TENTANG KANKER PAYUDARA

Tentang Kanker Payudara

PENJELASAN UMUM

70% dari penderita kanker payudara berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh menjadi sel kanker. Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel-sel yang terus menerus tumbuh menjadi benjolan yang disebut dengan tumor.

Pada tahun 2003, WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat sekitar 20% per tahun.

Kanker payudara, yang dinyatakan sebagai ‘pembunuh’ no. 2 setelah kanker leher rahim, juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

  • Di Amerika Serikat 180.000 kasus baru per tahun
  • Di Netherlands 91 kasus baru setiap 100.000 penduduk
  • Di Indonesia sendiri, diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena penyakit kanker payudara.

Penyebab pasti penyakit ini belum dapat diketahui. Namun ada 3 faktor yang berpotensi:

  • Faktor Endokrin
  • Faktor lingkungan
  • Faktor Genetik

Selain itu, di Indonesia terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pengobatan maupun pencegahan kanker payudara. 70% dari penderita berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.

  • Hal lain yang juga menjadi faktor keterlambatan penderita :
  • Takut operasi, kemoterapi dan radiasi.
  • Masih percaya dengan pengobatan tradisional, dukun, paranormal atau ‘orang pintar’.
  • Tidak percaya bahwa kanker payudara dapat disembuhkan.
  • Tidak menyadari akan penyakit yang dideritanya.
  • Sosial-ekonomi.

Tidak mengetahui perlunya check up payudara secara rutin.Hal-hal seperti di atas yang menambah banyaknya dan parahnya tingkatan penderita penyakit kanker payudara.

KANKER PAYUDARA

Ketika sejumlah sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang dengan tidak terkendali, inilah yang disebut kanker payudara. Sel-sel tersebut dapat menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Kumpulan besar dari jaringan yang tidak terkontrol ini disebut tumor atau benjolan. Akan tetapi, tidak semua tumor merupakan kanker karena sifatnya yang tidak menyebar atau mengancam nyawa. Tumor ini disebut tumor jinak. Tumor yang dapat menyebar ke seluruh tubuh atau menyerang jaringan sekitar disebut kanker atau tumor ganas. Teorinya, setiap jenis jaringan pada payudara dapat membentuk kanker, biasanya timbul pada saluran atau kelenjar susu.

Skrining mamografi untuk mendeteksi tumor pada payudara perlu dilakukan karena tumor membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membesar sehingga dapat dirasakan oleh kita, namun dapat terdeteksi oleh mamogram.

Tentang Payudara

Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang perempuan melahirkan. Kelenjar-kelenjar susu disebut lobule yang membentuk lobe atau kantung penghasil susu. Terdapat 15 sampai 20 kantung penghasil susu pada setiap payudara, yang dihubungkan dengan saluran susu yang terkumpul di dalam puting. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan, yang mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Gejala-gejala Kanker Payudara

Pada tahap awal kanker payudara, biasanya kita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Namun, ketika tumor semakin membesar, gejala-gejala di bawah ini mungkin muncul:

 

  • Benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
  • Kerutan pada kulit payudara.
  • Keluarnya cairan dari payudara, umumnya berupa darah.
  • Pembengkakan atau adanya tarikan pada puting susu

 

Segera periksakan ke dokter jika terdapat gejala tersebut. Jangan menunda lebih lama lagi karena jika terlambat kanker payudara sulit disembuhkan. Apakah saya berisiko terkena kanker payudara?

Faktor-faktor berisiko untuk kanker payudara dibagi menjadi:

  1. Faktor tidak dapat diubah :

Menjadi seorang perempuan Bertambahnya usia

Risiko terkena kanker payudara akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Setiap tahunnya, kurang lebih terdapat 77% pasien berusia di atas 50 tahun yang didiagnosis terkena kanker payudara.

