program kegiatan sebagai media promosi dan eksitensi YKPI terhadap masyarakat, negara dan dunia

RS Mitra Keluarga Bekasi-YKPI Selenggarakan Seminar “Awam Pencegahan dan Penanggulangan Kanker Payudara Pada Wanita dan Pria”

Dalam rangka memperingati bulan Kanker Payudara yang jatuh pada bulan Oktober, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali mengadakan serangkaian acara untuk dapat terus menghimbau kepada seluruh wanita Indonesia agar lebih peduli terhadap bahayanya penyakit kanker payudara. Salah satunya dengan mengadakan seminar bertajuk “Seminar Awam Pencegahan dan Penanggulangan Kanker Payudara pada Wanita dan Pria” yang di selenggarakan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat.

Acara yang diadakan di Kota Patriot ini menghadirkan Dokter Spesialis Bedah Onkologi, Dokter Wimpie Florentinus Panggarbesi sebagai narasumber dan tak lupa Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Gumelar juga turut hadir untuk memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Ibu Linda kembali menghimbau kepada seluruh wanita Indonesia untuk lebih peduli agar terhindar dari penyakit kanker payudara.

“Saya kembali menghimbau kepada seluruh wanita Indonesia khususnya untuk melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) setiap satu bulan sekali setelah selesai haid. Untuk wanita berumur 35 tahun keatas segera lakukan mamografi untuk pendeteksian dini dan yang lebih penting adalah lakukan pola hidup sehat,” tutur Ibu Linda.

Selaku Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Gumelar berharap dengan diadakannya seminar ini dapat meningkatkan kepedulian kaum wanita terhadap bahayanya penyakit kanker payudara.

“Saya sangat berhadap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kepedulian seluruh wanita di Indonesia terhadap bahaya penyakit kanker payudara. Pada kesempatan kali ini juga saya menghimbau, tolong berikan dukungan kepada keluarga, sahabat ataupun orang terdekat kita yang terkena penyakit kanker payudara untuk selalu semangat dan tetap optimis untuk sembuh dari penyakit kanker payudara,” tambah Ibu Linda

Dokter Wimpie Florentinus Panggarbesi yang didaulat menjadi narasumber pada seminar bertajuk “ Pencegahan dan Penanggulangan Kanker Payudara pada Wanita dan Pria” ini menjelaskan penyebab tingginya angka penderita penyakit kanker payudara stadium lanjut di Indonesia. Dokter Spesialis Onkologi kelahiran Palembang 64 tahun silam itu juga menjelaskan mengenai pendeteksian dini penyakit kanker payudara.

“ Di Indonesia kurang lebih seratus delapan puluh ribu hingga dua ratus ribu orang pertahun yang terkena penyakit kanker, namun yang terdiaknosa masih stadium dini lebih sedikit daripada yang terdiagnosa sudah stadium lanjut,” ungkap Dokter Wimpie

“Rata-rata orang Indonesia takut untuk pergi ke dokter dan lebih memilih ke orang pintar, itu salah satu penyebab tingginya penderita kanker stadium lanjut,” tambah Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini kepada para peserta seminar.

Pendeteksian dini yang sangat penting dalam memerangi penyakit kanker payudara stadium lanjut juga dijelaskan oleh Dokter Wimpie. Dokter Spesialis Onkologi yang pernah bertugas di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta ini juga menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan untuk melakukan pendeteksian dini terhadap penyakit kanker payudara.

“ Pendeteksian dini terhadap penyakit kanker payudara dapat dilakukan dengan cara scrining. Scrining yang dipakai untuk kanker payudara adalah mamografi. Mamografi dilakukan untuk wanita yang berusia 35 tahun keatas. Lalu kita juga harus melakukan pola hidup sehat salah satunya menghindari makanan berpengawet. Dan yang paling penting adalah kita harus memeriksa diri sendiri. Untuk pencegahan kanker payudara kita harus melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri),” tutur Dokter Wimpie.

“ Kita juga perlu untuk pergi ke dokter yang terpercaya untuk mengecek kondisi kesehatan kita, ini dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini. Dan jika dianjurkan dokter untuk melakukan operasi segera lakukan operasi, tidak perlu takut karena jika ditunda pasti akan memperparah penyakit yang kita derita. Yang pasti kita harus lakukan deteksi dini untuk mengurangi angka kanker payudara stadium lanjut,” tambahnya.

Selain penjelasan mengenai penyakit kanker payudara, seminar ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta yang ingin mendapatkan edukasi lebih dalam tentang penyakit kanker payudara dan penyakit lainnya melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC)  yang dirancang oleh PT. Kalbe. Ibu Indah selaku perwakilan dari PT. Kalbe menjelaskan apa yang dinamakan KECC dan apa saja yang di dapat oleh para peserta dari program KECC.

“Kalbe memiliki program yang diberi nama Kalbe Ethical Customer Care, kami mempunyai visi menjadi wadah utama bagi konsumen dan keluarganya untuk bisa mendapatkan edukasi. Jadi seandainya bapak dan ibu yang hadir disini ingin mendapatkan edukasi kesehatan, mungkin tentang  kanker atau penyakit lainnya, atau informasi kesehatan lainnya selain kanker nanti kami bisa berikan. Dan misi kami adalah meningkatkan kualitas langsung dengan konsumen melalui kegiatan-kegiatan,” jelas Ibu Indah.

“ Kita juga mengadakan penggalangan dana bagi komunitas yang membutuhkan. Kita support beberapa komunitas diantaranya ada komunitas kanker dan komunitas ginjal. Kita juga bekerja sama dengan instansi dan perusahaan salah satunya dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga,” tambahnya.

Dengan adanya berbagai acara memperingati bulan kanker payudara diharapkan bisa lebih meningkatkan kepedulian seluruh wanita Indonesia terhadap penyakit kanker payudara. Melakukan deteksi dini adalah cara yang paling tepat untuk mengurangi angka penderita kanker payudara stadium lanjut.

 

(INTAN AYUDHIA PRATIWI)

Read more...

