Pelatihan Pendamping Pasien Kanker Payudara, Angkatan III, 2017

Pelatihan Pendamping Pasien Kanker Payudara, Angkatan III, 2017

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) melaksanakan Pelatihan Relawan Pedamping Pasien Kanker Payudara Angkatan III yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 Agustus 2017 di Kampus London School of Public Relations (LSPR), Sudirman Park, Jakarta Pusat. Mengikuti Pelatihan Relawan ini menjadi idaman orang. Ini terbukti dengan kegiatan tahun ketiga yang diadakan YKPI ini pesertanya meningkat.

Dengan peningkatan peserta dari tahun ketahun bertambah dan juga peserta dari daerah yg ikut juga meningkat, di tahun ketiga ini peserta yang mengikuti pelatihan naik 20 % yaitu berjumlah 70 peserta yg berasal berasal dari berbagai daerah yaitu Jakarta, Padang, Pekalongan, Bali, Cirebon, Yogyakarta, Makasar, Palangkaraya, Surabaya, Lampung, Jember, Banjarmasin, dan Bekasi mendaftar mengikuti pelatihan bersertifikat internasional TUV Rheinland ini. “Kami terpaksa membatasi peserta, karena tidak menyangka jika ditahun sebelumnya terdapat 60 peserta, begitu pendaftaran dibuka banyak yang mendaftar namun karena kapasitas ruangan tersedia dan menjaga kualitas dari pelatihan ini, kami terpaksa membatasi jumlah peserta” ujar Linda Amalia Sari Gumelar selaku ketua YKPI.

Pelatihan ini diisi dengan sejumlah materi yang diharapkan akan berguna bagi para peserta yang mengikuti. Berbagai pilar dan pihak terkait kegiatan ini ikut serta diantaranya, perawat, dokter, relawan, penyintas maupun masyarakat umum mendaftar dan ikut serta dalam kegiatan ini.
Begitu besarnya animo peserta untuk mengikuti pelatihan ini, diuraikan faktor penyebabnya oleh ketua dan pendiri YKPI, Linda Gumelar “Karena pada pelatihan ini lebih ditekankan soal materi nya bukan secara teknis saja tapi juga apa dan bagaimana si kanker payudara itu, dan bgm mencegah kanker dengan deteksi dini”.

Dalam pelatihan ini para peserta mendapatkan teori dan penjelasan dari pakarnya, diskusi kelompok, role play hingga ujian tertulis. Peserta juga diberikan materi tentang bagaimana mereka dapat menjadi pendamping yang baik. Materi-materi yang diberikan antara lain pengetahuan dasar tentang kanker payudara, cara berkomunikasi dengan penderita kanker yang benar, dan membaca psikologi penderita kanker.
“Kalau pendamping itu, bukan berarti seperti orang yang sok tau, mentang mentang dia sudah pernah atau mantan penderita jadi sok tau gitu, tetapi harus bisa sharing atau berbagi bukan jadi sok tau”, kata dr.Walta Gautama SpB(K) Onk yang menjadi salah satu pembicara dengan materi pengetahuan tentang kanker payudara di pelatihan ini.

Ini merupakan kedua kalinya dr.Walta Gautama SpB(K) Onk menjadi pembicara di acara pelatihan ini setelah di tahun sebelumnya dia digantikan oleh dr.Bob Adinata,SpB(K) Onk dikarenakan ada tugas ke luar kota. Bahkan dr. Walta pagi itu harus berjuang melawan kantuknya setelah sebelumnya ia harus melakukan operasi hingga pukul tiga pagi, dan jam 8 paginya dokter kanker yang bertugas di RS Dharmais ini berbagi pengetahuan untuk peserta pelatihan YKPI. Beberapa narasumber yang dihadirkan YKPI untuk pelatihan ini diantaranya ibu Rini Sanyoto,MBA, dan ibu Nelly Hursepuny, S.Psi yang membahas tentang psikologi dan komunikasi dengan penderita kanker.

Koordinator Pelatihan ini, bu Ning Anhar menuturkan “Jadi kalau pada waktu pendampingan nanti ada pertanyaan dari pasien kanker, mereka bisa menjawab dengan pengetahuan dari pelatihan ini, kalau yang tidak mereka ketahui itu mereka tampung dulu, lalu ditanyakan pada dokter yang merawat pasien tersebut”
Selain itu para peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat yang bertaraf Internasional TUV Rheinland setelah dapat melewati test yang diberikan, para peserta setelah pelatihan harus memberikan laporan pendampingan pada 3 tahun mendatang untuk membuktikan bahwa para peserta menerapkan ilmu yang sudah didapatkan disini.

Dalam pelatihan ini YKPI bekerjasama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais, London School of Public Relations, PT. TUV Rheinlad selaku perusahaan  di bidang Testing, Inspection, Certification, Consultation and Training dan Wardah Cosmetic serta BSN Medical. Sebagai anggota Reach to Recovery Internasional (RRI) pelatihan ini sudah disesuaikan dengn Reach to Recovery Training Guidelines.

Sertifikat yang dikeluarkan dalam pelatihan ini diakui oleh Reach to Recovery International dan Rumah Sakit Kanker Dharmais, setiap 3 tahun YKPI bersama TUV Rheinland akan melakukan evaluasi bagi para pendamping yang telah mendapatkan sertifikat.

Penulis: EranitaDewi/Relawan-binaan Humas YKPI

Share this post