Cek Payudara Sejak Dini Bisa Tingkatkan Angka Harapan Hidup, loh!

NOVA.id – Kanker payudara kini semakin banyak menyerang perempuan Indonesia.

Apalagi, penderita kanker payudara umumnya tak menyadari jika mereka sudah terkena kanker.

Itupun diungkapkan oleh Linda Gumelar dari ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 % sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda ditemui di acara “Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!”, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10).

Tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa terkena kanker payudara, yang mereka belum juga menyadarinya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia adalah yang paling tinggi, sekitar 42,1%.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah sekitar 98 %.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, di mana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Oleh karenanya, dirasa penting untuk menjaga kesehatan diri sendiri, dan sering melakukan pengecekan di rumah, dan di rumah sakit.

Beberapa penyintas dari YKPI juga merasakan penyesalan setelah didiagnosa menderita kanker payudara.

Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium 4.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, enggak enak banget kalau sudah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun.

“Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” ucap Fitri.

Read more...

Deteksi Dini Perbesar Peluang Kanker Payudara Sembuh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar mengatakan deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh. “Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98 persen. Asalkan kanker tersebut terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa (30/10).

Dia memberi contoh dirinya yang menderita kanker payudara selama 21 tahun. “Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal,” katanya.

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker adalah paling tinggi, sekitar 42,1 persen. Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia.

Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut. Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal.

“Untuk itu para perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujar Linda.

Selain itu, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka. “Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis. Semuanya ini ujian dan banyak orang bisa melaluinya,” kata Linda.

Read more...

Deteksi Dini Kanker Perbesar Peluang Sembuh

Jakarta (Harnas) – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar mengatakan, deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh. “Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98 persen asalkan terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut dia, jika kanker ditemukan dalam stadium awal, kemungkinan sembuh dan bisa mencapai harapan hidup lebih lama sekitar 98 persen. Dia memberi contoh dirinya yang menderita kanker payudara selama 21 tahun. “Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal,” katanya.

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker paling tinggi, sekira 42,1 persen. Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi. Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut. Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal.

“Untuk itu perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujar Linda, dikutip Antara.

Selain itu, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka. “Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis. Semuanya ini ujian dan banyak orang yang bisa melaluinya,” kata Linda.

Read more...

Deteksi Dini Dapat Perbesar Presentase Kesembuhan Kanker

Jakarta, Aktual.com – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar mengatakan deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh.

“Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98%. Asalkan kanker tersebut terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut dia, jika kanker ditemukan dalam stadium awal kemungkinan untuk sembuh dan bisa mencapai harapan hidup lebih lama adalah sekitar 98%. Dia memberi contoh dirinya yang menderita kanker payudara selama 21 tahun.

“Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal,” katanya.

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker adalah paling tinggi, sekira 42,1%.

Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70% sudah dalam stadium lanjut.

Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal.

“Untuk itu para perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujar Linda.

Selain itu, lanjut dia, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka.

“Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis, semuanya ini ujian dan banyak orang yang bisa melaluinya,” kata Linda.

Read more...

Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara Tetap Tinggi

Jabarzone.com, Jakarta – Untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan Temu Penyintas Kanker Payudara se Indonesia. Acara tahunan kali ini dihadiri sekitar 450 penyintas dengan tema `Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!`, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (27/10).

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas.

“Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi. Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” lanjut Linda antusias.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah sekitar 98 persen.

Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain. Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium empat.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, gak enak banget kalau sudsah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun. “Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” lirih Fitri.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi seraya mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, dimana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Read more...

Catat! Ternyata Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara Tetap Tinggi

Skalanews – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) baru-baru ini telah menggelar acara Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia yang dihadiri oleh sekitar 450 penyintas di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Acara tahunan yang dilangsungkan untuk ketiga kalinya ini mengusung tema “Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!”

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas

“Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi. Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” tutur Linda di sela-sela acara, Sabtu (27/10).

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup  yang lebih lama adalah sekitar 98 persen.

Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain. Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium empat.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, gak enak banget kalau sudsah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun. “Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” lirih Fitri.

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi seraya mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, dimana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Read more...

Harapan Hidup Penderita Kanker Payudara Tetap Tinggi

Jakarta (KANALINDONESIA) – Untuk ketiga kalinya Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menyelenggarakan Temu Penyintas Kanker Payudara se Indonesia.

Acara tahunan kali ini dihadiri sekitar 450 penyintas dengan tema `Motivasi Yang Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara – Kamu Bisa, Kita Bisa!`, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu lalu (27/10).

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan pemilihan tema tersebut dirasakan perlu untuk membangun motivasi para penyintas kanker payudara melalui masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup para penyintas.

“Oleh karenanya nanti ada sesi membangun motivasi oleh motivator James Gwee, testimoni penyintas yang menginspirasi selain sharing info seputar kanker payudara dan limfadema oleh dr. Walta Gautama dari RS Kanker Dharmasi. Diharapkan pertemuan ini bisa menjadi ajang saling memotivasi untuk lalui masa-masa sulit pengobatan kanker payudara,” kata Linda antusias.

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah sekitar 98 persen.

Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh lain. Yesa (38) asal Jakarta, kini tengah berjuang melawan kanker payudara stadium empat.

“Ayo lakukan SADARI, biar bebas kanker payudara stadium lanjut. Jangan sampai terlambat seperti aku, gak enak banget kalau sudsah lanjut,” seru Yesa yang baru beberapa hari ini melakukan operasi lagi.

Hal senada diungkap Fitri (40) dari Padang. Saat usianya 33 tahun ia merasakan ada benjolan di payudaranya, tapi karena keinginan memberikan ASI pada anaknyak ia harus menunda pemeriksaan hingga 2 tahun.