Peduli Kanker Payudara dengan Talkshow dan Bagikan 1000 Cup Cake, 1000 Pita Pink

Yayasan Kanker Payudara Indonesia kembali menyuarakan pentingnya pendeteksian dini terhadap kanker payudara. Bekerja sama dengan Podomoro University, Yayasan Kanker Payudara Indonesia menyelenggarakan acara bertajuk “Breast Cancer Awareness Month”  yang digelar di Neo Soho Mall Central Park, Jakarta, Rabu (12/10).

Acara yang digelar bertepatan dengan bulan kanker yang jatuh pada bulan Oktober ini juga dihadiri oleh ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Gumelar. Dalam sambutannya, Ibu Linda menguraikan alasan berdirinya yayasan khusus untuk penderita kanker payudara ini.

“Yayasan Kanker Payudara Indonesia didirikan pada tahun 2003 oleh sekumpulan wanita penderita kanker payudara dan kenapa kami ingin mendirikan yayasan ini karena kami berharap tidak terjadi lagi  kanker payudara stadium lanjut,” ujar Ibu Linda

Pendeteksian kanker payudara sejak dini memang diharuskan khususnya bagi para wanita. Untuk itu, Yayasan Kanker Payudara Indonesia tidak pernah kenal lelah untuk selalu mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh wanita Indonesia untuk aware terhadap penyakit kanker payudara. Kali ini melalui talk show dalam acara “Breast Cancer Awareness Month”, Dr Hardina Sabrida menuturkan bahwa pendeteksian kanker payudara sejak dini sangat penting dilakukan oleh seluruh wanita Indonesia. Cara pendeteksian sejak dini yang dapat dilakukan yaitu dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

“Cara untuk menditeksi dini penyakit kanker payudara adalah bagi para remaja melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri), untuk wanita berusia 35 tahun keatas untuk melakukan mamografi setiap tahun. SADARI sebaiknya dilakukan pada saat mau mandi, dilakukan setiap bulan setelah selesai haid. Kita dapat melakukan SADARI dimulai dari usia 20 tahun,” tutur Dokter Diteksi Dini Kanker Payudara yang bertugas di Rumah Sakit Kanker Dharmais ini.

Tidak hanya menjelaskan tentang SADARI, Dr. Herdina juga menjelaskan bahwa penyakit kanker payudara ini tidak diketahui penyebabnya. Hanya faktor resiko saja yang terlihat sebagai pengaruh dari penyakit yang mematikan ini.

“Sampai saat ini penyebab kanker payudara tidak diketahui. Tetapi ada resiko-resiko yang harus diperhatikan. Kanker payudara tidak tiba-tiba datang, tetapi itu akumulasi dari prilaku pola hidup kita. Salah satu faktor resikonya adalah pola hidup yang tidak benar. Artinya, pola hidup yang tidak benar adalah ketidakseimbangan antara pola fikir,pola makan dan pola hidup,” jelas Dr. Herdina.

Selain Dr. Herdina Sabrida yang memberikan informasi dan materi tentang pendeteksian kanker payudara sejak dini, pada talk show yang dipandu oleh moderator Ibu Ester ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman bagi para survivor. Salah satu survivor YKPI yang membagikan pengalamannya berjuang melawan penyakit kanker payudara adalah Ibu Jane.

Penyakit kanker payudara memang menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita, begitu juga untuk Ibu Jane. Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika penyakit menyeramkan ini bisa tumbuh di dalam tubuhnya. Walaupun sempat terkejut dan tak terima, namun wanita yang terdiagnosa kanker payudara setahun yang lalu ini tetap semangat menjalani serangkaian pengobatan agar bisa kembali sehat.

“Pertama kali saya menerima anugrah dari Tuhan berupa penyakit kanker payudara itu pada tanggal 28 Mei 2015. Itu adalah bad day buat saya, dimana saya diberi tahu oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan,penelitian, USG dan lainnya, bahwa saya positif mengidap kanker payudara. Saat itu saya hanya terdiam lalu menangis. Saya sangat terkejut ketika di diagnosa menderita penyakit ini, karena pola hidup saya sangat sehat. Saya tidak pernah dugem, tidak merokok  dan saya dari dulu setiap jam setengah 6 pagi selalu minum jus, saya juga tidak pernah membeli makanan sembarangan,setiap ke kantor saya pasti membawa makanan dari rumah. Itu yang membuat saya sangat terkejut ketika tahu ada penyakit ini didalam tubuh saya,” cerita Ibu Jane

“Saya yakin dokter adalah kepanjangan tangan dari Tuhan jadi saya berserah karena saya masih mau sembuh. Kalo kita ikhlas melakukannya dan dengan penuh sukacita menjalani serangkaian pengobatan lalu kita berpikiran positif kalau kita bisa sembuh, atas izin Tuhan pasti bisa,” tambahnya.

Ibu Jane juga bercerita bahwa ia sangat beruntung bisa bergabung dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia, karena ia merasa tidak sendiri dalam berjuang melawan penyakit kanker payudara yang menggerogoti tubuhnya.

“Pada saat mulai kemoterapi, saya dikenalkan oleh Lisa sahabat saya ke YKPI. Saya merasa semakin terbuka wawasan saya setelah saya bergabung dengan YKPI, terima kasih Ibu Linda yang telah mendirikan YKPI. Di YKPI saya merasa tidak sendirian, saya merasa punya banyak teman,” tutur Ibu Jane.

Senada dengan Ibu Jane, Wanda Hamidah yang juga hadir sebagai narasumber memberikan himbauan khususnya bagi para wanita untuk lebih waspada terhadap penyakit kanker payudara. Karena tidak hanya wanita yang sudah lanjut usia saja yang bisa terkena penyakit mematikan ini, namun para remaja juga bisa terkena penyakit kanker payudara.

“Kita sebagai wanita harus lebih waspada terhadap penyakit kanker payudara. Karena yang terkena penyakit kanker payudara itu tidak hanya wanita yang sudah lanjut usia tetapi para wanita yang masih muda juga dapat terkena penyakit kanker payudara. Saya yakin dengan pencegahan dini dapat mengurangi jumlah penderita kanker payudara stadium lanjut. Karena kebanyakan ketika saya tanya orang, rata-rata baru mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit kanker payudara saat sudah stadium lanjut,” kata Wanda Hamidah, Duta YKPI.

