Kita sudah mengetahui bahwa kanker payudara

Kita sudah mengetahui bahwa kanker payudara

Kita sudah mengetahui bahwa kanker payudara adalah kanker paling mematikan bagi wanita. Memang beberapa penyebab kanker payudara tidak bisa kita hindari, seperti keturunan, mutasi gen dan gender. Namun ada faktor penyebab kanker payudara yang masih bisa kita hindari. Diantaranya yaitu :

  1. Mengikuti terapi hormone

Terapi penggantian hormon kombinasi memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada terapi penggantian hormon estrogen. Tetapi keduanya tetap dapat mempertinggi risiko terkena kanker payudara. Di antara 1.000 wanita yang menjalani terapi hormon kombinasi selama 10 tahun, diperkirakan akan ada 19 kasus kanker payudara lebih banyak dibanding kelompok wanita yang tidak pernah menerima terapi hormon. Risiko ini juga akan meningkat seiring durasi terapi, tapi akan kembali normal setelah Anda berhenti menjalaninya.

 

  1. Menggunakan pil KB

Pil KB mencegah kehamilan melalui kandungan hormon estrogen dan progestin, dengan menghambat indung telur berovulasi atau melepaskan sel telur. Selain itu, pil juga akan membuat sperma kesulitan mencapai sel telur atau menghalangi sel telur menempel pada lapisan rahim. Ada yang menyebutkan pengguna alat kontrasepsi hormonal, termasuk pil, memiliki kemungkinan sedikit lebih tinggi untuk terdiagnosis kanker payudara.

Namun dengan berhenti mengonsumsi pil KB selama 10 tahun, risiko terkena kanker payudara akan kembali menurun seperti mereka yang tidak pernah mengonsumsi pil KB.

 

  1. Tidak menyusui

Menurut penelitian, bila seorang wanita tidak menyusui, jaringan pada payudaranya akan kembali seperti sebelum hamil. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada payudara. Peradangan ini sangatlah progresif dan erat kaitannya dengan kanker payudara.

 

  1. Mengkonsumsi minuman beralkohol,

Pada dasarnya alkohol adalah senyawa kimia yang dapat mengganggu proses dan fungsi organ tubuh. Wanita yang mengkonsumsi alkohol secara rutin beresiko 1 ½ kali lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang bukan peminum. Sebuah penelitian telah dilakukan terhadap 200 wanita pengonsumsi minuman keras dan 200 wanita bukan pengonsumsi minuman keras. Hasilnya menyatakan bahwa anggota kelompok pengonsumsi minuman keras bisa terserang kanker sebanyak tiga orang lebih banyak. Risiko kanker payudara akan meningkat seiring banyaknya jumlah minuman keras yang dikonsumsi.

 

  1. Kelebihan berat badan (terutama setelah masuk masa menopause) dan tidak berolahraga.

Kelebihan berat badan atau kegemukan bisa meningkatkan resiko terkena kanker. Hal ini disebabkan karena hormon estrogen yang merupakan pemicu kanker dihasilkan oleh sel lemak. Semakin banyak sel lemak yang ada dalam tubuh, semakin besar resiko kanker payudara yang dimilki.

Namun, perlu diingat bahwa semua faktor tersebut masih berdasarkan kemungkinan, seseorang yang tidak memiliki faktor yang berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. Skrining dan deteksi dini adalah alat yang tepat untuk menurunkan risiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

((pitapink-ykpi.or.id, Kanker Payudara, diakses 8 Juni 2017))

((www.alodokter.com, Kanker Payudara, diakses 8 Juni 2017))

((www.alodokter.com, Ingin Tahu Efek Samping Pil KB, diakses 8 Juni 2017))

((www. prosehat.com, Hubungan Antara Menyusui Dan Kanker Payudara, diakses 8 Juni 2017))

Share this post