RELAWAN PENDAMPING PASIEN RS KANKER DHARMAIS: SETIAP BERTEMU MENJADI SELALU SERU!

RELAWAN PENDAMPING PASIEN RS KANKER DHARMAIS: SETIAP BERTEMU MENJADI SELALU SERU!

Jakarta, YKPI – Kami ada sepuluh orang alumni Pelatihan Pendamping Pasien Kanker Payudara yang memberikan diri menjadi Relawan Pendamping Pasien RS Kanker Dharmais. Saya Shanty, Ibu Soya, Kak Jane, kak Mona, Kak Onna, Kak Eny, Nova, dek Ian, dek Rani dan Wati. Tadinya ada Lisa, tapi bulan Februari yang lalu, dia sudah dipanggil pulang oleh Sang Pencipta.

Karena kami berasal dari Yayasan Kanker Payudara Indonesia, pihak RS Kanker Dharmais membolehkan kami secara prioritas melayani pendampingan kepada pasien kanker payudara dahulu, baru mendampingi pasien jenis kanker lain. Tetapi, kenyataannya, pasien kanker payudara selalu banyak sehingga sangat jarang kami punya kesempatan mendampingi pasien jenis kanker lain.

Sebelum resmi bertugas sebagai relawan pendamping pasien RS Kanker Dharmais, kami diberi pelatihan dahulu oleh bagian pelayanan medik. Materinya lebih kepada manajemen pasien di rawat jalan dan rawat inap. Pelatihan ini sangat membantu dalam mengenali seluk beluk layanan BPJS, juga tata letak unit-unit layanan yang dibutuhkan pasien.

Kami bertugas setiap hari rabu, jam 09.00 – jam 15.00 dan kami membagi diri menjadi dua kelompok. Kelompok pendampingan pasien di rawat jalan dan rawat inap.

Untuk mempermudah layanan, maka yang melayani pendampingan pasien di rawat jalan adalah mereka yang memang berstatus pasien di RS Kanker Dharmais, yaitu Ibu Soya, dek Ian dan Wati. Lainnya lebih suka bertugas di rawat inap. Layaknya pekerja resmi, kami juga diberi kartu tanda pengenal resmi, lengkap dengan ruangan cukup nyaman sebagai ‘kantor’.

Buat kami, mendampingi pasien kanker bukan sesuatu yang mudah. Hampir selalu timbul emosi sebagai dampak psikologis menghadapi berbagai macam kondisi pasien yang pada akhirnya menguras energi.

Oleh karena itu, kami menciptakan satu kegiatan menyenangkan yang selalu menjadi acara yang ditunggu-tunggu, yaitu acara makan siang bersama. Masing-masing kami membawa makanan dari rumah kemudian digelar di meja bundar lalu menikmatinya bersama sambil mendiskusikan permasalahan yang dihadapi atau bercerita tentang apa saja hingga tertawa terbahak-bahak. Setiap bertemu menjadi selalu seru!

(ditulis oleh dr Maria Shanty)

Share this post