Selain talk show, acara yang berlangsung di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Barat ini juga membagikan 1000 cup cake dan 1000 pita pink yang diikatkan di jembatan Eco Skywalk Central Park.

Read more...

YKPI Hadir dan Dukung Pink Fun Walk kota Cirebon

Cirebon-YKPI. Tangis haru dr Tresnawaty Sp. B selaku ketua Komunitas Peduli Kesehatan Payudara (PKP) pecah saat diminta memberikan kata sambutan dipanggung terbuka Grage Citi Mall, pasalnya ia tidak menyangka kegiatan Fun Walk Bulan Kanker Payudara Internasional itu dapat berjalan di Kota Cirebon. Apalagi dia begitu bangga dengan kehadiran sang motivator bagi dirinya sehingga terbentuk PKP Cirebon yaitu ibu Linda Agum Gumelar.

“Sebagai dokter bedah di Cirebon, saya banyak menjumpai kaum perempuan di Cirebon yang terdeteksi kanker Payudara stadium lanjut cukup tinggi. Saya termotivasi dengan semangat ibu Linda Agum Gumelar yang tidak bosan-bosan nya berkampanye bahaya- nya Kanker Payudara dan pecegahannya melalui SADARI” ungkap dokter Tresna tentang awal jumpa dengan ketua Yayasan Kanker Payudara.

“Januari 2016, saya mencoba telpon ibu Linda, lalu tak diduga beliau sangat merespon dengan gembira dan antusias, sehingga walau hanya melalui telepon beliau membimbing kami untuk lahir PKP Cirebon” kenangnya. Kini walau belum berbadan hukum, PKP memulai mengikuti langkah-langkah yang dilakukan oleh Ibu Linda Agum Gumelar melalui Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, arisan untuk memberikan pemahaman kepada kaum perempuan khususnya dan meningkatkan kesadaran kepedulian perempuan terhadap pencegahan kanker payudara.

Dan menyambut bulan Kanker Payudara Internationasioanl, PKP memberanikan diri membuat kegiatan kali pertamanya yang terbesar di Cirebon yang bertajuk “Pink Fun Walk, Bersatu Melawan Kanker Payudara”.

“Kegiatan aksi turun ke jalan mengkampanyekan tentang bahaya kanker Payudara dicetuskan hanya 2 bulan dan ternyata banyak pihak yang mendukung kegiatan ini sehingga dapat terlaksana pda 9 Oktober 2016” ujar Dita Hidayani yang ditunjuk sebagai ketua Pelaksana.

Tak disangka bagi pengurus PKP, proposal Pink Fun Walk ini langsung disambut banyak pihak dan sponsor. Salah satunya dari Grage Group. Direktur Utama Grage Group, Bamunas Setiawan Boediman menjelaskan pihaknya berkomitmen selalu mendukung acara-acara yang positif. Pria yang akrab disapa Oki itu juga mengungkap “bahwa momen ini sebagai bentuk kepedulian Grage Group  terhadap keselamatan orang banyak agar bisa terhindar dan terselamatkan dari Penyakit Kanker Payudara”.

Rute jalan santai ini sendiri menempuh jarak sekitar 7 km. Dimulai Start dari depan Grage Mall pada pukul 07.00 dan berakhir di Grage City Mall Cirebon. Sejumlah peserta membawa balon pink dan sejumlah spanduk dan poster yang mengkampanyekan Bulan Kanker Payudara. “Kegiatannya tidak hanya semata jalan santai, juga ada kegiatan misi lainnya dalam mensosialisasikan bahaya kanker bagi kaum wanita. Kanker Payudara merupakan pembunuh nomor satu di Dunia. Karenanya, PKP bekerjasama dengan banyak pihak khususnya Grage Group mengadakan Fun Walk sekaligus mengkampanyekan agar para perempuan dan laki-laki untuk terbiasa SADARI yaitu Periksa Payudara Sendiri secara rutin” tambah dr. Tresna.

“Tiket untuk mengikuti Fun Walk ini terjual ludes, 1600 lembar tidak tersisa, ini menunjukan betapa pedulinya masyarakat Cirebon mendukung bulan kanker Payudara Dunia” teriak Sendy Dede Yusuf yang merupakan istri dari Dede Yusuf. Sendy juga salut atas kinerja panitia yang menyertakan aksi donor darah di Grage City Mall sebagai titik finish Fun Walk.

Kehadiran ibu Linda Agum Gumelar, begitu banyak dinanti di Cirebon. Kehadirannya terasa menyuntik semangat pengurus PKP untuk terus melakukan sosialiasi tentang pentingnya sosialisasi bahaya Kanker Payudara. Untuknya, PKP mendaulat Ketua YKPI tersebut untuk berbicara di panggung untuk melakukan sosialisasi kepada peserta Pink Fun Walk kota Cirebon.

Ibu Linda sendiri berharap kiranya kegiatan di Cirebon yang dilakukan PKP Cirebon dapat berjalan berkesinambungan. “Khusus Pink Fun Walk, usahakan tahun depan diselenggarakan lagi dan lebih besar, lebih banyak lagi pesertanya. Insya Allah saya dan tim YKPI akan hadir kembali di Cirebon” Tuturnya yang disambut riuh gembira peserta Pink Fun Walk Cirebon.

—-

Humas PR & Media YKPI.

Read more...

Kilau Peduli Kanker Payudara Dari Wanda Ponika, hasilkan 2000 mamografi gratis

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali mendapatkan support untuk membantu para wanita penderita kanker payudara. Kali ini support yang luar biasa datang dari Wanda House of Jewels. Wanda Ponika selaku owner dari Wanda House of Jewels menyelenggarakan acara bertajuk “ A Glimmering Care “ yang bertempat di Hotel Grand Hyatt, Rabu (5/10). Wanda mengaku mengadakan acara yang bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia ini sebagai bentuk peduli terhadap para pejuang kanker payudara.