Riwayat keluarga

(ibu, saudara atau anak perempuan yang terkena kanker payudara meningkatkan risiko terkena kanker payudara dua kali lipat)

Riwayat medis personal

Perempuan dengan riwayat kanker payudara di salah satu dadanya memiliki risiko 3 sampai 4 kali lebih tinggi terkena kanker payudara di dada lainnya. Perempuan dengan benjolan di payudara atau yang didiagnosis LCIS (lobular carcinoma in situ) juga berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Dense breast

Keadaan dense breast merupakan hal yang normal pada perempuan muda. Pada perempuang dengan usia yang lebih tua dense breast merupakan cermin adanya stimulasi hormonal pada payudara dan meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Pernah melakukan terapi radiasi di wilayah dada

Keturunan Kaukasia

Menstruasi awal (sebelum usia 12 tahun)

Menopause terlambat (sesudah 50 tahun)

Tidak punya anak, atau memiliki anak setelah usia 30 tahun

Terjadi mutasi genetis yang meningkatkan risiko.

Mutasi genetis untuk kanker payudara menjadi topik hangat penelitian akhir-akhir ini. 3 sampai 10% dari kanker payudara mungkin berhubungan dengan perubahan pada gen BRCA1 atau gen BRCA2. Perempuan dapat mewarisi perubahan ini dari orang tua.

  1. Faktor dapat diubah :

Mengikuti terapi hormon

Menggunakan pil KB

Tidak menyusui

Mengkonsumsi minuman beralkohol,

Kelebihan berat badan (terutama setelah masuk masa menopause), dan tidak berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa semua faktor tersebut masih berdasarkan kemungkinan, seseorang yang tidak memiliki faktor yang berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. Skrining dan deteksi dini adalah alat yang tepat untuk menurunkan risiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Bagaimana saya dapat mencegah Kanker Payudara ?

Faktor-faktor berisiko yang paling penting dalam perkembangan kanker payudara tidak dapat dikendalikan oleh individu. Ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko, tetapi hal itu masih tidak jelas. Berbeda dengan kanker paru-paru yang berkaitan erat dengan tembakau. Hanya sedikit faktor berisiko yang dapat dilakukan untuk menghindari kanker payudara, seperti: hindari melakukan terapi penggantian hormon untuk jangka panjang, memiliki anak sebelum usia 30 tahun, menyusui, menghindari kelebihan berat badan dengan melakukan olahraga dan diet yang tepat, membatasi konsumsi alkohol.

Untuk perempuan dengan risiko tinggi, risiko berkembangnya kanker dapat diturunkan menjadi 50% dengan meminum obat yang disebut Tamoxifen selama 5 tahun. Tamoxifen memiliki efek samping, seperti gangguan vaginal, yang tidak berbahaya dan beberapa efek samping yang tidak biasa yang dapat mengancam nyawa seperti: penggumpalan darah, pulmonory umbolus, stroke, dan kanker uterin. Tamoxifen tidak umum digunakan untuk pencegahan, tetapi dapat berguna untuk beberapa kasus. Ada data yang menyebutkan bahwa vitamin A, vitamin C, dan vitamin E dapat melindungi dari kanker payudara, tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal itu.

Saat ini, yang paling penting untuk setiap perempuan untuk menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara adalah melakukan skrining mamogram secara reguler, mengetahui bagaimana cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri, dan memeriksakan diri ke dokter secara rutin.

PENAPISAN ( SKRINING )

Sadari (Periksa Payudara Sendiri)

Luangkan waktu kamu hanya selama 7 menit untuk periksa sendiri payudara

Bagaimana Cara Melakukan Sadari?

1. A.Perhatikan dengan teliti payudara anda di muka cermin, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila ada benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran pada payudara (Payudara kanan dan kiri secara normal tidak persis sama).

B.Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua lengan berada di belakang kepala dan tekan ke depan, ulangi pemeriksaan seperti di samping kiri.

2. Tekanlah kedua tangan anda kuat-kuat pada pinggul dan gerakan kedua lengan dan siku ke depan sambil mengangkat bahu, Cara ini akan menegangkan otot-otot dada anda dan perubahan-perubahan seperti cekungan (dekok) dan benjolan akan lebih terlihat.

3. Angkat lengan kiri anda. Rabalah payudara kiri dengan tiga ujung tengah lengan kanan yang di rapatkan.

Perabaan dapat dilakukan dengan cara:

  • Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari pinggang atas (Posisi Jam 12) dengan mengikuti arah jam bergerak ke tengah kearah puting susu.
  • Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya
  • Gerakan dari bagian tengah ke arah luar. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan anda.

4. Pencet pelan-pelan daerah sekitar puting kedua payudara dan amatilah apakah keluar cairan yang tidak normal (tidak biasa)?

