PERABOI & YKPI Ajak Masyarakat Tenggarong Turunkan Angka Kejadian Kanker

PERABOI & YKPI Ajak Masyarakat Tenggarong Turunkan Angka Kejadian Kanker

Seiring dengan meningkatknya angka kejadian kanker di Indonesia, PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) semakin giat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, salah satunya talkshow seputar kanker payudara dan kanker tiroid. Dipandu oleh artis sekaligus komedian kawakan Tukul Arwana, talkshow diselenggarkan di Pendopo Bupati Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu (19/10).

Ketua PERABOI dr Walta Gautama SpB(K)Onk mengatakan sejak disahkan sebagai anak organisasi dari Perhimpunan Dokter spesialis Bedah Indonesia (IKABI) dan anggota dari World Federation of Surgical Oncology Society (WFSOS) pada 1984, PERABOI yang terdiri dari para dokter spesialis bedah se-Indonesia itu telah melakukan pelbagai kegiatan.

“Bukan hanya untuk melestarikan pengembangan ilmu bedah onkologi dengan pertemuan-pertemuan ilmiah saja, melainkan juga turun ke masyarakat hingga ke daerah-daerah terpencil, melakukan bakti sosial atau sosialisasi tentang penyakit kanker, seperti yang dilakukan saat ini di Kabupaten Tenggarong dengan kemasan talkshow,” kata dokter yang praktek di RS Kanker Dharmais tersebut.

Hal ini, tambah dr Walta, dilakukan PERABOI untuk menyikapi kenyataan bahwa kanker telah menjadi penyakit yang  mendapat perhatian dunia. Seluruh negara di dunia ini, dilanjutkan dr Walta, tengah berupaya keras menurunkan angka kejadian kanker stadium lanjut sekaligus menurunkan angka kematian.

“Termasuk kanker payudara yang rata-rata pasiennya datang ke dokter saat stadium lanjut. Faktor inilah sebenarnya yang menyebabkan angka kematian akibat kanker menjadi tinggi. Padahal jika mereka datang ke dokter pada stadium awal kemungkinan dapat disembuhkannya tinggi sekali. Bisa mencapai 98%,” ujar dr Walta lagi.

Melihat kondisi ini, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), menanggapi dengan serius melalui program-program kerjanya. “Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan dan semakin mengusik serta memotivasi kami YKPI untuk semakin bekerja menurunkan angkat kejadian kanker payudara stadium lanjut di Indonesia,” kata Linda Agum Gumelar, Ketua sekaligus pendiri YKPI.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ke beberapa daerah hingga ke pelosok tanah air.

Sejak 2015, YKPI menjadi satu-satunya organisasi nirlaba di Indonesia yang fokus terhadap kanker payudara yang memiliki unit mobil mammografi. Tercatat hingga April 2019  sebanyak 13.214 orang telah melakukan mamografi dengan hasil 1.973 (14,8%) orang diketahui memiliki tumor jinak dan 203 orang  (1,5%) memiliki tumor ganas.

“Mereka yang diduga memiliki tumor langsung dirujuk melakukan pemeriksaan klinis lebih lanjut di rumah sakit, agar kankernya dapat segera tertangani secara klinis dan biaya pengobatannya juga tidak menjadi tinggi,” tambah mantan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kabinet Indonesia Bersatu itu.

Program lain YKPI, lanjut Linda,  adalah pengelolaan Rumah Singgah YKPI bagi pasien BPJS kelas II, di kawasan Anggrek Nelly Murni Slipi, Jakarta Barat,  dan  pelatihan pendamping pasien kanker. Di tingkat Internasional, YKPI aktif sebagai anggota Reach to Recovery International (RRI) dan Union for International Cancer Control (UICC), sebuah organisasi yang mewakili hampir 2.000 organisasi di 170 negara.

“Ke depan, YKPI berencana mewujudkan adanya mobil kemoterapi sebagai upaya jemput bola dengan cara mendatangai pasien rawat jalan yang harus melakukan kemoterapi. Dan, kita juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaran South East Asia Breast Cancer Symphosium bagi sekitar 250 peserta dari seluruh negara di  dari dalam dan luar negeri pada Juli 2020,” pungkas Linda yang juga pernah divonis kanker payudara pada 1996.

Dengan visi menjadi organisasi profesi yang mampu membawa anggotanya menjadi  dokter sub spesialisasi  Bedah Onkologi  terkemuka di Asia, PERABOI dikatakan dr Walta akan terus berperan aktif guna meningkatkan kualitas layanan bidang onkologi dan mengedukasi masyarakat tentang kanker melalui pelbagai kanal media. “Hari ini dimulai dari masyarakat Tenggarong, ayo kenali kanker dan kita berperan aktif menurunkan angka kejadian kanker khususnya kanker stadium lanjut di Indonesia,” pungkas dr Walta diamini Linda Agum.

Share this post