Linda Gumelar Ajak Generasi Milenial Deteksi Dini

Denpasar – Di depan ratusan generasi milenial dari 16 provinsi. Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan dirinya tidak sungkan untuk menjadi teman generasi dengan kisaran usia 15-34 tahun ini.

Bahkan nenek dua cucu ini berupaya memahami karakter generasi yang kini jumlahnya sudah mencapai 32,8 persen dari total 265,4 juta penduduk Indonesia.

Kendati demikian Linda mengungkapkan sempat prihatin ketika meminta generasi milenial di Jakarta menyebutkan 5 pahlawan nasional dihadapanya dan mereka tidak bisa menjawabnya.

“Tentu hati saya tersayat ya, tapi kita tidak bisa menyalahkan generasi ini begitu saja. Karena mereka itu adalah generasi dengan rasa ingin tahu yang tinggi, pasti setelah saya sebut nama pahlawan Malahayati mereka akan langsung cari tahu,” ujar Linda yakin.

Dibanding generasi sebelumnya, generasi millenial memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Researh Center secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millenial dibanding generasi-generasi sebelumnya.

Yang mencolok dari generasi millenial ini adalah soal penggunaan teknologi yang sudah menjadi kebutuhan pokok mereka.

Hal ini senada dengan paparan Ketua YKPI sebagai keynote speaker pada acara Festival Kampung Berseri Astra, Senin (26/11), di Kampus Udayana, Jimbaran Bali. Menurutnya ada lima karakter generasi milenial.

Selain berpikiran kritis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sangat percaya tinggi dan bersifat lebih sosial, generasi ini dikatakan Linda sangat menguasai teknologi.

“Cirinya yang paling gampang adalah memiliki medsos. Semuanya pasti punya medsos kan, siapa dari kalian yang gak punya medsos,” tanya Linda pada peserta disambut aksi mengangkat handphone mereka masing-masing tanda setuju.

Lebih lanjut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak periode 2009-2014 ini menjelaskan, sistem pendidikan untuk generasi milenial juga berbeda.

“Kita mengenalnya dengan kurikulum pendidikan 4 C’s abad 21. Communication, Collaboration, Critical Thinking serta Creativity,” ungkapnya.

Jurus sakti keempat pilar tersebut memang digadang-gadang akan menaklukan kompetisi abad 21 dimana pertarungan bukan lagi berorientasi pada aku menang dan kamu kalah, melainkan aku menang dan kamu menang.

“If you want to go fast, go alone. But if you want to go far go together,” tandas Linda disambut tepukan tanda setuju.

Generasi milenial, sambung Linda, juga memiliki tingkat kesadaran akan kesehatan yang tinggi. Merekalah yang meramaikan pusat-pusat kebugaran atau restoran yang menyediakan makanan sehat.

“Tidak heran, jika sosmed YKPI juga mayoritas pengikutnya adalah generasi milenial. Untuk Instragram saja, ada sekitar 70 persen pengikut dari generasi milenial,” kata Linda lagi.

Linda yang pernah divonis kanker payudara itu sangat berharap agar generasi milenial mulai melakukan deteksi dini. Karena dengan deteksi dini kanker payudara, kemungkinan untuk pengobatan dan sembuh sagat besar.

Hingga saat ini memang belum ada penelitian khusus penyebab kanker payudara secara pasti. Bahkan belakangan banyak sekali kasus kanker payudara pada usia muda.

“Jadi mari kita mulai deteksi dini. Bisa dilakukan sendiri (SADARI) atau secara klinis (SADANIS). Caranya bisa dilihat di website atau sosmed YKPI. Dan bukan hanya perempuan saja yang harus deteksi dini. Laki-laki juga perlu, karena kanker payudara bisa juga terjadi pada laki-laki. Meskipun presentasinya kecil tapi ganas. Untuk Indonesia sehat dan mari bersama wujudkan Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut 2030,” tutup Linda semangat.

Read more...

