Kanker Payudara Bukanlah Halangan untuk Melanjutkan Kehidupanku

Tresnawaty adalah seorang dokter bedah yang telah berkecimpung di Komunitas Peduli Kanker Payudara (PKP) Cirebon dalam waktu yang cukup lama. Kegigihan beliau dalam melawan kanker telah menginspirasi rekan-rekan Tresnawaty, baik di dalam atau di luar komunitas PKP Cirebon. Kegigihan inilah yang telah membawa Tresnawaty menjadi pemimpin dalam komunitas Peduli Kanker Payudara yang terkenal aktif di Cirebon ini. 

Pada awalnya Tresnawaty tidak pernah menyangka, bahwa seorang dokter bedah akan terkena penyakit kanker. Wanita kelahiran 17 Juni 1969 ini adalah seorang dokter bedah yang aktif dan teliti dalam menangani pasien setiap harinya. Tahun 2011 menjadi tahun awal perjuangan Tresnawaty dalam melawan kanker. Ia menyadari keanehan yang terjadi pada payudaranya melalui benjolan yang tiba-tiba disadarinya.  

Karena merasa bingung, Tresnawaty memutuskan untuk menghubungi gurunya di Bandung untuk memperoleh kejelasan. Sang guru pun menyarankan Tresnawaty untuk melakukan Tes Biopsi guna mengetahui kepastian status benjolan yang ada di payudara Tresnawaty tersebut. Setelah hasil test diperoleh, ia merasa lega karena tumor di payudaranya dinyatakan sebagai tumor jinak. Tresnawaty pun beraktifitas seperti biasa tanpa kekhawatiran yang ia rasakan sebelumnya. 

Dua bulan berlalu, Tresnawaty memutuskan untuk melakukan pengecekan kembali pada Desember 2011. Anehnya, hasil test kali ini menyatakan bahwa jenis tumor yang ada dalam tubuh Tresnawaty merupakan tumor ganas yang membutuhkan tindakan sesegera mungkin. Rasa kaget, sedih, dan terguncang menyelimuti hatinya yang pada saat itu hanya bisa menangis seperti manusia pada umumnya. Namun, Tresnawaty tidak tinggal diam. Dengan positif ia berpikir bahwa menangis bukan lah jawaban dari penyakit ini, “Air mata tidak dapat mengubah keadaan, kenapa harus ditangisi, ini harus dilawan”, batinnya.

Operasi pengangkatan pun dilakukan sebagai tindakan awal yang dilakukan guna mencegah penyebaran jaringan kanker ke organ lain. Tresnawaty pun menjalaninya dengan hati yang ikhlas dan tabah sembari menyusun langkah berikutnya untuk melawan penyakit ini. Tresnawaty menyadari bahwa ia tidak dapat tinggal diam dalam menghadapi penyakit ini. Kemoterapi pun ia jalani beberapa kali, meskipun terapi tersebut menyebabkan rasa sakit yang melemahkan fisiknya. 

Bagi Tresnawaty, penyakit kanker bukanlah penyakit yang menghalanginya untuk mengabdikan diri sebagai dokter. Dengan profesional ia tetap melakukan pengabdian kepada pasien-pasiennya. Walaupun harus mengurangi jumlah pasien karena rasa sakit paska kemoterapi, Tresnawaty tetap berjuang dengan tegar. Ia mengakui bahwa kekuatan yang didapatnya dalam menghadapi ujian ini tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia berpendapat bahwa keluarga merupakan pendukung nomor satu yang membuatnya bertahan hidup.  

Dengan tekad yang kuat, Tresnawaty pun berpesan kepada penyintas kanker payudara lainnya di Indonesia yang selama ini masih terjebak dalam keputusasaan untuk bangkit. “Apabila terdiagnosa, kita jangan menghindari, tapi kita harus hadapi karena hal tersebut tidak bisa dirubah lagi,” ujarnya. “Mari kita membuat deal dengan breast cancer. Breast cancer, kamu harus kalah dengan aku,” tambahnya. Menurut Tresnawaty tetap happy, doa, dan dukungan keluarga adalah kombinasi yang ampuh untuk melawan rasa putus asa. Mengajak orang menuju kebaikan dan meningkatkan kesadaran orang lain terhadap kanker payudara, juga dinilai telah membuat Tresnawaty lebih senang dan positif, karena adanya semangat yang timbul dari dalam dan luar dirinya. “Penyintas sebaiknya menjadi motivator, sehingga akan terpacu untuk menjadi lebih sehat,” pesannya.

Sebagai aktivis dan dokter, Tresnawaty menilai bahwa acara Temu Penyintas Kanker Payudara se-Indonesia yang diadakan Pita Pink YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) pada tanggal 1 Oktober 2016 silam merupakan acara yang sangat bagus, positif, dan sudah sepantasnya dicontoh oleh daerah-daerah lain. Acara seperti ini dapat dijadikan wadah pertukaran pikiran dan informasi antara para penyintas kanker payudara dari seluruh indonesia. PKP Cirebon, sebagai komunitas yang peduli terhadap isu seputar kanker payudara, sudah melakukan berbagai kegiatan yang berguna untuk masyarakat. Hal ini ditunjukan dengan diadakannya promosi  dan kampanye kesahatan ke sekolah, kantor, dan komunitas lain guna memberikan pengetahuan lanjut dan informasi terkini mengenai kanker payudara yang diprakarsai oleh para survivor dan warrior di Cirebon.

Penulis: Nanda Afriani/Team PR & Media YKPI

Share this post