Selamat Jalan, Yesaya

Selamat Jalan, Yesaya

Jakarta, YKPI – Yesaya bukan nama seorang artis, bukan pula pejabat publik. Tapi semangat juang melawan kanker membuat perempuan kelahiran Lampung, 1 Agustus 1980 ini layak mendapatkan perhatian.

Yesaya Fermindi Hohu, begitu nama lengkapnya. Perempuan tangguh mantan pengemudi taksi online itu kini sudah terbaring tenang di balik nisan dan gundukan tanah, semenjak enam tahun lalu divonis menderita kanker payudara stadium 4.

Kala itu, dokter menyebut kanker yang Yesaya alami sudah mengalami metastasis atau penyebaran, hingga ke tulang belakang, rahim, kelenjar getah bening, paru-paru, bahkan otak.

Namun alih-alih menyerah dengan keadaan, Yesaya malah tampil layaknya orang sehat. Dia tak jarang menghibur para penyintas kanker payudara untuk tetap menumbuhkan asa agar sembuh dari penyakit mematikan tersebut.

Bahkan, perempuan murah senyum ini sempat menulis sebuah buku berjudul ‘It’s Me vs Cancer: Diary Kocak Survivor Kanker’, yang berisi pengalaman hidupnya melawan kanker sejak Maret 2014 silam.

Yesaya juga aktif menjadi narasumber di berbagai kegiatan seminar atau program televisi, yang menginspirasi pejuang untuk tetap semangat mengalahkan kanker payudara.

Selain mengabdikan dirinya untuk menjadi penyemangat para penyintas kanker, mendiang Yesaya juga mengisi sela-sela harinya dengan berjualan kacamata dan aksesoris kendaraan bermotor.

Hampir setiap hari ketika tidak sedang menjalani pengobatan, Yesaya memarkir mobilnya di bahu jalan untuk menawarkan kaca mata. Bentuk dan warnanya beragam, mulai dari yang polos hingga kacamata unik dengan bingkai menarik.

Uang hasil berjualan tidak Yesaya nikmati sendiri. Dia memberikan sebagian pendapatannya untuk membantu penyintas kanker yang membutuhkan uluran tangan. Dan semua itu dilakukan untuk satu alasan, menumbuhkan kebahagiaan.

11 September 2020 Yesaya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, setelah berjuang melawan rasa sakit akibat kanker payudara selama enam tahun.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mengatakan Yesaya merupakan sosok luar biasa. Dalam kondisinya, Yesaya tidak pernah mengeluh sedikitpun.

Ditambahkan Linda, sebagai anggota komunitas penyintas kanker payudara YKPI Pita Pink Survivors and Warriors, Yessa dikenal sebagai pribadi sosial dermawan, yang tidak hanya membantu sesama penyintas melainkan juga menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu.

“Tentunya banyak yang merasa kehilangan sosok Yessa karena Yessa adalah pejuang yang luar biasa. Dalam kondisi terburuk pun Yessa tak pernah mengeluh dan terus memberi semangat kepada teman-teman sesama pejuang kanker. Selamat jalan sahabat. Semoga keikhlasanmu dalam membangkitkan semangat para pejuang kanker payudara akan menjadi tambahan amal ibadahmu di hadapan Allah. Perjuanganmu yang tanpa lelah akan terus dikenang,” kata Linda pada Senin (14/9).

 

Sumber: Jurnas.com

Share this post