Syarat-Syarat untuk Tinggal di Rumah Singgah YKPI

Pada prinsipnya Rumah Singgah YKPI terbuka untuk seluruh penderita kanker payudara yang melakukan pengobatan di rumah sakit-rumah sakit di Jakarta. Kendati demikian ada beberapa persyaratan dimana mereka inilah yang kami prioritaskan untuk dapat memanfaatkan fasilitas Rumah Singgah YKPI :

  1. Pasien tercatan sebagai peserta BPJS kelas 3 dengan kriteria :
  2. Tempat tinggal diutamakan di luar Jabodetabek
  3. Kesulitan dalam trasnportasi ke rumah sakit di Jakarta
  4. Pasien yang dalam keadaan umum terlihat lemah (berdasarkan vital sign dan hasil diagnosis dokter)
  5. Pasien didiagnosis dengan kanker payudara stadium 1,2 dan 3A (melampirkan bukti dari dokter)
  6. Pasien harus mengisi formulir dan melampirkan fotokopi identitas diri
  7. Pasien membawa surat keterangan dokter
  8. Pasien bersedia mematuhi tata tertib di Rumah Singgah YKPI
  9. Pasien dapat menerima kunjungan keluarga dengan waktu kunjungan yang telah ditentukan
  10. Pasien menaggung sendiri biaya makan dan kebutuhan pribadi lainnya selama di Rumah Singgah YKPI

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi HOTLINE YKPI (WA) 0812-2364-2164 atau melalui email ke ykpi.sekretariat@gmail.com.

Read more...

Sekilas Tentang Rumah Singgah YKPI

Rumah Singgah YKPI didirikan pada 2 Februari 2017, bertepatan dengan peringatan bulan kanker sedunia. Pendiri sekaligus Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, meresmikan langsung rumah singgah yang berlokasi di Jalan Anggrek Neli Murni No. A38, Slipi, Jakarta Barat, disaksikan pengurus, rekanan dokter, wartawan dan para pendiri lainnya.

Rumah Singgah YKPI ini didirikan sebagai bentuk keprihatinan YKPI akan banyaknya jumlah penderita kanker payudara, khususnya dari daerah, yang  dirujuk untuk berobat ke Jakarta. Diutamakan untuk pasien kanker payudara stadium 1-3 A dan pasien BPJS kelas 3 atau dari  keluarga yang kurang mampu dan sulit mendapatkan akomodasi di Jakarta.

Menurut keterangan dokter bedah Onkologi dari RS Dharmais, dr. Walta Gautama, Sp.B (K), Onk, satu pasien harus mengikuti pengobatan secara bertahap. Bisa saja menjalani terapi radiasi sekitar 30 kali, selain kemoterapi dan tahapan medis lainnya, sehingga si pasien harus bolak-balik ke rumah sakit.  Nah, umah Singgah YKPI hadir untuk memudahkan pasien melakukan pengobatan tanpa stress memikirkan biaya di luar biaya medis. Karena di Rumah Singgah YKPI, mereka hanya membayar biaya kebersihan sebesar Rp. 15.000 per pasien per malam.

Rumah Singgah YKPI  memiliki 28 kamar tidur,  terdiri dari 14 kamar untuk pasien dan 14 lainnya untuk pendamping. Layaknya rumah, tersedia pula dapur untuk memberi kebebasan pasien memasak masakan sesuai selera mereka, dengan fasilitas peralatan masak modern ditambah nasi dan air mineral cuma-cuma setiap harinya.

Hingga pertengahan 2018, dikatakan Koordinator Pengelola Rumah Singgah, Nani Firmansyah,  Rumah Singgah YKPI telah memberikan pelayanan kepada pasien kanker payudara sebanyak 2.800 malam.  Satu pasien bisa datang berulang kali tergantung dengan masa pengobatannya. Hingga kini, selain dari Jabodetabek, pasien berdatangan dari Banyuwangi, Karawang, Sukabumi, Indramayu, Pontianak, Pangkal Pinang, Bengkulu, Lampung, Sulawesi tengah, Sulawesi Tenggara, NTT, Maluku hingga Papua.