“Dokter akhirnya memvonis saya kanker stadium 2b,” lirih Fitri

Sementara itu, berdasarkan data dari Globacan 2018, dikatakan Linda lagi, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi (sekitar 42,1 persen).

“Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut,” ujar Linda lagi seraya mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS.

Lebih lanjut Linda menjelaskan pengobatan penyakit mematikan yang juga bisa menyerang anak muda dan laki-laki ini memang tidak murah. Melalui pelbagai program YKPI yang dipimpinnya, Linda memaparkan upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut dengan sosialisasi deteksi dini ke beberapa daerah serta pengoperasian unit mobil mammografi bekerjasama dengan RSK Dharmais yang membutuhkan biaya tinggi.

“Sejak 2015 hingga Agustus 2018 kami telah melakukan pemeriksaan mammografi sebanyak 10.544, dimana 1.565 orang diantaranya mengalami tumor jinak dan 152 orang dicurigai ganas,” terang Linda.

Read more...

Deteksi Dini Perbesar Peluang Kanker Payudara Sembuh

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Linda Gumelar mengatakan deteksi dini memperbesar peluang penderita kanker bisa sembuh. “Kanker payudara bisa disembuhkan, peluang hidup bisa mencapai 98 persen. Asalkan kanker tersebut terdeteksi sejak dini,” ujar Linda di Jakarta, Selasa (30/10).

Dia memberi contoh dirinya yang menderita kanker payudara selama 21 tahun. “Asalkan rutin berobat dan menjaga gaya hidup begitu divonis kanker payudara stadium awal,” katanya.

Linda mengungkapkan, sesuai data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosis kanker adalah paling tinggi, sekitar 42,1 persen. Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia.

Ini terjadi karena pasien pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 persen sudah dalam stadium lanjut. Ia juga meminta penderita kanker tidak melirik pengobatan herbal.

“Untuk itu para perempuan harus selalu melakukan deteksi dini kanker payudara melalui periksa payudara sendiri dan pemeriksaan payudara klinis,” ujar Linda.

Selain itu, sesama penderita kanker harus saling mendukung untuk melewati masa-masa sulit sekaligus membangun kualitas hidup mereka. “Saya kira motivasi yang perlu dibangun dari pasien penderita kanker payudara bahwa mereka tidak sendiri, harus optimistis. Semuanya ini ujian dan banyak orang bisa melaluinya,” kata Linda.

Read more...

Kesehatan Reproduksi Sebaiknya Masuk Kurikulum SMP

Jakarta (Jurnas) – Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Agum Gumelar mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), supaya memasukkan mata pelajaran kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah menengah pertama (SMP).

Menurut Linda, mengajarkan siswa tentang reproduksi, khususnya kesehatan payudara, sangat penting guna mendorong mereka melakukan deteksi dini, bila menemukan ancaman kanker payudara.

“Dengan sendirinya nanti mereka tahu dan paham, sehingga tidak perlu lagi kami (YKPI, red) berkeliling untuk menyosialisasikan deteksi dini,” kata Linda kepada awak media akhir pekan lalu dalam acara ‘Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia ke-3’ di Jakarta.

Linda memaparkan, saat ini kanker payudara menempati pembunuh nomor satu di Indonesia. Dari seluruh kasus kanker, 42 persen di antaranya merupakan kanker payudara.

Hal ini semakin diperparah dengan enggannya masyarakat melakukan deteksi dini, serta lebih memilih pengobatan alternatif atau herbal. Akibatnya, 70 persen penderita kanker payudara datang ke dokter saat sudah berada dalam stadium lanjut.

Kondisi inilah menurut Linda perlu diperbaiki. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) era Kabinet Bersatu itu berharap sosialisasi kesehatan payudara dan deteksi dini menyasar kalangan SMP, yang umumnya telah melewati masa haid pertama.

“Anak-anak sekarang sudah lebih canggih. Mereka bisa akses website. Di sana ada soal SADARI (Periksa Payudara Sendiri), tapi mungkin tidak akan lihat itu, karena dianggap tidak penting” ujarnya.

“Tapi kalau diajarkan di sekolah, mau penting atau tidak, mereka pasti bakal ambil,” tegasnya.

Read more...

YKPI Ajak Penyintas Kanker Payudara Semangat Jalani Hidup

Jakarta (MediaIndonesia.com) – Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kembali menggelar agenda Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia. Acara yang memasuki tahun ketiga ini diselenggarakan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan dengan menghadirkan 450 penyintas kanker payudara dari seluruh Indonesia.

Agenda tahun ini digelar dengan tema ‘Motivasi Kuat Membantu Upaya Menjalani Pengobatan Kanker Payudara, Kamu Bisa, Kita Bisa’.

Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengungkapkan tema ini dipilih dengan tujuan memotivasi para penyintas kanker payudara untuk dapat melalui masa sulit sekaligus meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker payudara.

“Terkena penyakit kanker sampai sudah stadium lanjut itu sungguh berat. Sehingga kami ingin mereka semangat dulu, ada kemauan untuk terus berjuang. Selesai dengan kegalauan dan kesedihan. Baru bisa menjalani pengobatan dengan baik,” ungkap Linda saat ditemui di sela-sela acara pada Sabtu (27/10).

Linda yang juga penyintas kanker payudara menambahkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut.

Menurutnya, apabila kanker payudara ditemukan pada stadium awal, kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup lebih lama adalah sekitar 98%.

Sementara itu, menurut data Globacan 2018, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang telah didiagnosa kanker adalah paling tinggi yakni 42,1%.

Pengobatan kanker pada stadium lanjut pun hingga saat ini terbilang mahal. Oleh karenanya, Linda mengimbau agar para perempuan maupun laki-laki tetap melakukan upaya deteksi dini kanker payudara.

Read more...