Natal di Balik Atap Rumah Singgah

Natal di Balik Atap Rumah Singgah

Jakarta, YKPI – Empat perempuan berbaris di depan sebuah meja makan kaca. Di atasnya, satu bakul nasi dan semangkuk gulai berwarna oranye yang menggiurkan lidah berdampingan dengan aneka lauk pauk.

Keempat perempuan yang berasal dari Pontianak, Bengkulu, dan Banten itu baru saja pulang dari gereja di bilangan Slipi, Jakarta Barat, seusai merayakan Natal.

“Ada beberapa yang Kristiani dan merayakan Natal di Rumah Singgah,” ungkap pengelola Rumah Singgah YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia), Nani Firmansyah pada Kamis (26/12).

Mengharukan, sudah pasti. Natal yang biasanya dirayakan bersama keluarga besar di kampung halaman, namun tidak bagi keempat perempuan tersebut.

Pengobatan kanker payudara yang sedang dijalani saat ini, mengharuskan mereka bolak-balik Rumah Singgah dan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, guna menjalani perawatan.

“Kebetulan mereka tidak pulang dan saya juga ada waktu luang untuk bisa masak dengan lauk sederhana saja,” tutur Nani.

“Kami makan siang bersama setelah mereka pulang dari gereja,” lanjut dia.

Untuk diketahui, Rumah Singgah YKPI yang beralamat di Jalan Anggrek Neli Murni Nomor A38, Slipi, Jakarta Barat didirikan pada 2 Februari 2017.

Rumah singgah ini memiliki 28 tempat, yang terdiri dari 14 tempat tidur pasien, dan 14 tempat tidur bagi pendamping.

Selain tersedia fasilitas kamar mandi, dapur, dan ruangan tamu keluarga, Rumah Singgah YKPI juga hanya membebankan pasien Rp15.000 per malam untuk biaya kebersihan.

Share this post