200 Penyintas Kanker Padati Fun Walk 2018

200 Penyintas Kanker Padati Fun Walk 2018

Jakarta – Sebanyak 200 penyintas kanker payudara memadati kegiatan Fun Walk Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) di Car Free Day Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/1) pagi.

Kegiatan tersebut bertujuan mengajak seluruh masyarakat berjuang melawan penyakit kanker payudara, juga memperingati bulan peduli kanker payudara internasional.

“Saya mengajak masyarakat lebih peduli tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara, dan jangan menyerah untuk terus memberikan dukungan kepada para penyintas kanker payudara,” kata Ketua YKPI Linda Agum Gumelar.

Fun Walk 2018, yang mengulang kesukesan tahun lalu, juga diharapkan memberikan kesadaran kepada masyarakat, bahwa deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan periksa payudara sendiri (SADARI), dan jangan menunda memeriksakan diri ke dokter, jika merasa ada kejanggalan di payudara.

“SADARI dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara,” jelas mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ini.

“Proses ini dilakukan agar semua perubahan yang mengarah pada kondisi yang lebih serius dapat segera ditangani. Jika ada yang merasa aneh langsung periksakan ke dokter,” imbuhnya.

Dalam rangka bulan peduli kanker payudara Internasional, selama Oktober ini YKPI juga akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan, di antaranya Temu Penyitas Kanker Payudara se-Indonesia ke-3dengan tema `Kamu Bisa , Kita Bisa !`; Program Pendampingan Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit, Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan mammografi di Puskesmas-puskesmas di DKI Jakarta; Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara di berbagai daerah, dan sosialisasi lewat media.

YKPI juga memberikan pelayanan optimal bagi penderita kanker payudara kurang mampu yang tengah berobat di RS Dharmais, Untuk singgah sementara di Rumah Singgah YKPI, di jalan Anggrek Nelly Murni No. A38, Slipi, Jakarta, selama pengobatan berlangsung.

“Mari bersama-sama menyebarkan semangat berjuang kepada teman-teman untuk melawan kanker payudara. Tidak seharusnya para pejuang kanker menghadapi hal ini seorang diri,” tutup Linda.

Share this post