5. Berbaringlah dengan tangan kiri di bawah kepala. Letakan bantal kecil di bawah bahu kanan. Rabalah seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan seperti di uraikan pada nomor 1. Lakukan pada pemeriksaan yang sama seperti di atas untuk payudara yang kanan.

6. Berilah perhatian khusus pada payudara bagian atas dekat ketiak (Kwardran Superolateral) kanan dan kiri seperti terlihat pada gambar, sebab di daerah tersebut banyak di temukan tumor payudara. Jika ditemukan kelainan atau ada perubahan di bandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, maka segera periksa diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan di atas dapat dilakukan sewaktu mandi, Karena busa sabun akan mempermudah anda pada saat meraba payudara.

 

 

Mamogram

Mamogram dapat mendeteksi adanya kelainan pada payudara sebelum terasa oleh kita. Meskipun beberapa organisasi masih mempertanyakan manfaat mamografi, mamogram masih merupakan alat yang paling efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara.

Selama mamografi, payudara ditekan oleh 2 alat yang berbentuk piringan selama beberapa detik dengan tujuan mendapatkan gambaran yang jelas dari kondisi payudara. Kadang-kadang timbul rasa tidak nyaman akibat prosedur pemeriksaan ini. Untuk itu, mamografi sebaiknya dilakukan setelah masa menstruasi selesai. Saat itu payudara sedikit melunak. Penelitian menunjukkan sebaiknya tidak menggunakan deodoran, krim, atau bedak di ketiak ketika melakukan mamografi karena hal itu dapat mempengaruhi hasil mamografi.

Dari hasil mamogram, dokter dapat melihat adanya ketidaknormalan pada payudara dan juga mengetahui perubahan yang terjadi bila dibandingkan dengan hasil mamogram yang terdahulu.

Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi atau pengambilan sedikit jaringan di wilayah yang dicurigai untuk diteliti apakah terdapat kanker atau tidak.

Mamogram Cegah Keganasan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan 1-3% penyebab kematian akibat kanker pada wanita di seluruh dunia. Sejak mamografi digunakan secara luas sebagai metode skrining, ukuran tumor saat pertama dideteksi dan tingkat kematian akibat kanker payudara menurun cukup tajam sampai 20% dalam 10 tahun terakhir. Kanker payudara di Indonesia sampai saat ini merupakan kanker kedua tersering pada wanita setelah kanker mulut rahin. Dengan insiden kanker payudara sekitar 100 per 100.000 jiwa per tahun dan lebih dari 50% di antaranya ditemukan dalam stadium lanjut, mamografi masih menjadi alat yang diandalkan dalam mendeteksi kanker payudara. Masih sedikitnya penemuan kasus dalam stadium dini menyebabkan upaya deteksi dini dan skrining menjadi sangat penting. Mamografi merupakan salah satu upaya ini, di samping metode lain, yaitu SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) dan pemeriksaan klinis oleh dokter. Mamografi sendiri sangat bermanfaat dalam menemukan lesi berukuran sangat kecil, sampai 2 mm, yang tidak teraba dalam pemeriksaan klinis (biasanya berukuran di bawah 1 cm).

Dengan program skrining diharapkan dilakukan pemeriksaan dasar mamografi setiap 2-3 tahun sekali pada perempuan berusia di atas 35-50 tahun, dan setiap satu tahun atau dua tahun pada wanita berusia di atas 50 tahun. Pemeriksaan dasar ini akan memberikan data awal jaringan payudara wanita. Bila mamografi dilakukan secara rutin diharapkan jika ada perubahan sedikit saja dari jaringan payudara wanita akan dapat segera diketahui. Sayangnya, pola pikir seperti ini tidak dijumpai pada kaum perempuan umumnya, sangat jarang seorang perempuan datang dengan kesadaran sendiri dan meminta dilakukan mamografi. Hampir semua pasien datang dengan keluhan nyeri atau benjolan, dan hampir semuanya membawa surat rujukan.

