Rahasia Onna Tetap Aktif Meski Idap Kanker Payudara

Rahasia Onna Tetap Aktif Meski Idap Kanker Payudara

Jakarta, YKPI – Februari menjadi bulan yang tak terlupakan untuk Onna Rawung. Empat tahun lalu, tepatnya pertengahan Februari 2016, dokter memvonisnya terkena kanker payudara.

Onna sempat merutuki dirinya sendiri. Betapa tidak, perempuan tersebut tidak pernah abai dengan kesehatan payudaranya. Termasuk selalu melakukan operasi setiap kali menemukan benjolan.

“Tahun 2006 melakukan operasi tumor jinak. Tahun 2012 ada lagi tumor jinak, diangkat lagi tumornya. Jadi setiap ada benjolan langsung diangkat,” tutur Onna saat dihubungi Jurnas.com.

Pada November 2015, benjolan yang sama muncul lagi di payudaranya. Namun kali ini benjolan tersebut menetap. Berbeda dari pengalaman Onna sebelumnya. Padahal kala itu dia sedang bersiap menghadapi perayaan Natal.

Akhirnya pada Februari 2016, Onna kembali memeriksakan diri ke dokter. Dia disarankan melakukan USG, dan hasilnya ternyata ganas.

Tapi seminggu kemudian, Onna kembali melakukan biopsi kedua. Kali ini, hasilnya berbeda. Tumor di payudara Onna dinyatakan jinak. “Ya sudah operasi biasa,” kata Onna.

Setelah operasi, hasilnya pun terlihat solid. Kabar buruk baru muncul setelah hasil tes patologi anatomi (PA) keluar. Tumornya divonis ganas alias kanker payudara.

“Pastinya kaget, diam, ke dokter tapi diam, seminggu gak keramas, keluarga pun enggak ada yang saya kasih tahu selain suami. Seminggu banyak diam,” kenang Onna.

Satu minggu pertama menjadi momok bagi Onna, mengingat dirinya memiliki satu orang anak yang masih SMP. Di sisi lain, dia juga memiliki 250 rekan tim yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Onna pun memutuskan untuk melawan penyakit tersebut. Sebisa mungkin, Onna tampil aktif dan sehat, untuk meyakinkan orang sekitarnya bahwa dirinya sedang baik-baik saja.

“Di kantor pun, saya cuma ngomong ke general manager dan HRD. Ke tim, saya tidak cerita, hanya ke sekretaris saya saja,” ujar Onna.

Untuk menyiasati waktu, Onna biasanya datang ke rumah sakit pukul enam pagi untuk melakukan radiasi, agar mendapat antrian pertama. Dan biasanya jam setengah sembilan dirinya sudah ada di kantor.

“Semua saya buat terkesan tidak ada apa-apa. Iya saya terkena kanker, tapi itu jadi momok cuma satu minggu pertama. Setelah itu saya harus bangkit,” tutur Onna.

“Awal itu memang mandiri banget, saya tidak mau terlihat lemah. Poinnya, ini dijalani dan ini bukan merupakan hal yang harus disesali,” sambung Onna.

Selain menguatkan dirinya sendiri, Onna juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Alih-alih minta dikasihani, Onna justru selalu mengingatkan keluarganya agar tetap menjaga pola hidup sehat, dan rutin melakukan deteksi dini.

“Kanker itu bukan akhir segalanya, tapi suatu awal untuk kita bangkit. Ini sesuatu yang bisa kita lawan dalam arti semua akan baik-baik saja kalau kita melakukan treatmen dengan baik dan terkontrol,” tutup Onna.

Share this post