Psikolog: Pasien Kanker Butuh Pendengar Bukan Penasehat

Psikolog: Pasien Kanker Butuh Pendengar Bukan Penasehat

Jakarta, Jurnas.com – Pasien kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan secara medis, namun juga perlu penyembuhan secara psikologis. Karenanya, menurut psikolog Cindy Dwi Utami, butuh upaya pendampingan untuk mengatasi gangguan secara psikologis yang dialami setiap pasien.

“Biasanya pasien-pasien dengan penyakit kronis seperti kanker payudara selalu menghadapi tekanan-tekanan mental atau emosi dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi. Untuk itu, perlu adanya pendamping agar si pasien dapat keluar dari tekanan-tekanan tersebut,” ujar Cindy dalam acara pelatihan pendamping pasien kanker yang diselenggarakan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) pada 26-28 Juli 2019 di LSPR Jakarta.

Menurut psikolog dari London School of Public Relation (LSPR) itu, seorang pendamping harus mampu beradaptasi dengan kondisi emosi si pasien. Pasalnya, kondisi emosi setiap pasien berbeda-beda meski tekanan yang dihadapi sama yaitu terjangkit penyakit kronis seperti kanker payudara, sehingga pendamping harus bisa hadir secara fisik maupun emosional di dalam kesadaran pasien.

“Peran pendamping dalam mengdampingi si pasien yang didiagnosis kanker payudara, ya seperti namanya mendampingi artinya secara fisik maupun emosional hadir dan disadari oleh si pasien bahwa ada seseorang yang mendampingi atau menemani dia dalam perjalanannya menghadapi kanker payudara ini,” ujar Cindy.

Selain itu, kata psikolog muda itu, pendamping harus bisa menjadi pendengar yang baik untuk pasien. Karena dengan menjadi pendengar yang baik, seorang pendamping akan mampu belajar dan memahami apa yang dialami si pasien.

“Kemudian yang paling penting adalah mendengar, karena pada dasarnya sebenarnya pendamping bukan penasehat, bukan pemecah masalah, pendamping itu adalah seseorang yang hadir untuk berusaha belajar dan memahami apa yang dialami si pasien,” katanya.

Menurutnya, kesadaran bahwa ada orang yang berusaha mendampingi, menemani, dan berusaha mendengarkan si pasien pada dasarnya menjadi lompatan menuju penyembuhan psikologis pada diri mereka.

Cindy menambahkan, tugas seorang pendamping hanya membantu si pasien untuk menyadari potensi-potensi yang dimiliki di dalam dirinya, sehingga ia mampu mengobati tekanan-tekanan emosi yang menyelimuti tanpa bertumpu pada orang lain.

“Untuk itu, dengan membiarkan si pasien berbicara, merupakan salah satu cara membuat pasien menghadirkan kesadaran bahwa di dalam dirinya memiliki kekuatan untuk menghadapi masalah,” tambahnya.

Share this post