan Demak.

“Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian Hj Lestari Moerdijat untuk turut terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara yang juga pernah dideritanya,” ujar salah seorang anggota Sahabat Lestari, Shanty.

Selama dua hari , 26-27 Oktober 2018 mereka akan ditemani duta Sahabat Lestari, Eddies Adelia. Selain menghadiri acara utama berupa temu penyintas kanker, rombongan juga diajak untuk berkeliling ke beberapa lokasi wisata di Jakarta.

“Kami sangat senang sekali mengikuti temu penyintas kanker ini, karena disini kami bisa bertemu dengan orang-orang yang senasib sepenanggungan dan mengidap penyakit yang sama dengan kami yang berasal dari seluruh Indonesia. Selain itu kami berterima kasih kepada Ibu Lestari Moerdijat dan Sahabat Lestari yang telah memfasilitasi semua kebutuhan kami dalam acara ini”, ujar Bu Shanty, seorang penyintas kanker payudara dari Kabupaten Kudus.

Adapun Temu Penyintas Kanker Payudara Se-Indonesia ke-III ini rencananya akan dihadiri oleh ribuan peserta yang berasal dari Indonesia.

Penyelenggaraan acara ini diadakan sebagai ajang pertemuan penyintas kanker payudara sekaligus sebagai sarana edukasi agar semakin banyak orang yang sadar akan resiko kanker payudara dan menumbuhkan harapan baru bagi penyintasnya.

Read more...

Komunitas Penyintas Kanker Payudara Se-Indonesia Bertemu di Jakarta

Kudus (ISKNEWS) – Komunitas penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta, 26-27 Oktober 2018. Mereka menghadiri temu penyintas kanker payudara se-Indonesia ke III, yang digelar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Penyintas kanker payudara adalah para penderita yang tetap bersemangat menjalani hidup dan melawan kanker payudara. Salah satu komunitas yang berangkat ke Jakarta berasal dari Kudus, Jepara dan Demak. Sebanyak 25 orang dari tiga kabupaten tersebut diberangkatkan Lestari Moerdijat melalui Sahabat Lestari.

Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian Lestari Moerdijat, untuk turut terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara yang juga pernah dideritanya. Selama di Jakarta penyintas dari Kudus, Jepara dan Demak ditemani duta Sahabat Lestari, Eddies Adelia.

Selain menghadiri acara utama berupa temu penyintas kanker, rombongan juga diajak untuk berkeliling ke beberapa lokasi wisata di Jakarta. Salah seorang peserta rombongan dari Kudus Shanty mengatakan, dia sangat senang sekali mengikuti acara temu sesama penderita kanker payudara.

Shanty merasa mendapat semangat baru karena dapat bertemu dengan orang-orang yang senasib sepenanggungan dan mengidap penyakit yang sama dari seluruh Indonesia. “Kami mengapresiasi kegiatan ini dan semoga dari kegiatan ini semakin banyak yang sadar resiko kanker payudara,” tuturnya.

Temu penyintas kanker payudaea se-Indonesia dibadiri ribuan peserta. Penyelenggaraan acara ini diadakan sebagai ajang pertemuan penyintas kanker payudara, sekaligus sebagai sarana edukasi agar semakin banyak orang yang sadar akan resiko kanker payudara dan menumbuhkan harapan baru bagi penyintasnya.

Read more...

Sahabat Lestari Fasilitasi Komunitas Penyintas Kanker Payudara Ke Jakarta

Jepara (RMOLJateng) – Korwil NasDem Jateng dan DIY Hj. Lestari Moerdijat melalui Sahabat Lestari memfasilitasi pemberangkatan rombongan penyintas Kanker Payudara ke Jakarta dalam rangka menghadiri “Temu Penyintas  Kanker Payudara” se-Indonesia III yang digelar di Hotel Kartika Chandra Jakarta. Sebanyak 25 orang anggota rombongan yang berangkat, berasal dari Kabupaten Kudus, Jepara dan Demak.

Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian Hj. Lestari Moerdijat untuk turut terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara yang juga pernah dideritanya.

