Kanker, Ini adalah Anugerah

Kanker, Ini adalah Anugerah

Pola hidup sehat dengan tidak merokok, minum jus setiap pagi dan menjaga pola makan sehat merupakan rutinitas yang aku lakukan dua tahun belakangan ini. Bukan karena aku sok sehat, bukan karena aku bergaya mengikuti tren yang ada di jaman sekarang, dan bukan juga untuk menyombongkan diriku di hadapan orang lain. Ya, aku mejalani semua itu karena aku memang harus menjalaninya, karena aku ingin sembuh, hanya itu.

Kenalkan, namaku Jane Odorlina Sitompul, panggil aku Jane, wanita berambut pendek yang selalu aktif. Aku senang menjalani hidupku seperti ini, tidak memikirkan apa kata orang lain, menikmati setiap detik yang ada di dalam hidupku, dan juga menikmati waktu kebersamaanku bersama keluarga ku.

Hingga aku menerima anugerah terindah itu, yang diberikan Tuhan untuk diriku. Tuhan memberikan kado spesial di akhir Mei 2015, tepatnya 28 Mei 2015. Ya, anugrah Tuhan adalah kanker yang ada dalam tubuhku.

28 Mei 2015 adalah hari dimana dokter memberikanku hasil dari pemeriksaan, penelitian, USG dan pemeriksaan lainnya yang menyatakan bahwa aku positif mengidap penyakit yang semua orang tahu menakutkan. Ya, orang-orang menilai kanker adalah penyakit yang sangat menakutkan.  Aku hanya bisa menangis mendengar apa yang dokter katakan kepadaku. Aku takut, sama seperti wanita lainnya yang sangat takut dengan apa yang ada dalam tubuhku. Dengan hangat, dokter memeluk diriku, memberikanku sedikit kekuatan untuk menerima apa yang terjadi.

Dengan dukungan yang diberikan keluarga, masukkan dari pihak dokter, dan juga keinginanku untuk sembuh, aku memutuskan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui apakah penyakit ini sudah menyebar luas di dalam tubuhku atau tidak.

Tuhan memang baik, penyakit mengerikan ini belum menyebar ke bagian tubuhku yang lain, dan dokter mengatakan aku harus langsung melakukan tindakan operasi untuk menghindari penyebarannya ke bagian tubuh yang lain.

Aku yakin akan sembuh. Aku yakin bisa menikmati hidup seperti sebelumnya. Akhirnya, pada tanggal 6 Juli 2015 aku melakukan operasi pertamaku. Setelah tindakan operasi dilaksanakan, aku mengikuti saran dokter untuk melajutkan ke tahap radiasi dan juga kemoterapi. Semua ini aku lakukan dengan hati yang ikhlas, semua ini ku lakukan dengan sukacita.

Setelah serangkaian pengobatan yang aku jalani, aku dikenalkan oleh Lisa, temanku, untuk ikut bergabung dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). YKPI sangat memiliki peranan penting bagi diriku. Di sana ak bertemu dengan orang-orang yang bernasib sama dengan diriku. Aku tidak sendiri lagi, aku memiliki teman yang memiliki satu tujuan, yaitu menikmati hidup usai berjuang melawan kanker payudara. YKPI memberikanku wawasan yang lebih luas, memberikanku pengalaman lebih, dan memberikanku hidup yang lebih bewarna.

Kanker dengan stadium rendah yang bersarang dalam diriku, aku masih sangat bersyukur. Banyak dari teman-temaku yang mengidap kanker payudara dengan stadium tinggi dibandingkan diriku, dan mereka bisa menikmati hidup. Jika mereka maka bisa akupun bisa.

Aku yakin dokter adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk diriku. Karena aku yakin, Tuhan masih sangat sayang kepadaku. Terima kasih Tuhan untuk anugerah yang Engkau berikan kepada ku

 

Penulis: Fatin Hamamah Zain/Team PR & Media YKPI

 

Share this post