Cek Payudara Sejak Dini Bisa Tingkatkan Angka Harapan Hidup, loh!

Cek Payudara Sejak Dini Bisa Tingkatkan Angka Harapan Hidup, loh!

NOVA.id – Kanker payudara kini semakin banyak menyerang perempuan Indonesia.

Apalagi, penderita kanker payudara umumnya tak menyadari jika mereka sudah terkena kanker.

Itupun diungkapkan oleh Linda Gumelar dari ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 % sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda ditemui di acara “Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!”, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10).

Tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara, yang mereka belum juga menyadarinya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia adalah yang paling tinggi, sekitar 42,1%.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah sekitar 98 %.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, di mana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Oleh karenanya, dirasa penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri, dan sering melakukan pengecekan di rumah, dan di rumah sakit.

Beberapa penyintas dari YKPI juga merasakan penyesalan setelah didiagnosa menderita kanker payudara.

Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium 4.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, enggak enak banget kalau sudah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun.

“Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” ucap Fitri.

Share this post