Bolehkan Pasien Kanker Berpuasa ?

Bolehkan Pasien Kanker Berpuasa ?

Selama beberapa tahun terakhir banyak penelitian tentang manfaat puasa dalam memulihkan kondisi kesehatan serius termasuk kanker. Akan tetapi, kegiatan berpuasa bagi pasien kanker ini harus seizin dokter untuk hasil lebih optimal. Terlebih bagi mereka yang tengah menjalankan kemoterapi atau pengobatan lainnya. Demikian dikatakan dr Walta Gautama Sp (B) Onk dari RSK Dharmais.

Tak semua pasien kanker boleh berpuasa di bulan Ramadan, salah satunya mereka yang masih menjalani kemoterapi. Menurut dr Walta, ada efek kemoterapi seperti mual dan muntah atau lemas yang membuat pasien tak kuat menjalani puasa. Oleh karena itu, dia menegaskan puasa hanya untuk pasien kanker payudara yang sudah melewati pengobatan kemoterapi. “Kalau pengobatannya sudah stabil, misalnya kanker payudara sudah dioperasi, dikemoterapi tinggal minum obat-obatan hormonal saja kemungkinan tidak akan mengganggu fungsi tubuh secara dominan. Tapi tetap harus dikonsultasikan dengan dokter onkologinya,” kata dia lagi.

Kemoterapi merupakan salah satu  terapi medis yang sudah dikenal dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker pada pasien. Tetapi, kemoterapi juga dikenal karena  memiliki efek samping seperti kerontokan rambut, mual-mual hingga muntah pada kebanyakan pasien kanker. Itulah kenapa dikatakan dr Walta, pasien kanker payudara yang tengah menjalani kemoterapi atau pengobatan lainnya selama bulan puasa harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan berpuasa.

“Jadi sekali lagi, bagi pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan di bulan Ramadan boleh-boleh saja ikut puasa, dengan catatan kondisi kesehatannya stabil dan harus dikonsultasikan dengan dokter onkologinya. Juga, harus tetap berada di bawah pengawasan tim medis yang menanganinya,” tambah ahli bedah onkologi yang juga ketua PERABOI itu.

Hal utama yang harus diperhatikan oleh pasien kanker saat puasa lanjut dr Walta adalah pemenuhan nutrisinya. Sebab ketika puasa, pasien kanker akan mengalami hal yang sama dengan orang sehat pada umumnya, yaitu menahan lapar dan haus selama hampir 13 jam.

Photo: BBC

Share this post