Sempat Acuhkan Benjolan, Derma Derita Kanker Payudara Ganas

Sempat Acuhkan Benjolan, Derma Derita Kanker Payudara Ganas

Jakarta, YKPI – Derma Boru Sagala menyesal tidak pernah melakukan deteksi dini kanker payudara, setelah mengetahui ada benjolan di payudara kanannya dan terasa panas pada pertengahan 2018 tahun lalu.

Dia kira, itu hanya benjolan biasa. Tapi lama-lama kelamaan benjolan tersebut terasa mengganggu, dan kerap kembali ketika sedang menstruasi.

“Lalu setelah bulan ke-8 saya konsultasi kepada adik-adik, kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit. Saya dibiopsi oleh dokter, dan bulan ke-9 keluar PA-nya, ternyata mengarah ke kanker ganas,” ungkap Derma.

Derma lemas. Dia tidak menyangka dihinggapi oleh penyakit mematikan tersebut. Apalagi, perempuan asal Curug, Rejanglebong, Bengkulu itu masih memiliki dua orang anak.

“Dunia saya runtuh, dan saya tidak bisa cerita ke anak-anak saya. Saya merasa dengan timbulnya penyakit ini, saya telah dikutuk Tuhan,” kata dia.

Di tengah keputusasaan tersebut, Derma bertemu Ester, temannya yang juga mengidap kanker payudara. Kebetulan, pada akhir 2018 Ester baru pulang dari menjalani pengobatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Ester, kata Derma, saat ini menyemangatinya agar tidak putus asa. Dia diingatkan bahwa kanker payudara bukan kutukan, melainkan sudah ada potensinya di seluruh tubuh manusia.

“Jujur, waktu tante Ester bilang ke Jakarta, justru saya mikir ke dana. Karena tidak ada dana. Tapi tante Ester bilang BPJS nanggung,” ujar Derma.

Di RS Kanker Dharmais, Derma tidak hanya menjalani operasi pengangkatan payudara. Dia juga sempat menjalani operasi pengangkatan indung telur, karena kankernya sudah meresap ke organ reproduksi tersebut.

Hingga akhirnya, pada 18 Oktober 2019 dia diperkenalkan dengan salah seorang teman Ester, yakni Carolina. Dari Carolina lah Derma mengetahui Rumah Singgah Yayasan Kanker Payudara (YKPI) yang berlamat di Jalan Anggrek Neli Murni Nomor A38, Slipi, Jakarta Barat.

“Kami bersyukur sekali, karena biaya dari daerah itu terbatas. Adanya rumah singgah itu adanya harapan untuk lebih ke arah sehat,” ungkap Derma.

Dengan adanya Rumah Singgah YKPI, Derma kini tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk penginapan selama menjalani pengobatan. Apalagi, di Rumah Singgah dia bisa mendapatkan dukungan dan semangat dari para penyintas kanker payudara lainnya.

“Ini juga nyaman, dengan sesama juga saling support, komunikasi, memberi dukungan-dukungan. Ke rumah sakit pun dekat, bisa jalan kaki. Jadi banyak kemudahan yang kami peroleh,” tandas dia.

Share this post