Linda Gumelar Dorong Menteri PPPA Terbitkan Permen GSL

Linda Gumelar Dorong Menteri PPPA Terbitkan Permen GSL

Jakarta, YKPI – Linda Agum Gumelar mendorong Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati segera menerbitkan Peraturan Menteri PPPA (PermenPPPA) tentang Gerakan Sayang Lansia (GSL).

Menurut Linda, hal tersebut bertujuan agar gerakan yang diluncurkan pemerintah pada 2018 lalu itu memiliki landasan hukum yang kuat.

“Kami mohon peraturan menterinya diterbitkan agar secara hukum gerakan ini lebih kuat,” kata Menteri PPPA era Kabinet Indonesia Bersatu itu dalam konferensi video ‘Gerakan Sayang Lansia Menuju Lansia Bermartabat’ yang dilaksanakan KemenPPPA dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2020 pada Senin (22/6).

Linda menjelaskan, selain PermenPPPA sebagai legal formal, Gerakan Sayang Lansia juga menuntut komitmen dari tiga kelompok yakni keluarga, lansia, dan lingkungan. Keluarga, lanjut Linda, harus mengubah pola pikir dari sebelumnya menjadikan lansia sebagai objek kini menjadi subjek.

“Keluarga harus bisa memfasilitasi lansia untuk berolahraga, mendeteksi kerentanan lansia, tidak melakukan KDRT baik fisik maupun psikologis, dan menyediakan sarana dan prasarana untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Linda.

Kedua ialah lansia itu sendiri. Linda mendorong para lansia melakukan tujuh hal untuk menjadi lansia berdaya dan aktif. Tujuh hal tersebut meliputi: Berpikir Positif, Optimalisasi Lansia Potensial, Membantu Mencari Solusi, Semangat Mempelajari Hal Baru, Tetap Produktif, Olahraga dan Jaga Kesehatan, dan Tingkatkan Ibadah.

“Mau tidak mau di era new normal ini lansia bisa beraktivitas dengan teknologi. Minimal dia bisa berteknologi melalui ponsel, lansia tidak boleh menyerah belajar teknologi,” ajak Linda.

Adapun ketiga ialah lingkungan. Linda mengatakan, lingkungan yang baik untuk para lansia adalah lingkungan yang tidak diskriminatif, ramah lansia, fasilitas peribatadan terpenuhi, dan melibatkan lansia dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Perlu ada kompromi dalam keadaan seperti ini, supaya lansia tidak terkungkung dengan aturan di rumah saja. Perlu ada kompromi yang baik disesuaikan dengan protkol kesehatan,” tandas Linda.

(Sumber: Jurnas.com)

Share this post