“ Acara ini untuk para sahabat-sahabat dan para wanita Indonesia di luar sana yang sedang berjuang melawan penyakit kanker payudara,” kata Wanda

Acara yang dihadiri oleh Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Gumelar ini juga menampilkan fashion show dari Didiet Maulana dan Yanny Tan yang memperagakan beberapa koleksi dari Wanda House of Jewels . Hasil penjualan koleksi Wanda House of Jewels ini akan didonasikan untuk membantu para wanita penderita kanker payudara melalui Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Tidak hanya itu, dalam sambutannya, Wanda Ponika juga menuturkan akan memberikan mamografi secara gratis kepada 2000 wanita prasejahtera di Jakarta dan sekitarnya.

“Sudah terjual 32 buah produk dari Wanda House of Jewels yang seluruh hasil penjualannya akan didonasikan  kepada Yayasan Kanker Payudara Indonesia dan seluruh dana yang terkumpul akan kami gunakan untuk pendektesian dini kanker payudara dengan cara memberikan mamografi gratis kepada 2000 wanita prasejahtera di Jakarta dan sekitarnya dengan menggunakan unit mobil mamografi,” ungkap Wanda Ponika.

Senada dengan Winda Ponika, Ketua YKPI Ibu Linda Gumelar juga mendedikasikan dirinya untuk membantu seluruh wanita Indonesia yang terkena kanker payudara. Bersama saling jaga dan saling peduli untuk dapat mengurangi jumlah penderita kanker payudara stadium lanjut. Beliau yang dahulu juga menderita kanker payudara, berjanji apabila diberi kesembuhan, beliau akan bekerja untuk membantu para wanita yang terdiagnosa penyakit kanker payudara.

“Saya 20 tahun yang lalu terdiagnosa menginap kanker payudara, tetapi Alhamdulillah hingga sekarang saya masih dapat beraktifitas. Karena saya terdiagnosa terkena kanker payudara dan saya merasakan saat-saat yang tidak nyaman dan sangat berat kemudian penuh dengan tantangan, kesedihan. Saya sudah berjanji bahwa apabila saya diberikan kesembuhan oleh Tuhan, saya akan mendedikasikan diri saya untuk membantu saudara-saudara, sahabat-sahabat  yang terkena kanker payudara. Ini bagian dari janji saya kepada Tuhan karena saya diberikan kesembuhan,” cerita Ibu Linda.

Tidak lupa, Ibu Linda Gumelar juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Wanda Ponika yang sudah bersedia mendukung dan membantu Yayasan Kanker Payudara Indonesia dalam membantu para pejuang kanker payudara dan membantu seluruh wanita Indonesia untuk menditeksi penyakit kanker payudara sejak dini.

“ Dalam kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada Wanda House of Jewels khususnya untuk ibu Wanda Ponika, yang telah bersedia men support Yayasan Kanker Payudara Indonesia. Support yang sangat berharga untuk para pejuang kanker payudara dan untuk para wanita Indonesia agar dapat menditeksi penyakit ini lebih dini. Itu akan mengurangi jumlah penderita kanker payudara stadium lanjut,” ungkap Ibu Linda

Tidak hanya dihadiri ibu Linda Gumelar, acara yang didedikasikan untuk para pejuang kanker payudara  ini juga menghadirkan beberapa artis papan atas Indonesia seperti, Marcell, Ari Wibowo, Daniel Mananta, Cathy Sharon dan Chef Farah Quin. Para artis tersebut menyuarakan kepeduliannya terhadap para pejuang kanker payudara.

“Sosok seorang wanita selalu membawa kehangatan dan kebahagiaan. Untuk itu, kita harus mengingatkan orang-orang terdekat kita untuk melakukan pemeriksaan atau SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sejak dini,” ungkap Ari wibowo

“ Bagi penderita kanker payudara jangan menyerah,” kata Marcell.

“Kalian tidak sendiri dalam menghadapi pertarungan ini, kita akan selalu ada untuk kalian,” tutup Daniel Mananta

Dengan adanya acara ini, diharapkan banyak pihak bisa turut serta berbagi kepedulian terhadap para pejuang kanker payudara di Indonesia agar kilau peduli kanker payudara bisa lebih meluas dan dapat mengurangi jumlah penderita kanker payudara.

(Tim Humas YKPI/Intan & Annidha)

Read more...

YKPI Adakan Temu Penyintas Se-Indonesia

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan temu penyintas kanker payudara se-Indonesia, Sabtu (1/10), menyambut bulan kanker payudara sedunia. Dalam acara yang diadakan di Mercure Convention Center Ancol, acara tersebut turut memecahkan rekor nasional dan dunia dengan jumlah peserta penyintas kanker payudara terbanyak, yaitu sebanyak 700 peserta. Dalam sambutan yang diberikannya, Linda Gumelar selaku ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia mengaku sempat pesimis dengan jumlah peserta yang ditargetkan yaitu sebanyak 400 orang.

“Tahun lalu kami diundang dokter Aryo Djatmiko, Kepala Rumah Sakit Onkologi Surabaya, beliau mengadakan suatu kegiatan di Surabaya yang bisa menghadirkan banyak survivors kanker payudara dan setelah itu kami bertanya apakah kami boleh mengadakan di Jakarta, dan hal itu didukung oleh beliau,” ujar Linda Gumelar

“Dan sejak enam bulan yang lalu kami berusaha untuk bagaimana mengumpulkan teman-teman semua dan kita memberanikan untuk me-launching acara ini. Waktu itu kami bertanya ‘dok 400 atau 300 (peserta) bisa tidak dok?’ dan dokter percaya bisa mencapai 400 peserta dari seluruh Indonesia. Dan ternyata akhirnya kita kewalahan, lebih dari 400 yang hadir dan sekarang mencapai 663 penyintas yang hadir dan kami sempat menutup pendaftaran karena takut membludak,” tambah istri Agum Gumelar dalam sambutannya.

Dalam acara tersebut hadir pula sejumlah publik figur yang menjadi duta YKPI dan turut meramaikan kegiatan, diantaranya Dhini Aminarti, Ririn Dwi Ariyanti, Raline Shah, Taufik Hidayat, dan Rossa yang menghibur penyintas dengan beberapa tembang lagu. Raline yang hari itu harus terbang ke Abu Dhabi menyempatkan bertemu penyintas kanker payudara.

