“Keluargaku adalah Kekuatanku”

Aku Cynthia, wanita berusia 51 tahun yang tidak memiliki kelebihan apapun. Tetapi, Aku memiliki  suami, anak-anak dan keluarga besar di dalam hidupku yang membuat aku tahu bahwa aku memiliki kelebihan yang sangat besar. Ya, keluargaku adalah kekuatan dan segalanya bagiku yang menjadi kelebihan dalam diriku.

Aku wanita biasa, wanita normal layaknya wanita lainnya yang ada di muka bumi, hingga pada suatu waktu di pertengahan tahun 2013 aku sadar bahwa aku berbeda. Aku tidak sama seperti mereka! Aku sakit! Aku merasakan adanya benjolan di payudaraku. Aku sadar ini bukan pertanda baik untuk diriku.

Awalnya aku mencoba meyakinkan diriku bahwa ini hanyalah benjolan biasa dan tidak akan membahayakan diriku, hingga setelah lima bulan lamanya aku merasakan benjolan ini semakin membesar, dan ini membuat aku takut, “Tuhan apa ini yang tumbuh dalam payudaraku,” ujarku dalam hati. Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk datang ke dokter untuk memeriksakan apa yang terjadi. Seperti dipukul bongkahan kayu! Mendengar dokter mengatakan bahwa aku mengidap kanker payudara stadium 2B. Aku benar-benar sakit! Apa yang harus aku lakukan?!

Aku tidak percaya dengan apa yang aku alami…

Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan dokter kepada diriku…
Aku tidak percaya dengan semua diagnosis itu…
Hanya sedih yang kurasakan, hanya tangis yang bisa aku lakukan…
Aku takut! Ya, aku sangat takut! Kenapa ini harus terjadi kepadaku?!…
Seperti luka yang menganga yang di tetesi perasan jeruk, pedih, ya itu yang aku rasakan kala itu…

Akan tetapi aku disadarkan oleh suami, anak-anak dan keluarga besarku. Ya aku memiliki kelebihan dalam hidupku, dan mereka adalah kelebihan yang kumiliki. Aku tahu aku menjalani semua ini tidak sendiri. Mereka sangat sabar menghadapi dan mendampingi diriku dalam keadaan kondisi tidak stabil. Dan aku juga tahu mereka tidak akan meninggalkanku.

Pada awalnya aku merasa sendiri yang mengidap penyakit ini. Hanya aku dan diriku yang harus merasakan sakit ini, tetapi aku salah, aku bertemu dengan teman-teman yang sama seperti diriku. Teman teman yang memiliki semangat walaupun mereka tau ada penyakit berbahaya  yang singgah di tubuh mereka.

Teman teman pengidap kanker Payudara sangat menolong diriku, menolong dalam mengendalikan emosi untuk bisa lecapture01-1bih tenang dan juga mengajarkan aku untuk selalu percaya diri. Yang aku tahu, rasa percaya diriku sudah hancur dikala dokter mendiagnosis penyakitku. Dan juga, merekalah yang membimbingku dalam mengambil keputusan cara apa yang akan aku tempuh nantinya.

Aku sadar betul harus melawan penyakit ini, harus mengobati penyakit  ini. Pada akhirnya dengan bimbingan teman-teman penderita kanker payudara, serta mempertimbangkan kekurang dan kelebihan metode pengobatan, aku mantap untuk mengambil rangkaian pengobatan medis. Aku menjalani kemoterapi, operasi pengangkatan kanker dan radiasi. Karena aku tahu bahwa medis lebih terjamin keberhasilannya dan begitulah kenyataannya.

Bulan Oktober menjadi bulan berarti bagi aku, ya, bulan ini adalah bulan Kanker Payudara Dunia, dimana aku kini menjadi bagian didalamnya, dimana kini teman dan keluargaku bertambah dalam naungan YKPI. Menurut aku kehadiran Yayasan Kanker Payudara Indonesia sangat membantu para penderita kanker Payudara. Selamat Ulang tahun bulan Kanker Payudara Dunia.

?Happiness is the best way to survive Cancer.

?Saling Jaga Saling Peduli

Cynthia SM Ponto
(51 tahun)

———-
Kisah diatas sebagaimana disampaikan Cynthia SM Ponto kepada tim Public Relation & Media YKPI untuk menyambut bulan Kanker Payudara Dunia setiap bulan Oktober.

Dalam menyambut bulan Oktober bulan Kanker Payudara Dunia, YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) akan menyelenggarakan  “TEMU PENYINTAS KANKER PAYUDARA SE-INDONESIA” di Hotel Mercure Ancol Jakarta, pada 1 Oktober 2016 pukul 09.00-12.00 WIB.

Share this post