Selama 2 hari (26-27 Oktober 2018) mereka akan ditemani duta Sahabat Lestari, Eddies Adelia. Selain menghadiri acara utama berupa temu penyintas kanker, rombongan juga diajak untuk berkeliling ke beberapa lokasi wisata di Jakarta.

“Kami sangat senang sekali mengikuti temu penyintas kanker ini, karena disini kami bisa bertemu dengan orang-orang yang senasib sepenanggungan dan mengidap penyakit yang sama dengan kami yang berasal dari seluruh Indonesia. Selain itu kami berterima kasih kepada Ibu Lestari Moerdijat dan Sahabat Lestari yang telah memfasilitasi semua kebutuhan kami dalam acara ini,” ujar Bu Shanty, seorang penyintas kanker payudara dari Kabupaten Kudus.

Temu Penyintas Kanker Payudara se Indonesia III akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Penyelenggaraan acara ini diadakan sebagai ajang pertemuan penyintas kanker payudara sekaligus sebagai sarana edukasi agar semakin banyak orang yang sadar akan resiko kanker payudara dan menumbuhkan harapan baru bagi penyintasnya.

Read more...

Lestari Moerdijat Berangkatkan Puluhan Penyintas Kanker Payudara ke Jakarta

JEPARA (Jepara Hari Ini) – Sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian Hj. Lestari Moerdijat untuk turut terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara yang pernah dideritanya, pihaknya melalui Sahabat Lestari memberangkatkan rombongan penyintas Kanker Payudara ke Jakarta. Itu dalam rangka mengikuti Temu Penyintas Kanker Payudara Se-Indonesia ke-III yang akan dihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kegiatan itu diselenggarakan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, 26 – 27 Oktober 2018. Sebanyak 25 orang berasal dari Kabupaten Jepara, Kudus dan Demak bertolak ke Jakarta dengan didampingi duta Sahabat Lestari, Eddies Adelia.

”Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi agar semakin banyak orang yang sadar akan resiko kanker payudara dan menumbuhkan harapan baru bagi penyintasnya. Tak hanya itu rombongan juga diajak untuk berkeliling ke beberapa lokasi wisata di Jakarta,” Ungkap Adelia.

Sementara itu, salah seorang penyintas Kanker dari Kudus Shanty, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Karena ia bisa bertemu dengan orang-orang yang senasib sepenanggungan dan mengidap penyakit yang sama yang berasal dari seluruh Indonesia.

”Kami berterima kasih kepada Ibu Lestari Moerdijat dan Sahabat Lestari yang telah memfasilitasi semua kebutuhan kami dalam acara ini, semoga bisa bermanfaat bagi kami,” ujar Shanty.

Read more...

YKPI Gelar Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara

Jakarta (Medcom) – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan temu penyintas kanker payudara se-Indonesia bertema ‘Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara-Kamu Bisa, Kita Bisa!’. 450 penyintas menghadiri acara tahunam yang sudah jalan ketiga kalinya ini.

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan kegiatan ini perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara. Melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas.

“Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker paydara dan limfadena oleh dr Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi,” kata Linda di pembukaan Temu Penyintas Kanker Payudara, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Pendiri YKPI ini melanjutkan bahwa kepedulian dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup sekitar 98 persen.

Sementara itu, dari data Globacan 2018 angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi sekitar 42,1 persen.

“Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ucap Linda.

Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah. Melalui program YKPI upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544 di mana 1.565 orang di antaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” kata Linda.

Read more...

Temu Penyintas Kanker Payudara, Ajang Saling Memotivasi Lalui Masa Sulit Pengobatan

Jakarta (MNC Trijaya) – Untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan Temu Penyintas KankerPayudara se Indonesia. Acara tahunan kali ini akan dihadirisekitar 450 penyintas dengan tema “Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!”, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10).

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa – masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas. “Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi. Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” lanjut Linda antusias.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup  yang lebih lama adalah sekitar 98 %.

Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain. Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium 4. “Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, gak enak banget kalau sudsah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun. “Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” lirih Fitri.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling Anchortinggi(sekitar 42,1 %). “Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 % sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi seraya mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melaluiSADARI dan SADANIS.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi. “Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, dimana  1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terangLinda.

