Cara Merawat Kulit pasca Operasi dan Radioterapi

Cara Merawat Kulit pasca Operasi dan Radioterapi

Jakarta, YKPI – Kulit yang bersih dan mulus merupakan idaman bagi setiap perempuan. Sebab selain berguna memperindah penampilan, kulit yang bagus juga membuat pemilliknya lebih percaya diri.

Namun kondisi tertentu seperti pasca operasi dan radioterapi yang dijalani pasien kanker, khususnya kanker payudara, kerap kali menyebabkan kulit menjadi rusak. Dan untuk memperbaikinya, memerlukan perawatan yang hati-hati.

“Area luka operasi sebaiknya tidak basah sampai seminggu setelah operasi,” kata Kepala SMF Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK, FINSDV, FAADV dalam kegiatan ‘Serial Webinar Kanker Payudara: Perawatan Kulit bagi Pasien Kanker Payudara’ pada Jumat (19/6).

Kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bekerja sama dengan para dokter RS Kanker Dharmais Jakarta ini dibuka langsung oleh Ketua Umum YKPI Linda Agum Gumelar, dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam pemaparannya, Danang menjelaskan bahwa shaving dan deodoran juga tidak dianjurkan untuk digunakan sampai luka operasi sembuh, karena dikhawatirkan dapat mengiritasi luka. Pun bila terpaksa dilakukan, harus sangat berhati-hati dan menggunakan cermin.

“Gunakan deodoran fregrance free dan berbasis gel lebih baik, hindari yang mengandung alkohol dan aluminium,” terang Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Jakarta ini.

Danang menjelaskan, setelah luka insisi sembuh biasanya kulit akan terasa keras dan kaku. Untuk memperbaikinya, alumnus fakultas kedokteran Universitas Indonesia itu menganjurkan penggunaan mild lotion yang mengandung vitamin E atau lanolin.

“Hindari pelembab yang mengandung pewangi atau alkohol, karena dapat mengiritasi,” ungkap Danang.

Kasus senada juga terjadi pada pasien pasca radioterapi. Danang mengatakan, kulit yang terkena radiasi akan berubah warna, berawal dari kemerahan kemudian menjadi semakin gelap.

Umumnya, lanjut Danang, iritasi dapat terjadi di daerah lipatan maupun ketiak, yang diperparah oleh gesekan dan keringat.

“Iritasi dapat menghebat menjadi bula atau mengering membentuk skuamasi, hal ini bersifat sementara,” ujar Danang.

Karena itu, apabila bula (luka lepuh) pecah dan terbuka akan timbul luka dan nyeri, dan ketika didiamkan dapat menimbulkan terjadinya infeksi sekunder.

“Pasca radiasi jangan mencabut krusta atau skuamasi, biarkan lepas sendiri. Kadang tersisa pembuluh darah kecil yang disebut telangiectasia, dapat dihilangkan dengan laser,” tandas Danang.

(Sumber: http://www.jurnas.com/artikel/74035/Cara-Merawat-Kulit-pasca-Operasi-dan-Radioterapi/)

Foto ilustrasi: Sheknows

Share this post