YKPI Sosialisasikan Deteksi Dini Bahaya Kanker Payudara Di Korem 171/PVT

YKPI Sosialisasikan Deteksi Dini Bahaya Kanker Payudara Di Korem 171/PVT

Kota Sorong, 19 Februari 2018- PW: Bagi sebagian wanita yang ada di Indonesia bahkan dunia, kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang di takuti. Karena banyak pemahaman yang menyebutkan, jika seorang wanita yang terkena penyakit kanker payudara ini akan menyebabkan kematian bagi penderita. Namun sebenarnya pemahaman itu keliru, karena banyak wanita yang menderita penyakit ini dapat bertahan hidup dan sembuh dari sakit. Oleh sebab itu Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), untuk terus mensosialisasikan deteksi dini bahaya kanker payudara dan kanker servik. Bertempat di Aula Makorem 171/PVT Kota Sorong, YKPI yang di pimpin langsung Ketua yayasan Ibu Linda Agum Gumelar dan Ibu Titien Pamudji mengadakan sosialisasi deteksi dini bahaya kanker payudara.

Kegiatan sosialisasi ini hasil kerjasama antara YKPI dan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 171 PD XVIII/Kasuari. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 171 PD XVIII/Kasuari Ibu Natalia Ignatius Yogo Triyono MA ini, dilanjutkan dengan pemaparan deteksi dini bahaya kanker oleh Dr Bob Andinata SpB(K)Onk (Spesialis Onkologi/Kanker). Para peserta nampak sangat serius mencermati setiap detail materi deteksi dini bahaya kanker yang disampaikan oleh Dr Bob. Dan dalam beberapa saat diselingi kuis, yang di pandu oleh Suster Ester. Semua peserta yang hadir Nampak ingin mengetahui lebih jauh tentang kanker payudara. Hal itu terlihat pada saat sesi tanya jawab, dimana banyak pertanyaan yang dilontarkan perwakilan peserta dari IWAPI, FKPPI, Ibu-ibu Persik KCK, Mahasiswi dan Dosen pendamping, Murid-murid SMA serta Guru pendamping.

Ibu Linda Agum Gumelar yang pernah di diagnosa terkena penyakit kanker payudara ini, menganjurkan agar setiap wanita melakukan “SADARI – Periksa Payudara Sendiri”. “Saya pernah di diagnosa kanker, tapi dengan SADARI itu dapat mengetahui ada benjolan dan langsung berkonsultasi dengan dokter. Jadi lakukan SADARI dan bila merasa ada kejanggalan, segera ke dokter”, anjur Ibu Linda. “Banyak pasien kanker yang berpikiran meninggal, namun YKPI ini ingin terus membangun semangat/ pikiran positif bagi mereka. Kami ingin mengatakan bahwa kami ada (tidak meninggal). Kenapa? Karena kami mengetahui sejak dini dan melakukan cara pengobatan yang benar berdasarkan petunjuk kedokteran”, tambah Ibu Linda.

Dr Bob dalam kesempatan lain juga menghimbau agar media-media terus mempublikasikan masalah kanker payudara ini, baik deteksi dininya sampai penanganan medisnya jika sudah ada gejala terkena kanker payudara. “Ketidaktahuan masyarakat dan banyak mitos yang menyesatkan masyarakat, sehingga masyarakat melakukan pengobatan alternatif bukan medis. Saat masyarakat menggunakan pengobatan alternatif dan tidak kunjung sembuh, mereka kemudian ke dokter. Tetapi sudah terlambat, dikarenakan waktu sudah terbuang saat melakukan pengobatan alternatif. Jadi saat datang di dokter sudah stadium tinggi dan susah di sembuhkan. Sebenarnya ini yang menyebabkan kematian (karena terlambat di tangani dokter)”, terang Dr Bob.

Menurut Dr Bob, penderita kanker payudara tidak semuanya harus di kemoterapi. “Tidak semua penderita kanker payudara harus di kemoterapi. Karena saat ini momok masyarakat adalah takut di operasi dan kemoterapi. Jadi pikiran itu harus dihilangkan dan jika pengobatan sudah bagus, dapat dipastikan angka kematian akan semakin kecil”, jelas Dr Bob. Kegiatan yang dihadiri Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono MA, Kasi Pers Korem 171/PVT Letkol Inf Rudi Andriono SIP serta Dandenkesyah/Srg Letkol Ckm Agung Sunarko, S.sos ini, dihadiri lebih dari 400 orang peserta.

Share this post