Rendahnya kesadaran untuk memeriksakan diri ini tidak hanya terjadi pada wanita dengan pendidikan atau ekonomi rendah, tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi atau cukup mapan, bahkan di kalangan profesi kedokteran sendiri. Penyebaran informasi mengenai manfaat pemeriksaan dini (mamografi) atau faktor risiko kanker payudara mungkin kurang tersebar luas di masyarakat. Menyadari hal tersebut, Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta bekerja sama dengan beberapa institusi menyediakan unit mobil mamografi. Tujuannya adalah mendorong perempuan untuk melakukan pemeriksaan mamografi. Unit Mobil Mamografi dapat menjadi unit yang efisien yang dapat menjangkau daerah yang jauh, serta menawarkan biaya yang ekonomis. Dengan mobil mamografi ini, diharapkan keganasan kanker payudara dapat dicegah.

Selain mamografi, sebenarnya teknik SADARI cukup membantu. Setidaknya, mendorong kaum perempuan untuk segera berobat bila menemukan benjolan pada payudaranya. Tetapi, teknik ini ada kelemahannya. SADARI sangat tergantung pada ketelitian, kepekaan, dan tingkat intelegensi wanita. Karena itu, semua kembali pada kesadaran si perempuan tentang faktor risiko dan bahaya kanker payudara. Tanpa kesadaran, wanita tidak akan melakukan pemeriksaan, apakah itu SADARI ataupun mamografi, sekalipun tidak dikenakan biaya, dari tahun ke tahun jumlah penderita kanker payudara di RSCM tidak mengalami perubahan, dan masih dengan stadium yang cukup tinggi. Ini terjadi karena kesadaran untuk memeriksakan diri dan mencari pengobatan yang benar masih belum membudaya di Indonesia

Tingginya angka kematian perempuan Indonesia karena kanker payudara akan terus meningkat. Bagaimana kita menanganinya? Mulailah dengan mengutamakan kesehatan, melalui upaya deteksi dini dan skrining.

PILIHAN TERAPI

Diagnosis dan Stadium Kanker Payudara

Sekali seorang pasien terdeteksi memiliki gejala kanker payudara atau skrining mamogram menunjukkan adanya hal yang tidak normal pada payudara, biasanya akan disarankan untuk melakukan mamogram diagnostik. Mamogram diagnostik adalah seperangkat alat sinar x lainnya, yang lebih lengkap dengan merinci pada daerah yang mencurigakan. Atau jika dokter mencurigai Anda memiliki kista atau Anda masih muda atau memiliki dense breast, dokter menyarankan untuk melakukan ultrasonografi. Ultrasonogrofi menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi di daerah yang dicurigai pada payudara. Ultrasonografi tidak menyakitkan dan seringkali berguna untuk membedakan antara lesi yang ganas atau jinak.

Berdasarkan hasil mamogram dan/atau ultrasonografi, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan biopsi. Biopsi adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah Anda terkena kanker, karena dengan biopsi, sel diambil dan diteliti di bawah mikroskop. Ada beberapa jenis biopsi, tergantung dengan berapa banyak jaringan yang diambil. Ada biopsi yang menggunakan jarum yang halus, jarum yang lebih tebal atau membutuhkan prosedur operasi kecil untuk mengangkat jaringan lebih banyak. Tim dokter akan menentuan jenis biopsi yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan massa payudara Anda.

Sesudah jaringan diangkat, spesialis patologi akan meneliti spesimen itu yang dapat diketahui bersifat kanker atau tidak. Jika kanker, patolog akan menggolongkannya melalui asal jenis jaringan, penampakan abnormal (dikenal sebagai tingkatan), penyebaran ke jaringan sekitar. Dan jika seluruh benjolan telah diangkat, spesialis patologi dapat mengetahui apakah ada sel kanker yang tertinggal pada batas pengangkatan (disebut margin). Spesialis patologi juga akan meneliti keberadaan reseptor estrogen dan progesteron atau disebut HER-2/neu pada sel kanker. Hal ini penting dilakukan karena kanker dengan reseptor dapat melakukan pengobatan terapi hormonal. Terdapat juga terapi lain yang dapat dilakukan bergantung pada HER-2/neu.

Dengan tujuan untuk menentukan pengobatan dan memberikan prognosis, kanker payudara dibagi dalam 5 stadium. Penentuan stadium dilakukan sebelum pengoperasian dan sesudah prosedur operasi pengangkatan kelenjar getah bening supaya dapat diteliti apakah terdapat tanda-tanda kanker. Sistem penentuan stadium adalah hal yang kompleks, berikut adalah versi yang telah dipermudah.