“Sebenarnya fungsi saya disini dan kedatangan saya disini adalah sebagai pemberi semangat saja karena acara ini untuk penyintas kanker payudara se-Indonesia dari YKPI. Sejauh ini saya membantu YKPI untuk menggalang dana dengan mendesain pin untuk dijual dan hasil penjualannya untuk memberikan mamografi gratis untuk perempuan-perempuan di Jabodetabek dan luar Jabodetabek karena tidak semua rumah sakit memiliki mesin mamografi,” ujar Raline yang sudah lima tahun menjadi duta breast cancer awareness.

Ririn dan Dhini yang hadir sebagai duta Pita Pink – YKPI mengutarakan bahwa acara ini bisa menjadi pengingat tidak hanya bagi wanita saja tapi juga para pria agar tetap waspada dan saling peduli untuk menjaga kesehatan.

“Acara ini patut sering diadakan karena mengingat mereka para survivor, mereka butuh sesuatu untuk menghibur diri mereka sendiri selain diri mereka sendiri dan keluarganya karena mereka dapat bertemu survivors lain, bikin mereka lebih happy sehingga mereka bisa melupakan apa yang sedang mereka alami,” kata Dhini Aminarti.

Ririn menambahkan bahwa support mental juga menjadi hal penting yang dapat diberikan kepada para penyintas kanker payudara bahwa penyakit yang mereka alami bukan akhir dari kehidupan mereka. Ia juga melihat persaudaraan dan dukungan sesama penyintas yang tercipta dalam acara dapat menguatkan satu sama lain dalam acara temu penyintas dengan tag line ‘Saling Jaga Saling Peduli’.

“Mereka merasa punya keluarga besar yang mengerti keadaan mereka dengan kekeluargaan yang lebih erat karena mereka satu perjuangan. Mungkin bagi mereka tidak harus berbicara banyak tapi bisa saling mengerti situasi satu sama lain dan yang lebih dikeluarkan disini yaitu support mental itu sendiri.

Atas penyelenggaraan ini, YKPI mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Temu Penyitas Kanker Payudara Terbanyak” yang langsung diberikan oleh pendiri MURI, Jaya Suprana kepada Linda Agum Gumelar selaku ketua YKPI dan Rima Melati selaku Pembina YKPI.

Menurut Linda Agum Gumelar selaku Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia: Kanker Payudara tetap menjadi penyakit yang meresahkan masyarakat, bahkan sudah merambah ke tingkat yang lebih mengkhawatirkan dimana tidak hanya wanita saja yang bisa terkena penyakit ini, tetapi pria juga bisa terkena begitu juga anak usia 15 tahun sudah ada yang terkena. Dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini, kami sebagai mitra pemerintah dalam menyebarkan kepedulian terhadap kanker payudara ini harus semakin aktif merangkul berbagai pihak untuk waspada akan bahaya kanker payudara.

Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan YKPI dalam bulan peduli kanker payudara internasional ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya kesadaran akan bahaya kanker payudara melalui deteksi dini dan juga pentingnya dukungan dari keluarga dan sahabat pasien untuk menghadapi kanker payudara.duta-ykpi-menghibur-penyitaspemberian-rekor-muri

YKPI juga  mempunyai wadah bagi para survivors dan warriors yang bernama PitaPink Survivors dan Warriors (PPSW) untuk mereka bisa saling tukar menukar pengalaman dan saling support.

Untuk mencegah kanker payudara sedini mungkin, YKPI dan para dokter Onkologi kerap melakukan kampanye untuk para perempuan melakukan SADARI, yaitu PERIKSA PAYUDARA SENDIRI yang harus dilakukan oleh setiap perempuan sebulan sekali, karena 80% benjolan di payudara dapat diketahui oleh perempuan tersebut. Salah satu faktor dominan pengendali angka kematian akibat kanker payudara adalah deteksi dini. Benjolan atau keluhan pada payudara harus diwaspadai sebagai gejala kanker payudara dan segera periksakan ke dokter. 1 dari 2 pasien kanker payudara meninggal karena telad ditangani. Sekitar 98% pasien akan bertahan hidup lebih dari lima tahun bila kanker terdeteksi dini dan diobati secara medis.

Kanker Payudara bisa datang kepada perempuan mana saja, bisa perempuan yang masih remaja (telah haid), hingga yang sudah usia lanjut (diatas 70 tahun), perempuan yang menikah dan punya anak, bisa juga pada perempuan yang tidak menikah dan juga bisa laki-laki.

Read more...

Jalan Kaki Bersama Survival Untuk Rayakan 13 Tahun YKPI

Jakarta – Kaos dan aksesoris berwarna pink tidak seperti biasanya banyak bertebaran di area lingkar Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu 20 Agustus 2016. Pasalnya sejumlah pengurus Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Relawan dan Penyintas kanker payudara Pitapink hadir disana untuk merayakan ulangtahunnya yang ke 13 dengan sederhana.

Salah satu pengurus YKPI, Dewi Dimas mengatakan “Kami berkumpul di Senayan untuk lebih mendekatkan diri antara pengurus, relawan dan survival pitapink sekaligus berolahraga untuk menjaga kesehatan bersama”. Dari aksi ini sekitar lebih dari 60 orang berpakaian pink ikut mengelilingi lingkar stadion sesuai dengan kemampuan fisik masing-masing. “Bersama kegiatan ini juga hadir komunitas Batavia Bike Club (BBC) yang selama ini senantiasa mendukung semua program YKPI” tambah Dewi  Dimas selaku pengurus di Bidang Pengabdian Masyarakat.

Seraya tidak menyia-nyiakan kesempatan berada di sekitar masyarakat Jakarta yang berolahraga di Senayan, sejumlah pengurus sambil berjalan kaki juga menyebarkan brosur Periksa Payudara Sendiri (SADARI) kepada orang-orang yang ditemui sambil berjalan kaki. “Kami juga ingin mengingatkan kepada masyarakat untuk melakukan SADARI untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudaranya, sehingga bilamana ditemukan kelainan segera ke dokter agar diobati secara medis” ujar  Linda Agum Gumelar yang terus memberi semangat kepada pengurus, relawan dan survival yang ikut berjalan kaki dipagi itu.

