Menyusui dapat mencegah ibu terkena kanker payudara

Banyak penelitian telah dilakukan tentang hubungan kanker payudara dan menyusui. Beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh University of North Carolina School of Medicine tahun 2009 menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara yang menyusui bayinya dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 59%. Penelitian kolaboratif internasional lain yang diterbitkan oleh Annals of Oncology juga menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko pengembangan hormon reseptor negatif kanker payudara sebesar 20%.

Dengan menyusui artinya sel-sel payudara memproduksi susu setiap waktu, sehingga membatasi kemampuan sel-sel payudara untuk berbuat menyimpang. Wanita yang menyusui memiliki siklus menstruasi yang lebih sedikit, sehingga menyebabkan kadar hormon estrogen dalam tubuh lebih rendah. Hormon estrogen merupakan salah satu hal yang berperan memicu kanker payudara.

Saat menyusui biasanya wanita juga lebih memperhatikan asupan gizinya, cenderung memilih makanan yang bergizi dan menerapkan pola hidup sehat, seperti tidak merokok dan minum alkohol, sehingga juga membantu menurunkan risiko kanker payudara.

Sangat disarankan untuk ibu menyusui bayinya sampai usia 6 bulan atau biasa disebut dengan ASI eksklusif, karena di dalam ASI terdapat antibodi yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi ASI tidak rentan terhadap penyakit infeksi. Sedangkan bagi ibu, tentu saja menyusui dapat mencegah risiko terkena kanker payudara

((www. hellosehat.com, Benarkah Menyusui Dapat Mencegah Kanker Payudara, diakses 1 Juni 2017))

Share this post