YKPI juga menjalankan program pelatihan pendampingan pasien kanker payudara dan mendirikan rumah singgah di Jl. Anggrek Nely Murni No. A38, Slipi Jakarta, untuk membantu meringankan beban para penderita kanker payudara selama melakukan pengobatan di Jakarta.

Read more...

Temu Penyintas Kanker Payudara, Linda Gumelar: Ajang Saling Memotivasi

Jakarta (Lampung Media Online)  – Untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan Temu Penyintas Kanker Payudara se Indonesia. Acara tahunan kali ini akan dihadiri sekitar 450 penyintas dengan tema `Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!`, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10).

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas.

“Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi. Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” lanjut Linda antusias.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup  yang lebih lama adalah sekitar 98 persen.

Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain. Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium empat.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, gak enak banget kalau sudsah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun. “Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” lirih Fitri.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi seraya mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki  ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, dimana  1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Read more...

YKPI Gelar Temu Penyintas Kanker Payudara

JAKARTA (Suara Karya) – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali menggelar temu penyintas (survivor) kanker payudara se-Indonesia. Acara yang dihadiri sekitar 450 penyintas itu dilakukan untuk berbagi motivasi dan semangat agar kuat dalam menjalani pengobatan dan kehidupan.

“Pertemuan kali ini menghadirkan motivator ternama dari Singapura, James Gwee dan dokter Walta Gautama dari Rumah Sakit Kanker Dharmais,” kata Pendiri sekaligus Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar disela acara pertemuan di Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Linda menjelaskan, pertemuan bertema “Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!” perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit saat pengobatan dan membangun kualitas hidup para penyintas.

“Meski dinyatakan berhasil dalam pengobatan, banyak pasien kanker payudara menjalani kehidupan dengan depresi. Apalagi jika payudara yang terkena kanker itu harus dibuang. Padahal payudara itu menunjukkan sisi perempuannya,” ujar Linda.

Karena itu, lanjut Linda, pertemuan dengan penyintas menjadi penting agar para penderita yang sedang menjalani pengobatan saat ini termotivasi untuk sembuh. Dan bagi penyintas dapat menjalani kehidupannya dengan bahagia.

Linda yang juga penyitas kanker payudara itu menilai pentingnya kepedulian masyarakat terhadap para penyintas kanker payudara. Hal itu untuk menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Karena, jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, maka harapan hidup mencapai 98 persen.

“Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain,” ujarnya.

Hal itu dituturkan Yesa (38) asal Jakarta. Kini ia tengah berjuang melawan kanker payudara stadium 4. “Ayo lakukan teknik SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku,” ucap Yesa yang pekan lalu menjalani operasi pengangkatan.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun, ia merasakan ada benjolan di payudaranya. Keinginan memberi ASI pada anaknya, ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun. “Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” kata Fitri.

Merujuk pada data Globacan 2018, Linda menambahkan, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia paling tinggi, yakni sekitar 42,1 persen. Angka kematian akibat kanker payudara pun cukup tinggi di Indonesia.

“Hal ini terjadi karena mereka baru ke dokter dengan penyakit sudah dalam keadaan stadium lanjut,” ujar Linda.

Linda menjelaskan, kanker payudara sebenarnya tak hanya menyerang kaum perempuan, tetapi juga laki-laki. Pengobatan bagi mereka pun tak murah.

Karena itu, lanjut Linda, YKPI gencar melakukan kampanye pencegahan dini kanker payudara ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerja sama RS Kanker Dharmais untuk menekan biaya operasional yang tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami melakukan pemeriksaan mammografi kepada 10.544 perempuan, yang mana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” ujar Linda.

YKPI juga menjalankan program pelatihan pendampingan pasien kanker payudara dan mendirikan rumah singgah di Jalamln Anggrek Nely Murni No A38, Slipi Jakarta. Rumah singgah itu untuk membantu meringankan beban para penderita kanker payudara selama melakukan pengobatan di Jakarta.

Read more...