Kanker: Awal dari Kehidupan yang Lebih Bermakna

Sebagai individu, kita seringkali dihadapkan pada pahit manisnya kehidupan. Layaknya roda yang berputar pada porosnya, kehidupan juga memiliki porosnya sendiri yang membawa kita ke titik puncak maupun titik terendah.

Lisamerie Parantean mungkin beranggapan bulan Oktober 2014 adalah salah satu titik terendah dalam hidupnya. Setelah melakukan biopsi, ia didiagnosa kanker payudara dengan stadium 0, saat itu dokter onkologi sudah mengajurkan untuk operasi pengangkatan tumor ganas tersebut. Satu hari menjelang operasi, Lisa memutuskan untuk tidak datang ke RS dan menolak untuk di operasi karena ia belum bisa menerima kenyataan dan memutuskan untuk berobat secara alternatif. Enam bulan berlalu, di bulan April 2015 Lisa memutuskan untuk kembali berobat secara medis, sesuai janji yang ia pegang kepada dirinya dan keluarganya yaitu jika dalam 6 bulan keadaannya tidak membaik maka ia akan kembali kontrol ke dokter. Kali ini dokter menegaskan bahwa kanker payudaranya sudah mencapai stadium 3B. Lisa merasa dunia hampir berhenti untuknya. Beberapa dokter di beberapa kota di Indonesia maupun di luar negeri ia temui untuk mencari opini tambahan sambil berharap bahwa diagnosa akan berubah menjadi lebih baik. Semua dokter berpendapat sama, Lisa tidak bisa menunda lagi, ia secepatnya harus ditangani.

Perlahan tapi pasti Lisa akhirnya berkomitmen untuk menjalani semua proses pengobatan secara medis, yaitu dimulai dengan 3x kemoterapi neoadjuvant (sebelum operasi), operasi pengangkatan tumor, dilanjutkan dengan 6x kemoterapi lanjutan dan diakhiri dengan radiasi sebanyak 27x.  Dalam proses menjalani pengobatan inilah Lisa menemukan pandangan dan misi baru atas tantangan hidup yang menimpanya saat itu.

“Saya bukan saja merasa lebih dikuatkan tapi saya memilki pandangan-pandangan baru tentang hidup yaitu menjadi lebih mensyukuri dan menghargai kehidupan. Saya juga ingin mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang berguna, bukan saja untuk diri sendiri tapi untuk banyak orang,” kata wanita yang kini memasuki usia 38 tahun.

Ungkapan Lisa tersebut diutarakannya paska bergabung dengan YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) sejak Agustus 2015 silam. Ia merasa senang karena banyak memiliki teman-teman baru seperjuangan yang tentunya sangat memahami apa yang sedang dialaminya. Oleh karena itu, wanita yang bekerja sebagai Freelancer Journalist ini tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi kanker payudaranya.

Ada pepatah yang mengatakan ‘everything happens for a reason.’ Hal yang menimpa Lisa ini tentunya terjadi untuk sebuah alasan. Ia mengungkapkan bahwa banyak hal baik dan berguna yang dulu ia ingin lakukan tetapi selalu ditunda, sekarang tidak lagi. Dia tidak pernah lagi menunda, karena setiap detik begitu berharga dan penuh dengan kesempatan untuk berbuat hal yang berguna. “Seperti kata Benjamin Franklin ‘you may delay but time will not,” ujarnya.

Bergabung dengan komunitas Pita Pink yang merupakan bagian dari YKPI ini menjadi salah satu hal baik yang tidak ingin ditundanya yang akhirnya menjadi salah satu titik balik kehidupannya untuk menjadi lebih positif dan termotivasi. Lisa mengungkapkan kesan mendalam setelah bergabung dengan komunitas yang peduli terhadap penderita Breast Cancer (BC) ini. Tidak tanggung-tanggung, ia pun menjadi peserta dalam workshop ‘Pelatihan Relawan Pendamping Pasien Kanker Payudara Bersertifikat Internasional’. “Sangat mengesankan dan berguna sebagai bekal untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai do’s and dont’s bagi pasien BC dan juga tentunya untuk melatih diri menjadi relawan pendamping pasien kanker payudara yang kompeten.”

Menghadapi breast cancer bukan menjadi alasan untuk tidak berbagi dan menutup diri, ini telah dibuktikan Lisa bersama survivors lainnya yang tergabung dalam komunitas Pita Pink-YKPI. Banyak hal positif yang bisa diambil serta pelajaran berharga yang dapat dibagikan. Salah satunya adalah kanker bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari kehidupan yang lebih bermakna! Lakukan apa yang bisa kamu lakukan SEKARANG! You may delay but time will not!

—————-

Kisah diatas sebagaimana disampaikan Lisamerie Parantean kepada tim Public Relation & Media YKPI untuk menyambut bulan Kanker Payudara Dunia setiap bulan Oktober.

Dalam menyambut bulan Oktober bulan Kanker Payudara Dunia, YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia) akan menyelenggarakan  “TEMU PENYINTAS KANKER PAYUDARA SE-INDONESIA” di Hotel Mercure Ancol Jakarta, pada 1 Oktober 2016 pukul 09.00-12.00 WIB.

Share this post