Olahraga jalan pagi itu sendiri disudahi sekitar pukul 08.00 WIB.  “Karena beberapa survival ada yang mendapat anjuran agar tidak terlalu lama terkena sinar matahari, maka kita sudahi olahraga jalan kaki pagi ini yang dimulai pukul 6 pagi. Terima kasih kepada para pengurus, relawan dan survival yang ikut bergabung di Gelora Bung Karno, Semoga YKPI di usianya yang ke 13 ini dapat terus tumbuh dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan masyarakat Indonesia” ujar ketua YKPI, Linda Agum Gumelar.

(Humas YKPI)

Read more...

YKPI datangi Puskesmas Kecamatan Mampang Jakarta untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Pengalaman hidup dari ibu Linda Amalia Sari Gumelar yang pernah didiagnosa Kanker Payudara dan memiliki tekad jika Allah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk hidup maka dirinya mau bekerja bersama kawan yang lain untuk bagaimana tidak ada lagi kaum perempuan, saudara kami kaum laki-laki yang didiagnosa kanker payudara stadium lanjut, menjadikan program Deteksi Dini ke masyarakat dengan menghadirkan mobil  Mamografi terus dilakukan secara berkala.

Rabu, 10 Agustus 2016 tim unit mobil mamografi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bersama dengan tim dokter dari Rumah Sakit Dharmais hadir  di Puskesmas Kecamatan Mampang untuk melakukan deteksi dini kepada 50 warga Kecamatan Mampang, Jakarta.

“Kehadiran YKPI bersama tim dokter rumah sakit Dharmais kami sambut gembira,  namun karena terbatasnya jumlah yang harus melakukan pemeriksaan yaitu sebanyak 50 orang, maka kami bagi dari berbagai kelompok yang ada di Kecamatan Mampang seperti dari guru-guru, PKK, perwakilan dari kelurahan di wilayah kecamatan Mampang meliputi kelurahan Kuningan Barat, kelurahan Pela Mampang, Kelurahan Bangka, Kelurahan Tegal Parang dan Kelurahan Mampang Prapatan” ujar dokter Rebekka selaku koordinator kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara di Kecamatan Mampang.

Sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap warga yang telah mendaftar, pihak Puskesmas Kecamatan Mampang tidak menyia-nyiakan waktu untuk melakukan penyuluhan dan sosialiasi kepada masyarakat kecamatan Mampang.  Di halaman Puskesmas Kecamatan Mampang,  tim dari Puskesmas Mampang  yaitu dokter Ali Fikri dan dokter Citra selaku aktivis pencegahan penyakit tidak menular  lebih dulu memberikan sosialisasi mengenai kanker payudara, cara pemeriksaan sendiri dan cara mengatasinya bilamana di diagnosa kanker payudara.

Didalam sambutannya ditengah-tengah warga kecamatan Mampang, ketua YKPI Ibu Linda Gumelar juga berharap kiranya ibu-ibu memohon disebarluaskan berita tentang deteksi dini Kanker Payudara dengan memberitahu kepada orang banyak terutama kepada usia diatas 35 tahun keatas untuk melakukan Mamografi, bagi anak-anak muda yang sudah Haid untuk melakukan SADARI, pemeriksaan payudara sendiri. Menurut kabar yang diperoleh dari tim dokter rumah sakit Darmais Jakarta,  saat ini sudah menemukan adanya remaja  yang berusia 15 tahun didiagnosa kanker payudara.  “Bayangkan hidupnya menjadi terasa hampa dan hancur, padahal sekarang ini apabila terdiagnosa secara cepat , maka ada cara-cara kedokteran yang bisa membuat dirinya rasa nyaman seperti  dengan operasi dan lain sebagainya” ujarnya seraya menambahkan jika kita temui diagnosa stadium awal, maka 98% kanker payudara bisa sembuh.

Data yang diperoleh YKPI sejak tahun 2013 dengan adanyanya layanan mobil Mamografi  telah ditemukan kenaikan 1,1 % terdiagnosa kanker payudara setiap tahunnya dari. “Terakhir data yang kami miliki di tahun 2015 dengan mamografi lebih dari 3421 warga melakukan deteksi dini dan 11 % terdiagnosa tumor jinak, dan perlu melanjutkan program lanjutan sementara 1,3% terdiagnosa kanker” jelas mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia periode 2009-2014.

Adanya respon positif dari warga Kecamatan Mampang bermunculan seperti yang diungkan oleh ibu Lina, Kader PKK Kelurahan Mampang yang mengutarakan bahwa  dirinya baru pertama kali melakukan deteksi dini kanker payudara dan mendapat pemberitahuan dari pihak kecamatan, “saya bersyukur mendapat giliran untuk pemeriksaan gratis ini, karena banyak sekali yang mau diperiksa apalagi kami c jarak ke lokasi pemeriksaan dekat  karena YKPI yang hadir didekat rumah kami” ujarnya.

Lain halnya Ibu Kinarsih selaku Kasie Pendidikan Kecamatan Mampang yang mengatakan “sayangnya kami dibatasi hanya 10 orang, mungkin untuk kegiatan berikutnya guru-guru kami di sekolah bisa lebih banyak yang bisa diperiksa, karena kalau guru-guru kita semuanya sehata, insya allah kualitas pendidikan kita lebih bagus, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup bangsa”. Mewakili warga dikecamatan Mampang, ibu Kinarsih juga mengucapkan terima kasih kepada YKPI khususnya kepada ibu Linda Gumelar yang langsung memonitoring langsung kegiatan Mamografi

Menanggapi permintaan disekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan kepada guru-guru dan siswa, Ibu Linda Gumelar mengajak kepada pihak sekolah yang menginginkan pemeriksaan terhadap gurunya dapat mengajukan permohonan kepada YKPI untuk mengatur jadwal mobilatas mobil Mamografi yang dimiliki YKPI. Ibu Linda Gumelar juga berharap masyarakat Kecamatan Mampang yang melakukan deteksi dini kanker payudara pada hari ini tidak ditemukan satupun kanker payudara maupun tumor jinak.

(Humas YKPI)

Read more...

Relawan Pendamping Pasien Kanker Payudara yakin “Kita Bisa, Aku Bisa” ikuti Pelatihan

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali menyelenggarakan “Pelatihan Relawan Pendamping Pasien Kanker Payudara angkatan ke II/2016” di London School of Public Relation (LPSR) pada 12-14 Agustus 2016 dengan mengikutsertakan 65 peserta terdiri para bidan, perawat, dan masyarakat umum sebagai pilar dasar kesehatan primer dan pihak yang terkait.

