Peduli Kanker Payudara dengan Talkshow dan Bagikan 1000 Cup Cake, 1000 Pita Pink

Yayasan Kanker Payudara Indonesia kembali menyuarakan pentingnya pendeteksian dini terhadap kanker payudara. Bekerja sama dengan Podomoro University, Yayasan Kanker Payudara Indonesia menyelenggarakan acara bertajuk “Breast Cancer Awareness Month”  yang digelar di Neo Soho Mall Central Park, Jakarta, Rabu (12/10).

Acara yang digelar bertepatan dengan bulan kanker yang jatuh pada bulan Oktober ini juga dihadiri oleh ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Ibu Linda Gumelar. Dalam sambutannya, Ibu Linda menguraikan alasan berdirinya yayasan khusus untuk penderita kanker payudara ini.

“Yayasan Kanker Payudara Indonesia didirikan pada tahun 2003 oleh sekumpulan wanita penderita kanker payudara dan kenapa kami ingin mendirikan yayasan ini karena kami berharap tidak terjadi lagi  kanker payudara stadium lanjut,” ujar Ibu Linda

Pendeteksian kanker payudara sejak dini memang diharuskan khususnya bagi para wanita. Untuk itu, Yayasan Kanker Payudara Indonesia tidak pernah kenal lelah untuk selalu mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh wanita Indonesia untuk aware terhadap penyakit kanker payudara. Kali ini melalui talk show dalam acara “Breast Cancer Awareness Month”, Dr Hardina Sabrida menuturkan bahwa pendeteksian kanker payudara sejak dini sangat penting dilakukan oleh seluruh wanita Indonesia. Cara pendeteksian sejak dini yang dapat dilakukan yaitu dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

“Cara untuk menditeksi dini penyakit kanker payudara adalah bagi para remaja melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri), untuk wanita berusia 35 tahun keatas untuk melakukan mamografi setiap tahun. SADARI sebaiknya dilakukan pada saat mau mandi, dilakukan setiap bulan setelah selesai haid. Kita dapat melakukan SADARI dimulai dari usia 20 tahun,” tutur Dokter Diteksi Dini Kanker Payudara yang bertugas di Rumah Sakit Kanker Dharmais ini.

Tidak hanya menjelaskan tentang SADARI, Dr. Herdina juga menjelaskan bahwa penyakit kanker payudara ini tidak diketahui penyebabnya. Hanya faktor resiko saja yang terlihat sebagai pengaruh dari penyakit yang mematikan ini.

“Sampai saat ini penyebab kanker payudara tidak diketahui. Tetapi ada resiko-resiko yang harus diperhatikan. Kanker payudara tidak tiba-tiba datang, tetapi itu akumulasi dari prilaku pola hidup kita. Salah satu faktor resikonya adalah pola hidup yang tidak benar. Artinya, pola hidup yang tidak benar adalah ketidakseimbangan antara pola fikir,pola makan dan pola hidup,” jelas Dr. Herdina.

Selain Dr. Herdina Sabrida yang memberikan informasi dan materi tentang pendeteksian kanker payudara sejak dini, pada talk show yang dipandu oleh moderator Ibu Ester ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman bagi para survivor. Salah satu survivor YKPI yang membagikan pengalamannya berjuang melawan penyakit kanker payudara adalah Ibu Jane.

Penyakit kanker payudara memang menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita, begitu juga untuk Ibu Jane. Tak pernah terbayangkan sebelumnya jika penyakit menyeramkan ini bisa tumbuh di dalam tubuhnya. Walaupun sempat terkejut dan tak terima, namun wanita yang terdiagnosa kanker payudara setahun yang lalu ini tetap semangat menjalani serangkaian pengobatan agar bisa kembali sehat.

“Pertama kali saya menerima anugrah dari Tuhan berupa penyakit kanker payudara itu pada tanggal 28 Mei 2015. Itu adalah bad day buat saya, dimana saya diberi tahu oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan,penelitian, USG dan lainnya, bahwa saya positif mengidap kanker payudara. Saat itu saya hanya terdiam lalu menangis. Saya sangat terkejut ketika di diagnosa menderita penyakit ini, karena pola hidup saya sangat sehat. Saya tidak pernah dugem, tidak merokok  dan saya dari dulu setiap jam setengah 6 pagi selalu minum jus, saya juga tidak pernah membeli makanan sembarangan,setiap ke kantor saya pasti membawa makanan dari rumah. Itu yang membuat saya sangat terkejut ketika tahu ada penyakit ini didalam tubuh saya,” cerita Ibu Jane

“Saya yakin dokter adalah kepanjangan tangan dari Tuhan jadi saya berserah karena saya masih mau sembuh. Kalo kita ikhlas melakukannya dan dengan penuh sukacita menjalani serangkaian pengobatan lalu kita berpikiran positif kalau kita bisa sembuh, atas izin Tuhan pasti bisa,” tambahnya.

Ibu Jane juga bercerita bahwa ia sangat beruntung bisa bergabung dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia, karena ia merasa tidak sendiri dalam berjuang melawan penyakit kanker payudara yang menggerogoti tubuhnya.

“Pada saat mulai kemoterapi, saya dikenalkan oleh Lisa sahabat saya ke YKPI. Saya merasa semakin terbuka wawasan saya setelah saya bergabung dengan YKPI, terima kasih Ibu Linda yang telah mendirikan YKPI. Di YKPI saya merasa tidak sendirian, saya merasa punya banyak teman,” tutur Ibu Jane.

Senada dengan Ibu Jane, Wanda Hamidah yang juga hadir sebagai narasumber memberikan himbauan khususnya bagi para wanita untuk lebih waspada terhadap penyakit kanker payudara. Karena tidak hanya wanita yang sudah lanjut usia saja yang bisa terkena penyakit mematikan ini, namun para remaja juga bisa terkena penyakit kanker payudara.

“Kita sebagai wanita harus lebih waspada terhadap penyakit kanker payudara. Karena yang terkena penyakit kanker payudara itu tidak hanya wanita yang sudah lanjut usia tetapi para wanita yang masih muda juga dapat terkena penyakit kanker payudara. Saya yakin dengan pencegahan dini dapat mengurangi jumlah penderita kanker payudara stadium lanjut. Karena kebanyakan ketika saya tanya orang, rata-rata baru mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit kanker payudara saat sudah stadium lanjut,” kata Wanda Hamidah, Duta YKPI.

Selain talk show, acara yang berlangsung di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Barat ini juga membagikan 1000 cup cake dan 1000 pita pink yang diikatkan di jembatan Eco Skywalk Central Park.

Share this post