Deteksi Dini dan Dukungan Keluarga, Kanker Dapat Disembuhkan

Deteksi Dini dan Dukungan Keluarga, Kanker Dapat Disembuhkan

Peringatan Hari Kanker Sedunia setiap 4 Februari adalah wujud ajakan kepada seluruh masyarakat dunia untuk waspada terhadap kanker. Berdasarkan laporan yang dimuat di jurnal The Lancet, penyakit kanker kini menjadi penyebab kematian terbanyak nomor dua di dunia setelah jantung.

Laporan terbaru yang dirilis International Agency for Research on Cancer WHO memerkirakan ada 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian yang terjadi setiap tahun. Itu artinya setiap menit ada 17 orang di dunia meninggal karena kanker. Hasil laporan ini didapat setelah peneliti menganalisa data dari 185 negara di dunia, dengan melihat lebih dalam pada 36 jenis kanker.

Kondisi ini membuat kanker bakal menjadi penghalang terbesar bagi manusia untuk meningkatkan harapan hidup. Dan, bukan mustahil akan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.

Lantas siapa saja yang rentan terkena kanker? Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2TM) Kemenkes RI, dr Cut Putri Arianie mengatakan, faktor risikonya pun beraneka ragam.Mulai dari aktivitas merokok, jarang berolahraga, obesitas, kecanduan alkohol, infeksi, polusi lingkungan, paparan zat karsinogen, dan radiasi.

“Jadi paling menentukan adalah gaya hidup. Kalau gaya hidupnya tidak baik, maka meski tidak ada faktor keturunan kanker akan datng,” ujar Cut.

Pentingnya Dukungan Keluarga

Dalam penganganan kanker, dukungan keluarga sangat berperan. Semangat dan keyakinan akan sembuh, menjadi ‘obat’ paling mujarab yang berhak diterima pasien.

“Dari sini kami berharap makin terbukan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga sebagai bagian penting kesembuhan pasien kanker, dapat berperan aktif memperfcepat kesembuhan. Upayakan skrining secara teratur supaya kanker terdeteksi dini dan lebih mudah disembuhkan,” kata Cut.

Saat ini, 70 persen pasien kanker datang pada stadium lanjut. Karena itu, hampir 35 persen diantaranya meninggal dalam kurun waktu 2 tahun.

“Tentu saja adengan mengetahui lebih awal keberadaan kanker, maka akan lekas ditangani,” kata Cut lagi.

Share this post