Stadium 0 (disebut carcinoma in situ)

Lobular carcinoma in situ (LCIS) adalah sel-sel yang abnormal yang terdapat pada kelenjar di payudara yang mempunyai risiko berkembang menjadi kanker payudara. Ductal carcinoma in situ (DCIS) adalah sel-sel yang abnormal pada saluran duktus. Perempuan dengan DCIS memiliki risiko tinggi penyebaran kanker di payudaranya. Pilihan pengobatan sama dengan pasien kanker payudara dengan stadium 1.

Stadium I

stadium awal kanker payudara, ukuran tumor kurang dari 2 cm dan belum menyebar di luar payudara.

Stadium II

stadium awal kanker payudara, ukuran tumor kurang dari 2 cm dan telah menyebar sampai ke kelenjar getah bening di bawah lengan; atau ukuran tumor antara 2 dan 5 cm (dengan atau tanpa penyebaran di kelenjar getah bening di bawah lengan); atau tumor berukuran lebih dari 5 cm dan belum menyebar dari payudara.

Stadium III

stadium lanjut kanker payudara, ukuran tumor lebih dari 5 cm dan telah menyebar sampai ke kelenjar getah bening di bawah lengan, atau kanker berada pada kelenjar getah bening di bawah lengan, atau kanker telah menyebar di dekat tulang payudara atau jaringan lain di sekitar payudara.

Stadium IV

kanker payudara dimana telah terjadi penyebaran di luar payudara ke organ tubuh lainnya. Berdasarkan stadium kanker Anda, dokter Anda mungkin akan melakukan tes tambahan untuk mengetahui penyebaran kanker. Jika Anda sudah pada stadium III, Anda mungkin harus melakukan foto toraks, USG abdomen dan bone scan untuk melihat penyebaran. Pengobatan untuk setiap orang berbeda. Dokter Anda akan memutuskan apa yang perlu dilakukan berdasarkan stadium kanker Anda.

Pengobatan untuk Kanker Payudara Jenis pengobatan untuk setiap orang tidak sama. Untuk menentukan pengobatan yang tepat, perlu diketahui lebih dulu stadium kanker payudara. stadium ditentukan oleh besar dan jenisnya sel tumor, dan penyebaran kanker. Jenis terapi yang akan digunakan harus didiskusikan dulu dengan dokter.

Operasi

Operasi adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker payudara. Tujuan operasi adalah mengangkat jaringan kanker sebanyak mungkin. Terdapat 2 jenis operasi yaitu:

  • Lumpektomi

Operasi untuk mengangkat tumor dan sedikit jaringan payudara di sekitarnya, tetapi tidak mengangkat seluruh payudara, disebut juga Breast Conservation Therapy. Pengobatan ini dikombinasikan juga dengan radioterapi.

  • Mastektomi

Pengangkatan sebagian besar payudara (partial mastectomy) atau seluruh bagian payudara (radikal mastektomi). Pengobatan ini juga perlu dikombinasikan dengan radioterapi. Walau seluruh bagian payudara Anda diangkat, Anda tidak perlu kuatir karena Anda dapat melakukan rekonstruksi payudara.

Kemoterapi

Meskipun Anda telah melakukan pengangkatan tumor melaluii operasi, tetap ada kemungkinan terdapat penyebaran kanker pada bagian tubuh lainnya. Karena itu, para penderita kanker payudara mempunyai pilihan untuk melakukan kemoterapi yang berguna untuk menurunkan risiko penyebaran kanker. Kemoterapi adalah penggunaan obat anti kanker. Semakin tinggi stadium kanker, kemoterapi menjadi semakin penting. Dalam beberapa kasus, pasien dengan stadium i juga mendapat manfaat kemoterapi. Namun demikian, kemoterapi juga memiliki efek samping seperti kerontokan rambut, rasa mual, dan lain-lain.

