Kematian akibat Kanker Payudara pada 2018 Capai 627 Ribu Orang

Kematian akibat Kanker Payudara pada 2018 Capai 627 Ribu Orang

Denpasar – Linda Agum Gumelar menegaskan kanker payudara merupakan penyakit dengan angka kejadian tinggi, yang berkembang cepat tanpa rasa sakit, dan membutuhkan biaya tinggi untuk pengobatannya.

Bahkan, berdasarkan data dari Badan International untuk Penelitian Kanker, di dunia tercatat sekitar 627.000 orang meninggal karena kanker payudara periode Januari hingga September 2018.

Lebih lanjut, Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Kanker Payudara Indoensia (YKPI) itu menjelaskan kanker payudara merupakan penyakit dengan persentase kasus baru tertinggi, yaitu 42,1 persen, di mana persentase kematian akibat kanker ini mencapai 17 persen. Di Indonesia, penyakit ini juga tinggi angkanya.

“Dari data Globocan 2018, kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 30,9 persen atau sebesar 58.256 dari 188.231 kasus. Ini tinggi sekali,” kata Linda saat menjadi keynote speaker di acara Festival Kampung Berseri Astra (KBA), di Kampus Udayana, Jimbaran Bali, beberapa waktu lalu.

Selain memaparkan tentang program YKPI, Linda yang pernah divonis kanker payudara ini juga berbagi pengalaman inspiratif berjuang melawan kanker, dan ihwal mendirikan yayasanya itu.

Dalam kesempatan sama, para petinggi Astra International dan civitas akademika Universitas Udayana yang hadir dalam acara ini, sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Astra International, terutama dengan melibatkan generasi milenial, masyarakat luas, pemerintah dan juga sektor swasta untuk pembangunan bangsa dan negara.

“Filosifi catur dharma Astra melalui 4 pilarnya sangatlah strategis dan mendasar untuk menjadikan Indonesia lebih maju dan mandiri. Saya bangga sekali akan antusias anak muda, khususnya generasi milenial yang nantinya akan menggantikan kita-kita untuk memimpin negara tercinta ini,” tambah mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu.

Sementara, Environment & Social Responsibility Division Head Astra International, Riza Deliansyah, mengatakan pihaknya telah lama menjalin kerjasama dengan YKPI. Hal ini sejalan dengan filosofi catur dharma Astra yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara melalui empat pilarnya.

“Keempat pilar itu adalah Astra Sehat, Astra Hijau, Astra Kreatif dan Astra Cerdas. Sejak tahun 2013 Astra telah membina 72 KBA yang tersebar di 34 provinsi. Program pembinaan ini merupakan bagian dari SATU Indonesia dan tahun ini kita sudah melakukannya di 4 provinsi, Jawa, NTT, Kalimantan dan ditutup di Provinsi Bali,” terang Riza.

Riza menambahkan alasanya melibatkan kalangan civitas akademika karena selain mahasiswa kelak yang akan memimpin bangsa, hal ini sesuai dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa yang tidak dapat dilakukan sendiri.

Seperti yang digarisbawahi Presiden Direktur PT Astra International , Prijono Sugiarto, melalui video conference yang mendapat antusias mahasiswa. Menurutnya, melalui kegiatan CSR Astra International, keempat pilar di atas akan terintegrasi dengan baik melalui kerjasama pemerintah, komunitas, akademisi dan penggerak masyarakat.

“Harapanya masyarakat luas dapat terinspirasi untuk berkolaborasi berkarya untuk Indonesia. Keinginan Astra, maju bersama untuk bangsa,” ujar Prijono.

Hal senada diungkapkan oleh Linda Gumelar. “Pembangunan bangsa harus dilakukan secara sinergi sesuai dengan 3 pilar pembangunan, yaitu pemerintah, masyarakat dan swasta dalam hal ini Astra. Ini luar biasa sekali. Apalagi dengan pilar Astra Sehat juga mengajak peran serta generasi milenial,” kata Linda lagi.

Sebelum menutup paparannya , Linda kembali mengingatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), berpola hidup sehat, hindari stress, hindari narkoba dan jangan lupa deteksi dini kanker payudara tidak hanya untuk perempuan tetapi juga untuk laki-laki.

“Kalian generasi milenial, berdasarkan studi dari laman womensmarketing, 53 persen dari kalian ini peduli akan kesehatan dan kebugaran. Kalian rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk urusan ini. Jadi hiduplah sehat karena kalian kelak akan memimpin negara ini. Saya juga berharap, kalian menjadi bagian untuk Indonesia bisa bebas kanker payudara stadium lanjut tahun 2030. Jangan lupa lakukan deteksi dini dengan memeriksa payudara sendiri,” tutupnya disambut riuh peserta.

Share this post