Kanker Payudara

Ketika sejumlah sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang dengan tidak terkendali, inilah yang disebut kanker payudara. Sel-sel tersebut dapat menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Kumpulan besar dari jaringan yang tidak terkontrol ini disebut tumor atau benjolan. Akan tetapi, tidak semua tumor merupakan kanker karena sifatnya yang tidak menyebar atau mengancam nyawa. Tumor ini disebut tumor jinak. Tumor yang dapat menyebar ke seluruh tubuh atau menyerang jaringan sekitar disebut kanker atau tumor ganas. Teorinya, setiap jenis jaringan pada payudara dapat membentuk kanker, biasanya timbul pada saluran atau kelenjar susu.

Skrining mamografi untuk mendeteksi tumor pada payudara perlu dilakukan karena tumor membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membesar sehingga dapat dirasakan oleh kita, namun dapat terdeteksi oleh mamogram.

Tentang Payudara?

Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang perempuan melahirkan. Kelenjar-kelenjar susu disebut lobule yang membentuk lobe atau kantung penghasil susu. Terdapat 15 sampai 20 kantung penghasil susu pada setiap payudara, yang dihubungkan dengan saluran susu yang terkumpul di dalam puting. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan, yang mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Gejala-gejala Kanker Payudara

Pada tahap awal kanker payudara, biasanya kita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Namun, ketika tumor semakin membesar, gejala-gejala di bawah ini mungkin muncul:

 

  • Benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara.
  • Kerutan pada kulit payudara.
  • Keluarnya cairan dari payudara, umumnya berupa darah.
  • Pembengkakan atau adanya tarikan pada puting susu

 

Segera periksakan ke dokter jika terdapat gejala tersebut. Jangan menunda lebih lama lagi karena jika terlambat kanker payudara sulit disembuhkan. Apakah saya berisiko terkena kanker payudara?

Faktor-faktor berisiko untuk kanker payudara dibagi menjadi:

  1. Faktor tidak dapat diubah :

Menjadi seorang perempuan Bertambahnya usia

Risiko terkena kanker payudara akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Setiap tahunnya, kurang lebih terdapat 77% pasien berusia di atas 50 tahun yang didiagnosis terkena kanker payudara.

Riwayat keluarga

(ibu, saudara atau anak perempuan yang terkena kanker payudara meningkatkan risiko terkena kanker payudara dua kali lipat)

Riwayat medis personal

Perempuan dengan riwayat kanker payudara di salah satu dadanya memiliki risiko 3 sampai 4 kali lebih tinggi terkena kanker payudara di dada lainnya. Perempuan dengan benjolan di payudara atau yang didiagnosis LCIS (lobular carcinoma in situ) juga berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Dense breast

Keadaan dense breast merupakan hal yang normal pada perempuan muda. Pada perempuang dengan usia yang lebih tua dense breast merupakan cermin adanya stimulasi hormonal pada payudara dan meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

Pernah melakukan terapi radiasi di wilayah dada

Keturunan Kaukasia

Menstruasi awal (sebelum usia 12 tahun)

Menopause terlambat (sesudah 50 tahun)

Tidak punya anak, atau memiliki anak setelah usia 30 tahun

Terjadi mutasi genetis yang meningkatkan risiko.

Mutasi genetis untuk kanker payudara menjadi topik hangat penelitian akhir-akhir ini. 3 sampai 10% dari kanker payudara mungkin berhubungan dengan perubahan pada gen BRCA1 atau gen BRCA2. Perempuan dapat mewarisi perubahan ini dari orang tua.

  1. Faktor dapat diubah :

Mengikuti terapi hormon

Menggunakan pil KB

Tidak menyusui

Mengkonsumsi minuman beralkohol,

Kelebihan berat badan (terutama setelah masuk masa menopause), dan tidak berolahraga.

Namun, perlu diingat bahwa semua faktor tersebut masih berdasarkan kemungkinan, seseorang yang tidak memiliki faktor yang berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. Skrining dan deteksi dini adalah alat yang tepat untuk menurunkan risiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Bagaimana saya dapat mencegah Kanker Payudara ?

Faktor-faktor berisiko yang paling penting dalam perkembangan kanker payudara tidak dapat dikendalikan oleh individu. Ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko, tetapi hal itu masih tidak jelas. Berbeda dengan kanker paru-paru yang berkaitan erat dengan tembakau. Hanya sedikit faktor berisiko yang dapat dilakukan untuk menghindari kanker payudara, seperti: hindari melakukan terapi penggantian hormon untuk jangka panjang, memiliki anak sebelum usia 30 tahun, menyusui, menghindari kelebihan berat badan dengan melakukan olahraga dan diet yang tepat, membatasi konsumsi alkohol .

Untuk perempuan dengan risiko tinggi, risiko berkembangnya kanker dapat diturunkan menjadi 50% dengan meminum obat yang disebut Tamoxifen selama 5 tahun. Tamoxifen memiliki efek samping, seperti gangguan vaginal, yang tidak berbahaya dan beberapa efek samping yang tidak biasa yang dapat mengancam nyawa seperti: penggumpalan darah, pulmonory umbolus, stroke, dan kanker uterin. Tamoxifen tidak umum digunakan untuk pencegahan, tetapi dapat berguna untuk beberapa kasus. Ada data yang menyebutkan bahwa vitamin A, vitamin C, dan vitamin E dapat melindungi dari kanker payudara, tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal itu.

Saat ini, yang paling penting untuk setiap perempuan untuk menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara adalah melakukan skrining mamogram secara reguler, mengetahui bagaimana cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri, dan memeriksakan diri ke dokter secara rutin.