Radioterapi

Penderita kanker payudara biasanya juga perlu melakukan radioterapi. Radioterapi adalah pengobatan dengan menggunakan high energy ray (hampir sama dengan x-ray) yang dapat membunuh sel-sel kanker. Radio terapi hanya memakan waktu 8 menit dan tidak sakit. Dalam seminggu, pasien harus datang 5 kali. Pengobatan berlangsung selama kurang lebih 6 minggu. Radioterapi dilakukan oleh semua pasien yang menjalani Breast Conservation
Therapy. Radiasi penting dilakukan untuk menurunkan risiko penyebaran kanker. Diskusikan dengan onkolog radiasi Anda tentang manfaat, proses, dan efek samping dari radioterapi

Terapi Hormonal

Setelah patolog menguji spesimen tumor, maka akan dapat ditentukan apakah tumor pada tubuh Anda sebagai receptor estrogen dan progesteron. Pasien dengan tumor receptor estrogen cocok melakukan terapi obat penahan estrogen yang disebut Tamoxifen yang dapat menurunkan secara drastis risiko penyebaran kanker. Efek samping yang umum pada penggunaan Tamoxifen adalah penambahan berat badan, gangguan pada vagina, dan lain-lain. Efek samping lainnya yang tidak biasa adalah pembekuan darah, stroke atau kanker rahim yang mungkin menakutkan pasien untuk memilih pengobatan ini. Yang perlu diketahui adalah kemungkinan menyebarnya kanker lebih tinggi daripada timbulnya efek samping yang serius akibat penggunaan tamoxifen untuk Anda. Seorang pasien kanker payudara harus rutin melakukan check up yang bertujuan untuk mencegah atau mengetahui penyebaran kanker. Untuk awalnya, lakukan kunujungan ke dokter setiap 3—4 bulan. Semakin lama Anda dinyatakan bersih dari kanker, kunjungan ke dokter semakin berkurang. Setelah 5 tahun, kunjungan ke dokter menjadi 1 tahun sekali. Anda juga harus melakukan mamografi baik untuk payudara yang terkena maupun yang masih sehat setiap tahunnya karena risiko terkena kanker payudara tetap ada walaupun Anda sudah terkena. Jika Anda melakukan pengobatan Tamoxifen, lakukan pemeriksaan panggul setiap tahun dan jika terjadi pendarahan yang tidak normal pada vagina, segera periksakan ke dokter.

PSIKOLOGIS

Terkadang penyakit tidak dapat di deteksi secara ragawi atau bahkan tidak dapat dipecahkan dengan cara konvensional. Studi ilmiah menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti sikap mandiri dan pandangan optimis dapat mempengaruhi kesehatan dan panjangnya umur seseorang.

Dengan teknik tubuh dan pikiran dapat mengurangi kunjungan ke dokter, mempercepat penyembuhan, mengurangi penggunan obat-obatan, mengurangi perawatan di rumah sakit dan meningkatkan indera untuk mengontrol kesehatan seseorang. Terlebih lagi dampak positif yang lebih besar terhadap kesehatan dibandingkan dengan diet, olahraga, dan lainnya.

Semisalnya, seseorang yang menjalani hidup dengan tenang, memandang hidup penuh optimis dan memakan cheeseburger setiap hari mungkin memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup sehat dan berumur lebih panjang dibandingkan seseorang yang hidup penuh ketegangan, pesimistis, bersikeras untuk tidak memakan makanan berlemak dan berolahraga setiap hari.

Mungkin semua orang dapat hidup dengan sehat dan memiliki umur panjang. Jika semua orang selalu berpikiran positif dan menghadapi segala sesuatu dengan tenang.

 

 

Gaya Hidup

 

Filosofi pengobatan tradisional Cina memandang bahwa kesehatan tubuh kita, pikiran dan semangat hidup semua sama pentingnya. Tiga hal tersebut adalah bagian dari sebuah lingkaran berkesinambungan, bukan hanya berupa hal-hal yang berkaitan secara individu. Sering terjadi, bila kita bicara kesehatan banyak orang hanya memfokuskan kepada kesehatan fisik. Sehingga kita mengambil langkah-langkah untuk tetap sehat lebih kepada yang diluarnya saja. Contohnya, memilih mengkonsumsi makanan khusus.