 

Spesifikasi kegiatan pelatihan  ini, selain modul-modul yang didapat dari para pembimbing, peserta pelatihan akan mendapat assesment  yang layak untuk disertifikasi.

Sejalan dengan tema Hari Kanker Sedunia tahun 2016 “Kita Bisa, Aku Bisa” YKPI memiliki harapan agar dengan bertambahnya para relawan Pendamping Pasien Kanker Payudara yang bersertifikat, maka kualitas para pendamping dalam mewujudkan niat dan keinginan membantu mendampingi pasien terdiagnosa kanker payudara akan lebih dirasakan manfaatnya bagi pasien dan keluarga khususnya dari sisi psikology.

 

Ibu Linda Amalia Sari Gumelar selaku Ketua YKPI mengatakan dalam pembukaan yang diadakan pagi tadi (12/8) bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk melatih dan menjadi para para tenaga relawan dan tenaga medis yang sukses memiliki kemampuan untuk membangun hubungan dan mendukung pasien kanker payudara dalam mengatasi penyakitnya. “YKPI mengadakan pelatihan ini karena para pengurus YKPI rata-rata survival di Indonesia, saat kami didiagnosa terkena kanker, banyak orang yang menginginkan menjadi pendamping kami, tapi ternyata dalam kedatangannya itu atau setelah para pendamping pulang kita sebagai yang terkena kanker malah merasa dunia kita makin sempit, kami merasa terpojok, dan kami merasa semakin tidak ada kepastian karena komunikasinya yang tidak tepat, psykologinya tidak pas” tambahnya menjelaskan salah satu visi diadakannya pelatihan ini.

 

Lebih lanjut Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II dan mantan ketua umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 20042009 berharap agar relawan yang lulus dalam pelatihan ini nantinya sadar akan peran dan tanggung jawabnya sebagai relawan pendukung,  dapat membangun hubungan dan berkemampuan dalam berkomunikasi dengan pasien, mengerti akan emosi dan perasaan dari pasien mengenai kanker payudara sehingga dapat berkomunikasi secara efektif, mengerti dampak emosional dari kanker payudara dan dapat memberikan pendapat strategis yang positif dalam mengatasi penyakitnya, mengerti segala sudut pandang dari kanker payudara, diagnosis dan perawatan, mengerti dan menghargai perbedaan budaya yang ada dalam suku sang pasien dan pengerti proses rehabilitasi.

 

Dalam kegiatan pelatihan ini peserta pelatihan menjalani rangkaian kegiatan mulai dari diskusi kelompok hingga ujian tertulis dan mendapat dukungan nara sumber diantaranya  Dr. Bob Adinata, Sp.B(K)Onk (RSK Dharmais), Ibu Rini Sanyoto,MBA , Ibu Nelly Hursepunny ,S.Psi, dan  Ibu Cindy Utami,M.Psi.

 

YKPI berdiri sejak tahun 2003 merupakan suatu yayasan nirlaba yang didirikan oleh survivors kanker payudara, dokter bedah onkology dan relawan peduli kanker payudara dengan tujuan sebagai mitra pemerintah mendukung upaya menurunkan akan kanker payudara stadium lanjut.

 

Saat ini terdapat lebih kurang 50% pasien Kanker Payudara di Indonesia yang datang berobat dalam stadium lanjut (stadium III dan IV). Angka ini masih terlalu tinggi dibandingkan dengan data di dunia. Pada kanker payudara stadium lanjut harapan hidup pasien semakin berkurang dan biaya terapi yang dikeluarkan menjadi lebih besar.

 

Peserta pelatihan angkatan ke II tahun 2016 ini terdiri dari peserta yang berasal dari Jakarta, Ambon, Surabaya, Medan dan Semarang. “Dalam dua kali pelatihan yang YKPI adakan peminatnya selalu datang dari berbagai penjuru di Indonesia, namun karena tempat yang kami batasi, maka yang belum mendapat panggilan akan kami ikuti ditahun berikutnya” ujar ibu Titien Pamudji selaku ketua panitia kegiatan ini.

 

Salah satu pengajar dalam pelatihan ini dr. Bob Adinata, SpB(K) Onk mengatakan bahwa “Motivasi dari peserta untuk mengikuti pelatihan ini berbeda-beda, yang paling jelas terlihat motivasinya mereka adalah sebagai pasien kanker payudara, survival kanker payudara dan orang-orang tercinta yang terkena kanker payudara”.

Dalam pelatihan ini YKPI bekerjasama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, London School of Publick Relation serta PT TUV Rheinlad selaku perusahaan  di bidang Testing, Inspection, Certification, Consultation and Training yang berdiri tahun 1872.Berpusat di Cologne, Jerman, TÜV Rheinland AG memiliki lebihdari 18.000 karyawan di 65 negara, dengan annual turnover sebesar 1.6 miliar EUR.  Sebagai anggota Reach to Recovery Internasional (RRI) pelatihan ini sudah disesuaikan dengn Reach to Recovery Training Guidelines. Sertifikat yang dikeluarkan dalam pelatihan ini diakui oleh Reach to Recovery International dan Rumah Sakit Kanker Dharmais, setiap 3 tahun YKPI bersama TUV Rheinland akan melakukan evaluasi bagi para pendamping yang telah mendapatkan sertifikat.

Materi Pelatihan meliputi:

  • General knowledge of Breast Cancer, Diagnosis and treatment
  • Emotional Impact of Breast Cancer and Cultural Sensitivity
  • Building relationship & communication skill
  • Counselling Technique
  • Focus grup discussion
  • Ujian untuk sertifikasi
Read more...

YKPI Hadirkan Mobil Mamografi Di Puskesmas Kecamatan Kalideres

Jakarta. Guna menurunkan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut dan menemukan kanker payudara dini, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerjasama dengan tim dokter Dharmais  telah hadir di PuskesmasKecamatan Kalideres pada Rabu, 4 Agustus 2016.