Secara rutin, para penyintas kanker payudara yang tergabung dalam pitapink survivor warrior, mengadakan pelatihan keterampilan dari seorang ahli. Seperti seni suspeso, melipat kertas, membuat bros, perhiasan atau kerajinan tangan lainnya. Selain untuk mengisi waktu luang, saling memotivasi dan menguatkan dalam menjalankan pengobatan, pelatihan ini juga dapat membantu meningkatkan ekonomi mereka dengan menjual hasil karyanya.

Read more...

Payudara Artifisial Jadi Sahabat Penyintas

Jakarta (Jurnas) – Bagi perempuan, payudara ialah bagian dari sisi feminitas. Tak pernah terbayangkan jika pada akhirnya kehilangan payudara. Ya, efek nyata dari kanker payudara adalah operasi pengangkatan payudara atau Mastektomi.

Agaknya Komunitas Knitted Knockers sangat mengetahui kebutuhan para penyintas kanker payudara. Mereka butuh penggantu, butuh payudara artifisial yang membuat mereka nyaman dan dapat membangkitkan rasa percaya diri.

Founder Knitted Knockers Indonesia Rosalina Lee yang mengatakan rajutan berbentuk payudara ini dibuat oleh para relawan dan dibagikan secara gratis. Rosalina tampak semangat menjelaskan pada pengunjung yang hadir di acara Temu Penyintas Kanker Payudara yang diadakan YKPI.

“Ukurannya macam-macam sesuai dengan kebutuhan penyintas, dibuat dari benang wol agar terasa nyaman, ringan, dan lembut,” ujar Rosalina saat ditemui Jurnas.com, Sabtu (27/10).

Knitted Knockers Indonesia adalah Perkumpulan Relawan Perajut Payudara Artifisial Indonesia ya berperan aktif untuk membantu para perempuan di Indonesia yang telah menjalani Mastectomy/Lumpectomy agar memiliki keseimbangan dan lebih percaya diri.

Saat ini Knitted Knockers Indonesia berperan aktif sebagai penyambung antara relawan- relawan perajut yang mampu menghasilkan rajutan Knockers kepada para Breast Cancer Survivors yang membutuhkannya.

Relawan Knitted Knockers Indonesia terdiri dari para Perajut yang tidak dibatasi oleh usia, golongan, suku, agama dan ras, yang berkeinginan untuk mewujudkan tanggungjawab sosial (Social responsibility) bagi masyarakat, khususnya para Breast Cancer Survivors.

Knitted Knockers Indonesia percaya hari kegiatan ini akan tumbuh besar dan benar-benar memberikan dampak positif dan manfaat bagi perempuan yang membutuhkannya.

Read more...

YKPI: Deteksi Dini Perbesar Kemungkinan Kanker Sembuh

Jakarta (Antara) – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Gumelar mengatakan deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh.

“Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98 persen. Asalkan kanker tersebut terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, jika kanker ditemukan dalam stadium awal kemungkinan untuk sembuh dan bisa mencapai harapan hidup lebih lama adalah sekitar 98 persen. Dia memberi contoh dirinya  yang menderita kanker payudara selama 21 tahun. “Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal.”

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker adalah paling tinggi, sekira 42,1 persen.

Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut. Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal. “Untuk itu para perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka.

“Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis, semuanya ini ujian dan banyak orang yang bisa melaluinya,” kata dia.

Read more...

Mobil Mammografi, Cara Efektif Deteksi Kanker Payudara

Jakarta (VIVA) – Deteksi dini pada kanker payudara sangat penting dan ampuh mencegahnya ke stadium lanjut. Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) melakukan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut, dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi, bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, di mana  1.565 orang di antaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” ujar Linda Agum Gumelar, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia di Jakarta.

Berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi.

Lebih lanjut Linda mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS. Dijelaskannya bahwa pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah.

YKPI juga menjalankan program pelatihan pendampingan pasien kanker payudara dan mendirikan rumah singgah di Jalan Anggrek Nely Murni No. A38, Slipi, Jakarta, untuk membantu meringankan beban para penderita kanker payudara selama melakukan pengobatan di Jakarta.

Sebagai tambahan informasi, untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan Temu Penyintas Kanker Payudara se Indonesia. Acara tahunan kali ini akan dihadiri sekitar 450 penyintas dengan tema Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara–Kamu Bisa, Kita Bisa!, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa–masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas. Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi.

“Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” kata dia.

Read more...

Linda Gumelar Usulkan Kespro Masuk Kurikulum

Jakarta, KRJOGJA.com – Menurut data  ybreastcancer.org 1 dari 8 wanita (kira-kira 12%) yang ada di Amerika Serikat beresiko terkena kanker payudara dan akan mengidap kanker tersebut sepanjang hidupnya.

Sedangkan di Indonesia,usia 14 tahun saja sudah terdeteksi kanker payudara. Bahkan 1 dari 1000 pria Indonesia terkena kanker payudara ini. Karena itu sebaiknya dimasukkan ke kurikulum mata pelajaran reproduksi masuk ke sekolah.

“Sebaiknya mulai usia dini sudah mengetahui tentang hak reproduksi,sehingga bisa mendeteksi secara awal”,demikian Linda Agum Gumelar dari Yayasan Kanker Indonesia di Jakarta,Sabtu (27/10 2018).

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Kabinet Indonesia Bersatu II itu mengungkapkan, saat dirinya pertama kali didiganosis kanker payudara pada 1996, ia merasa tak mudah menghadapinya. “Nyawa saya dibilang tinggal 40%. Saya minta sama Allah agar diberi kesembuhan” ujarnya.

Selain itu data tahun 2017, diperkirakan ada sekitar 252.710 kasus baru tentang kanker payudara invasif, yang didiagnosis pada wanita di Amerika Serikat, dan ada sebanyak 63.410 kasus baru untuk kanker payudara non-invasif (in situ). Ada sekitar 2.470 kasus baru untuk kanker payudara invasif, yang diperkirakan didiagnosis pada pria di tahun 2017. Resiko menderita kanker ini seumur hidup pada seorang pria memiliki kemungkinan perbandingannya adalah sekitar 1 dari 1.000 orang.

Read more...

Cek Payudara Sejak Dini Bisa Tingkatkan Angka Harapan Hidup, loh!

NOVA.id – Kanker payudara kini semakin banyak menyerang perempuan Indonesia.

Apalagi, penderita kanker payudara umumnya tak menyadari jika mereka sudah terkena kanker.

Itupun diungkapkan oleh Linda Gumelar dari ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 % sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda ditemui di acara “Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!”, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10).

Tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara, yang mereka belum juga menyadarinya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia adalah yang paling tinggi, sekitar 42,1%.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah sekitar 98 %.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, di mana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Oleh karenanya, dirasa penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri, dan sering melakukan pengecekan di rumah, dan di rumah sakit.

Beberapa penyintas dari YKPI juga merasakan penyesalan setelah didiagnosa menderita kanker payudara.

Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium 4.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, enggak enak banget kalau sudah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun.

“Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” ucap Fitri.

Read more...

Deteksi Dini Perbesar Peluang Kanker Payudara Sembuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar mengatakan deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh. “Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98 persen. Asalkan kanker tersebut terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa (30/10).

Dia memberi contoh dirinya yang menderita kanker payudara selama 21 tahun. “Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal,” katanya.

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker adalah paling tinggi, sekitar 42,1 persen. Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia.

Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut. Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal.

“Untuk itu para perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujar Linda.

Selain itu, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka. “Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis. Semuanya ini ujian dan banyak orang bisa melaluinya,” kata Linda.

Read more...

Deteksi Dini Kanker Perbesar Peluang Sembuh

Jakarta (Harnas) – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar mengatakan, deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh. “Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98 persen asalkan terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut dia, jika kanker ditemukan dalam stadium awal, kemungkinan sembuh dan bisa mencapai harapan hidup lebih lama sekitar 98 persen. Dia memberi contoh dirinya yang menderita kanker payudara selama 21 tahun. “Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal,” katanya.

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker paling tinggi, sekira 42,1 persen. Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi. Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut. Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal.

“Untuk itu perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujar Linda, dikutip Antara.

Selain itu, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka. “Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis. Semuanya ini ujian dan banyak orang yang bisa melaluinya,” kata Linda.

Read more...