MITOS & FAKTA

Fiksi : Benjolan pada payudara berarti Anda terkena kanker payudara

Fakta : 8 dari 10 benjolan yang ditemukan pada payudara adalah tumor jinak atau tidak memiliki sifat kanker. Namun, jika Anda menemukan benjoan yang permanen pada payudara, segera temui dokter untuk memastikan bahwa benjolan tersebut tidak berbahaya. Tindakan ini akan membebaskan Anda dari rasa takut yang berkepanjangan karena ketidakpastian atau juga dapat menyelamatkan nyawa Anda. Karena jika terdeteksi dini, pengobatan kanker payudara akan menjadi lebih optimal. Mari jaga kesehatan payudara dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap bulan, rutin berkunjung ke dokter atau melakukan mamografi secara reguler (jika usia Anda sudah di atas 40 tahun).

 

Fiksi : Pria bebas dari kanker payudara

Fakta : Pria juga dapat terkena kanker payudara walau persentasenya lebih kecil daripada perempuan. Kanker payudara pada pria juga berbahaya. Penyebaran kanker payudara pada pria lebih cepat karena jaringan sekitar payudara pria lebih tipis dari perempuan sehingga pada tahap awal mungkin sudah terjadi pelekatan pada jaringan sekitarnya. Karena itu, disarankan pria juga melakukan SADARI sehingga setiap perubahan cepat diketahui.

 

Fiksi : Mamogram dapat menyebabkan kanker payudara menyebar

Fakta : Mamogram adalah tes baku untuk pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar x untuk mengambil foto jaringan. Sinar x dan tekanan mesin mamogram pada payudara tidak menyebabkan kanker menyebar. Jangan biarkan cerita dan pengalaman orang lain menjadi penyebab Anda tidak melakukan mamogram. Ambil keputusan berdasarkan rekomendasi dokter. Anda dapat bertanya apa saja tentang mamogram kepada dokter Anda.

 

Fiksi : Jika keluarga Anda ada yang terkena kanker payudara maka Anda juga akan terkena kanker payudara

Fakta : Perempuan dengan riwayat keluarga yang terkena kanker payudara berisiko tinggi terkena kanker payudara. Jika ibu, anak, saudara perempuan atau nenek Anda terkena kanker payudara, lakukan pemeriksaan mamografi 5 tahun sebelum usia mereka didiagnosis terkena kanker. Namun, kebanyakan perempuan yang terkena kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker.

 

Fiksi : Kemoterapi menyebabkan kerontokan pada rambut.

Fakta : Kerontokan rambut tergantung pada jenis kemoterapi, dosis yang digunakan, dan jumlah obat. Ini merupakan efek samping dari kemoterapi yang biasanya terjadi 3 minggu setelah kemeterapi dimulai.

 

Fiksi : Anti-perspirant dapat menyebabkan kanker payudara.

Fakta : Topik ini telah menjadi topik yang hangat di internet sejak beberapa tahun, tetapi belum ada bukti nyata yang membuktikan hal itu. Penelitian di Inggris menunjukkan adanya paraben pada jaringan payudara. Paraben adalah bahan kimia yang digunakan pada banyak kosmetik. Dari 20 penderita payudara yang diteliti, 18 mengandung paraben . Meskipun penelitian menunjukkan adanya paraben pada payudara, hal ini tidak membuktikan paraben sebagai penyebab kanker payudara. Perlu diketahui bahwa anti-perspirant /deodoran saat ini bebas paraben. Faktor berisiko yang utama dari timbulnya kanker payudara adalah bertambahnya usia.

 

Fiksi : Penderita tumor di payudara ketika menyusui akan meningkatkan risiko kanker pada anaknya

Fakta : Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa sel kanker tidak dapat terbawa melalui menyusui. Sel kanker tidak terdapat pada susu sehingga tidak akan terbawa.

 

Fiksi : Kanker payudara dapat disebabkan oleh adanya luka di payudara.

Fakta : Tidak ada bukti yang menunjukkan benturan pada payudara dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Fiksi : Perempuan berpayudara kecil tidak berisiko terkena kanker payudara.

Fakta : Payudara kecil tidak menurunkan risiko terkena kanker payudara.

 

Fiksi : Pemeriksaan payudara mencegah kanker payudara.

Fakta : Pemeriksaan payudara bertujuan mendeteksi dini kanker payudara dan tidak dapat mencegah kanker payudara.

 

Fiksi : Kanker payudara terutama menyerang perempuan berusia antara 30 dan 50 tahun.

Fakta : Penelitian menyebutkan 77% kasus kanker payudara muncul di usia di atas 50 tahun.