HUT ke-74, Persit KCK Gelar Mammografi Gratis

HUT ke-74, Persit KCK Gelar Mammografi Gratis

Jakarta, YKPI – Bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Persatuan Istri Prajurit Kartika Chandra Kirana (Persit KCK) menggelar pemeriksaan mammografi gratis, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 pada Rabu (11/3) lalu.

Ketum Persit KCK, Hetty Andhika Perkasa mengatakan, kegiatan yang berlangsung di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD) Jakarta itu bertujuan untuk mendorong pemeriksaan kanker payudara sejak dini.

“Nanti ketika diperiksa, kalau ada hasil kurang baik jangan berkecil hati, jangan takut. Ini yang datang (periksa) gratis. Kalau ibu periksa ke rumah sakit, mungkin satu orang bisa lebih dari Rp300 ribu,” kata Hetty dalam kesempatan tersebut.

Dia menuturkan bahwa kanker payudara pada umumnya dipicu oleh dua faktor, yakni internal dan eksternal. Faktor internal ialah berdasarkan garis keturunan, di mana seorang anak berisiko terkena kanker payudara dari ibu yang memiliki kanker payudara.

“Kalau eksternal itu soal gaya hidup. Makanya gaya hidup dan pola makan itu harus diubah. Karena internal tidak sampai 40 persen,” terang dia.

Hal senada juga disampaikan oleh spesialis bedah dan onkologi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dr. Agus Sutarman Sp. B (Onk). Menurut dia, membiasakan pola hidup sehat dapat meminimalisasi risiko kanker payudara.

Dia juga menekankan bahwa kanker payudara dapat disembuhkan, manakala diperiksakan ke dokter saat masih stadium awal.

“Lalu kenapa angkanya sangat tinggi? Karena pasien yang datang ke rumah sakit sudah memasuki stadium lanjut,” ujar Agus.

Ketua Umum YKPI Linda Agum Gumelar menjelaskan, guna mengetahui kanker payudara sejak stadium awal, maka perlu dibiasakan untuk mempraktikkan periksa payudara sendiri (Sadari) setiap bulannya.

Selain tanpa biaya, cara ini juga dinilai mudah dan sederhana yakni dengan meraba payudara untuk mengetahui ada atau tidaknya tanda-tanda kanker payudara.

“Tapi jangan dianggap kanker payudara hanya dialami perempuan. Laki-laki juga. Biasanya kalau pada laki-laki lebih ganas,” tandas mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut.

Share this post