Berbagai Penelitian Kanker Payudara pada Pria

Berbagai Penelitian Kanker Payudara pada Pria

Ahli bedah payudara asal San Fransisco Amerika Serikat, Dr Jon Greif, mengatakan tingkat kelangsungan hidup untuk pria yang memiliki kanker payudara secara keseluruhan lebih rendah ketimbang perempuan. Dengan kata lain kasus kanker payudara pada pria meski lebih jarang terjadi tetapi bisa lebih mematikan. Hal ini dikarenakan pria pengidap kanker payudara mungkin tidak menyadari penyakit itu dapat dialami pria dan enggan mendapatkan perawatan seperti halnya perempuan.

Saat melakukan risetnya pada periode 1998 – 2007, Greif menemukan bahwa harapan hidup wanita dengan kanker payudara dalam jangka waktu lima tahun setelah penelitian dilakukan (2012) sekitar 83% sedangkan pria hanya 74 % berlaku untuk setia tingkat stadium kanker.

Bagaimana dengan penelitian para ahli lainnya setelah 2012?

American Cancer Society mengestimasi sekitar 2.250 kasus kanker payudara pada pria ditemukan pada 2018. Sekitar 480 diantaranya diperkirakan meninggal dunia.

Kanker payudara pada wanita dan pria umumnya memiliki banyak kesamaan seperti terdapat tumor atau pembengkakan pada payudara, kulit yang mengeras, puting yang masuk ke dalam, dan kemerahan.

Hingga saat ini, masih belum dapat diketahui secara pasti penyebab munculnya kanker payudara pada pria. Namun, para ahli sepakat beberapa gaya hidup, hormon dan gen mempengaruhi kanker payudara pada pria. Mulai dari terpapar radiasi, alkohol, obesitas, usia, riwayat keluarga terkena kanker, hingga mutasi gen yang diwariskan. Rata-rata pria yang didiagnosis menderita kanker payudara berusia 68 tahun.

Karena penyebab pasti yang tak diketahui, upaya pencegahan khusus juga belum ditemukan. Namun, para ahli dari Cancer.org menyarankan agar para pria selalu menjaga berat badan ideal dan menghindari alkohol untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara.

(dari berbagai sumber : cnnindonesia.com, kompas.com, Times for India)

Share this post