Benarkah deodorant menyebabkan kanker payudara?

Benarkah deodorant menyebabkan kanker payudara?

Banyak orang mengira bahwa deodoran yang dioleskan di ketiak dapat menajadi penyebab kanker payudara. Dikatakan bahwa deodorant mengandung senyawa berbasis aluminium yang dapat diserap oleh kulit. Penyerapan ini dapat menyebabkan efek yang serupa dengan yang diakibatkan oleh efek estrogen, yaitu mampu mendukung pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Namun, sebuah penelitian menyatakan bahwa hanya 0,012% aluminium yang dapat terserap. Kemungkinan aluminium yang berasal dari deodorant masuk ke dalam tubuh melalui penyerapan kulit jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan aluminium yang kita dapat dari makanan.

Selain aluminium, unsur lain yang bernama parabens juga dicurigai dapat menimbulkan efek serupa di atas. Paraben menghasilkan senyawa yang menyerupai estrogen, tetapi estrogen yang dihasilkan oleh tubuh ratusan kali lebih kuat. Ini menjadikan estrogen yang memang diproduksi oleh tubuh dan obat-obatan hormon terkait estrogen memiliki pengaruh lebih besar terhadap kemungkinan terjadinya kanker payudara dibandingkan dengan estrogen yang berasal dari paraben.

Kesimpulannya, tidak ada bukti ilmiah kuat yang dapat membuktikan dugaan bahwa deodoran dapat membahayakan kesehatan penggunanya. Namun ada baiknya kita cermati bahan-bahan yang terkandung dalam deodoran yang tertera pada kemasan, termasuk kandungan parabens. Karena mengingat fakta bahwa jaringan tubuh manusia memang menyimpan parabens, maka ada baiknya menghindari bahan serupa untuk digunakan.

Untuk menghindarkan bau badan, kamu juga dapat mencoba bahan alami yang sudah jelas bebas dari aluminium dan parabens, seperti mengoleskan teh atau lemon pada ketiak. Di Indonesia, tawas juga sering digunakan untuk menghilangkan bau badan.

((www. hellosehat.com, Benarkah Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara, diakses 31 Mei 2017))

((www.alodokter.com, Deodoran Memicu Kanker Payudara, diakses 31 Mei 2017))

Share this post