Rini: Selama Ada Obatnya, Yakinlah Kanker Akan Sembuh

Rini: Selama Ada Obatnya, Yakinlah Kanker Akan Sembuh

Tuhan tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia ciptaanya. Sebesar dan sesering apapun cobaan itu, jika kita mampu melampauinya meski berulang, tugas manusia hanya menjalankanya dengan ikhlas. Inilah yang dilalui Rini (49), penyintas kanker payudara dari Komunitas Srikandi Jakarta.

Betapa tidak, hampir setiap dua tahun sekali sejak 2011, Rini harus melakukan puluhan kali kemoterapi dan radiasi. Padahal dokter sempat memvonisnya sudah sehat dan tubuhnya sudah bersih dari semua sel kanker. “Tapi ya gitu, dicek normal, terus ada lagi. Padahal saya sudah menjalani pola hidup sehat. Saya juga gak tau kenapa ini bisa terjadi. Mungkin cobaan dari Tuhan, ya harus saya lalui dengan sabar,” lirih perempuan berhijab saat ditemui Jurnas.com di acara Temu Penyintas Kanker Payudara yang diselenggarakan YKPI.

Rini mengawali ceritanya saat menemukan benjoan pada payudaranya di tahun 2011 itu. Tak percaya pada pemeriksaan pertama, ia kemudian mencari second opinion dari dokter lain di rumah sakit lain, hingga akhirnya ia harus pasrah menerima keputusan mengerikan itu.

“Ketika ada benjolan kecil, saya gak percaya kalau itu bahaya. Ditemani suami periksa lagi ke dokter lain. Sampai akhirnya  kata dokter harus operasi karena kanker payudara saya  sudah stadium 2B,” ujarnya. Suaranya berat mengingat betapa sulitnya masa itu karena ia adalah perempuan aktif yang bekerja kantoran. Rini mengaku sangat “down”, sedih dan marah akan nasibnya,

Rini menambahkan setelah operasi itu ia melakukan enam kali kemoterapi dan puluhan kali radiasi. “Lalu saya dinyatakan sehat dan hidup normal lagi. Pokoknya payudara saya bersih, sudah tidak ada kanker lagi,” kata Rini yang memutuskan untuk berpola hidup sehat.

Namun, siapa yang menyangka jika pada 2014, Rini yang kala itu kerap mengalami batuk-batuk hebat  didiagnosis jika sel kankernya sudah menyebar ke paru-paru. Ia pun kembali harus mencium khasnya obat-obatan rumah sakit dengan melakukan kemoterapi dan puluhan radiasi lagi. Selang dua tahun kemudian, tepatnya di 2016,  ia pun mengalami hal sama dan harus kembali dikemoterapi dan radiasi.

“Sekarangpun saya masih harus kemo dan radiasi lagi. Rasanya ingin tidak mempercayai semua ini, tapi ya saya harus menjalani hidup. Saya punya suami dan anak, berusaha normal saja. Bersama-sama mengupayakan agar saya bisa sehat terus demi mereka,” tambah Rini lagi.

Rini bersyukur karena keluarganya begitu mendukungnya untuk sehat. Pun demikian dengan teman-teman di kantornya. Ia sangat yakin selama ada obatnya, penyakit kankernya akan sembuh. “Selama ada obatnya, semangat aja deh. Saya juga masih beraktivitas DAB bekerja. Karena saya punya motivasi tinggi untuk melanjutkan hidup. Saya juga ingin semua perempuan yang bernasib sama jangan menyerah, Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita,” tutupnya.

Share this post