“Sebanyak 50 warga kecamatan Kalideres yang terdiri dari 5 kelurahan di Kecamatan Kalideres  khususnya kelompok senam di puskesmas telah mendaftar untuk diperiksa payudaranya setelah YKPI memberitahukan kepada kami akan hadir pada hari ini untuk pemeriksaan gratis” ujar koordinator kegiatan saatu, ibu Minah.

Menurut Minah yang juga selaku perawat Puskesmas Kalideres bagian penyakit tidak menular di Puskesmas Kalideres, kegiatan yang dilakukan YKPI sangat membantu warga Kalideres, andai saja ini diumumkan terbuka mungkin akan banyak yang mendaftar untuk diperiksa, ia hanya mengakui dengan menginformasikan melalui kelompok senam yang rutin diselenggarakan di Puskesmas Kecamatan Kalideres saja, dalam waktu singkat jumlah kuota pemeriksaan gratis sudah terpenuhi.

Salah satu warga yang melakukan pemeriksaan pada hari itu, Rina Hasan mengatakan “Senang dengan adanya kegiatan dari YKPI ini, saya sendiri baru pertama ini diperiksa dan saya yakin semua berterimakasih pada YKPI atas layanan ini, kalau bayar kan mahal”.

Di Puskesmas Kecamatan Kalideres memiliki kelompok senam yang aktif dan rutin, dalam seminggu setiap pagi diadakan senam dengan berbagai kebutuhan seperti senam diabet, senam poli jiwa dan senam jantung sehat.  “Sehingga ketika kami diberitahu adanya layanan gratis dari YKPI anggota kami  yang terdiri dari 5 kelurahan di Kecamatan Kalideres yaitu kelurahan Kalideres, Kelurahan Kamal, Kelurahan Pegadungan, Kelurahan Semanan, Kelurahan Tegal Alur  langsung mendaftar” ujar Rina Nasan yang juga salah satu instruktur senam Kelompok Senam.

Dalam pelayanan pemeriksaan gratis di Puskesmas Kecamatan Kalideres  ini tim YKPI menghadirkan 1 unit mobil Mamografi dengan tim dari RS Dharmais Jakarta, terdiri dari dr. Marta Roida Manurung, dan tim radiografer, Yerna Liza dan Demayanti.

Pelayanan Pemeriksaan Dini Kanker Payudara gratis berikutnya yang akan diberikan oleh YKPI adalah di Puskesmas Kecamatan Mampang, Rabu, 10 Agustus 2016.

 

Read more...

Halal Bi Halal Pengurus YKPI dan Pitapink Survivor hadirkan dokter Inez Nimpuno

Jakarta, Halal bi Halal yang dilakukan pada 26 Juli 2016 menjadi hal yang istimewa bagi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Pitapink Survivor, pasalnya ditengah keakraban dan silaturahmi lebaran hadir pula seorang dokter yang bekerja di kementerian Kesehatan Negara Bagian Australian Capital Territory, dokter Inez Nimpuno.

Sekaligus tuan rumah acara, ketua YKPI, Linda Agum Gumelar  mengatakan “Rasanya sudah lama tidak berjumpa fisik, kita berjumpa hanya di udara melalui WA saja, jadi hari ini hal yang sangat ditunggu-tunggu”.

Dalam sambutannya didepan sekitar 60 orang yang hadir, ibu Linda Agum Gumelar mengingatkan juga akan ada beberapa kegiatan besar yang akan dilakukan oleh YKPI dan Pitapink ditahun 2016, diantaranya 12-14 Agustus akan ada Pelatihan Relawan Pendamping Pasien Kanker Payudara angkatan ke-2,  1 Oktober akan ada kegiatan akbar  Temu Penyintas Kanker Payudara se- Indonesia, dan pada  10 September 2016 akan ada Forum Diskusi berkaitan dengan pelayanan BPJS kepada penderita kanker Payudara.

Menyadari hal tersebut, apa dan semua yang dilakukan oleh YKPI dan Pitanpink selama ini ditujukan kepada dunia, bahwa walaupun kita survival tapi akan mengisi hidup kita dengan bermanfaat untuk diri kita, keluarga kita, kalau bisa untuk masyarakat luas dan untuk negara. Dan inilah yang memotivasi kita bersama, ujar Linda Gumelar yang juga salah satu survivor kanker payudara.

Sementara itu dokter Inez Nimpuno yang didaulat untuk berbagi semangat diacara tersebut menyatakan terima kasih atas undangannya, apalagi tanggal yang bisa sesuai dengan keberadaaannya saat di Jakarta.

Menurut dokter Inez mendapatkan anugerah hadir diacara tersebut karena dapat banyak belajar lagi, berkumpul dan bertemu langsung dengan pengurus dan survival.

Sejauh ini bagi penderita yang sudah didiagnosa kanker, ternyata yang ia temukan adalah identik dengan kematian, ujar dokter yang di diagnosa kanker payudara ada September 2016. Apa yang disebut dengan Indikasi hubungan dengan kematian  adalah ternyata tiba tiba penderita disuguhkan dengan tidak kepastian , seperti ketidakpastian kapan ya meninggalnya, ketidakpastian akan kekuatiran suami mencari istri lagi, ketidakpastian yang mengasuh anak-anak dan lain sebagainya.

Rasa ketidakpastian tersebut seringkali tidak bisa ditanggung sendiri, oleh karenanya, menurut dokter Inez komunitas dan kelompok seperti yang dilakukan YKPI dan Pitapink perlu diadakan dan dilakukan.

Sebagai pasien dan juga dokter lulusan dari Indonesia, dokter Inez juga mengajak peserta halal bihalal berdiskusi kelompok. Dan dengan penuh semangat, kekeluargaan dan kebersamaan diskusi berjalan sangat menarik. Setiap kelompok disediakan kertas besar dan kecil untuk dituliskan berbagi cerita, pengalaman tentang kanker yang kemudian di diskusikan bersama.

Diakhir acara, kegembiraan halal bihalal saling menghibur dengan bernyanyi bersama dan pembagian door prize.

Semoga kebersamaan dan halal bihalal ini menjadi penyemangat bagi semua keluarga besar YKPI dan Pita Pink.

Saling Jaga, Saling Peduli.

(Humas YKPI)

Read more...