Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Pendamping Pasien Kanker YKPI

Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Pendamping Pasien Kanker YKPI

Jakarta, Jurnas.com – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerjasama dengan PT TUV Rheinland Indonesia dan London School of Public Relation (LPSR) menyelenggarakan pelatihan pendamping pasien angkatan kelima bersertifikat Internasional pada 26-28 Juli 2019, yang terselenggara di LSPR Jakarta.

Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 70 peserta terdiri Penyintas Kanker Payudara, Relawan YKPI, Organisasi Masyarakat, Masyarakat Umum serta Tenaga Kesehatan dari puksesmas dan rumah sakit.

Pelatihan yang dibuka oleh Linda Amalia Sari Gumelar selaku Ketua YKPI diwarnai dengan antusias para peserta mulai dari kalangan ibu-ibu, hingga beberapa peserta muda yang baru lulus kuliah. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini terasa spesial lantaran ada dua peserta dari kalangan pria.

Linda Gumelar berharap dengan adanya pelatihan tersebut, dapat dijadikan sebagai ajang untuk melatih para peserta menjadi tenaga relawan dan tenaga medis yang memiliki kemampuan membangun hubungan dan mendukung pasien kanker payudara dalam mengatasi penyakitnya.

“Kami berharap agar relawan yang lulus dalam pelatihan ini nantinya sadar akan peran dan tanggung jawabnya sebagai relawan pendukung, dapat membangun hubungan dan berkemampuan dalam berkomunikasi dengan pasien, sehingga dapat berkomunikasi secara efektif, mengerti dampak emosional dari kanker payudara dan dapat memberikan pendapat strategis yang positif dalam mengatasi penyakitnya,” kata Linda.

Selain itu, Linda juga berpesan agar para relawan dapat membantu para pasien walau hanya dengan pendampingan tanpa melihat dimana dan siapa yang terserang kanker. Pasalnya, kegiatan pendampingan menurut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II, adalah suatu keharusan yang menjadi tanggung jawab para relawan.

“Yang paling penting pendampingan itu tidak harus di rumah sakit, jadi dimana pun ibu berada, bertemu dengan siapa pun yang mempunyai masalah dengan kanker atau kanker payudara ibu bisa mendampingi secara baik,” ujar Linda.

Nantinya, lanjut Linda, para peserta akan terdaftar dalam TUV Rheinland sebagai relawan pendamping, pasien resmi, bahkan tercatat secara online. “Melalui TUV Rheinland, nama-nama ibu akan terdaftar secara internasional. Kita ada disitu jadi kalau orang liat kita melakukan pendampingan, orang bisa percaya karena kita ada disitu,” lanjutnya.

Dalam pelatihan tersebut diisi dengan beberapa materi diantaranya: pengetahuan dasar kanker payudara, diagnosa dan terapi, dampak emosional akibat kanker payudara dan sensivitas budaya, teknik konseling pasien kanker payudara, serta membangun hubungan dan kemampuan berkomunikasi.

Sementara itu, Mila salah seorang peserta mengaku mendapat banyak pengalaman serta pengetahuan baru saat mengikuti pelatihan tersebut. Menurut Mila, selain nara sumber yang kompeten dalam memberikan materi, pelatihan tersebut juga membuatnya bertemu dengan orang-orang baru, sehingga bisa saling berbagi semangat untuk menjadi relawan pendamping.

“Banyak sekali hal-hal yang saya dapat dari sini selain dari nara sumber yang sangat kompeten dan bagus sekali dalam memberikan ilmu-ilmu yang sangat luar biasa yang sama sekali belum pernah saya dapat,” kata peserta perwakilan dari rumah sakit Dharmais.

“Dengan adanya acara ini saya merasa senang karena ini pengalaman baru saya berada disini bertemu dengan teman-teman yang luar biasa hebatnya juga. Ke depannya dengan selesainya acara ini Insya Allah akan berpartisipasi dalam kegiatan relawan penyintas kanker,” tambahnya.

Senada dengan Mila, Fatmawati yang juga merupakan peserta asal Kendari mengatakan, pelatihan yang digelar YKPI memberinya banyak ilmu serta meningkatkan motivasi dalam diri untuk aktif di masyarakat melakukan pendampingan dan memberikan edukasi terkait kanker, khususnya kanker payudara.

“Dengan adanya pelatihan ini, maka kami termotivasi untuk tetap bergabung dengan masyarakat, memotivasi mereka untuk tetap jaga diri, peduli untuk kesehatannya khususnya untuk kanker. Saya harapkan ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi. Atau melanjutkan kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Share this post