Author - admin

Enam fakta berbahaya dari mengenakan bra berkawat dalam waktu yang lama

1.Kekencangan bra berkawat mengurangi gerakan dari tulang rusuk dan bagian depan badan, penurunan efisiensi jantung dan kinerja paru-paru. Pada sebagian pemakainya diketahui bahwa ketika mereka memakai bra berkawat dalam jangka waktu yang lama akan membuat mereka mudah lelah.

2. Memakai bra kawat yang ketat berpotensi mempengaruhi sistem pencernaan dengan menyempitnya kerongkongan karena tekanan yang diberikan bra. Kondisi tersebut akan berdampak pada efisiensi lambung dalam mencerna makanan, khususnya karbohidrat.

3. Memakai bra kawat yang terlalu ketat dalam jangka waktu lama bukanlah ide yang baik karena akan memberikan trauma pada bagian tengah dada yang akan merugikan jantung dan fungsi sirkulasi darah.

4. Memakai bra kawat akan menghasilkan listrik dari panas tubuh lebih dari yang diperlukan.

5. Memakai bra kawat yang terlalu ketat menciptakan bahaya bagi sirkulasi aliran darah antara bagian atas dan bagian bawah tubuh.

6. Selain itu, kawat bra juga berpotensi mengganggu sistem limfatik (sistem kelenjar getah bening) yang bertugas menyaring racun dalam tubuh. Ketika sistem limfatik tidak bekerja secara efisien, tubuh tidak dapat mengeluarkan racun dengan baik, racun akan menumpuk dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari.

 

Sumber : http://www.artikelpayudara.com/2012/04/17/enam-bahaya-bra-berkawat/

Wanita Perlu Tahu Jenis Nyeri Di Payudara

Wanita jaman sekarang tidak lepas dari bayang-bayang penyakit kanker dan tumor payudara. Penyakit yang satu ini memang menjadi salah satu resiko gaya hidup modern dan rentan stres pada wanita jaman sekarang. Kadang kita tak sempat melakukan olahraga dan sembarangan mengonsumsi makanan instant yang meningkatkan resiko kanker dan tumor payudara.
Jangan heran bila Anda mulai merasakan sakit atau nyeri di payudara Anda, mungkin ketakutan akan kedua penyakit ganas tersebut sudah mulai membayang-bayangi. Namun tahukah Anda, ada 5 macam nyeri di payudara yang tidak semuanya merupakan gejala kanker atau tumor payudara. Berikut ini beberapa jenis nyeri di payudara yang perlu Anda ketahui.
1. Kanker
Kita mulai dari penyebab terbesar nyeri-nyeri di payudara. Nyeri payudara yang disebabkan oleh kanker memang perlu diwaspadai. Oleh karena itu kita harus menyadari perubahan, benjolan atau apapun yang terasa janggal di payudara kita. Konsultasikan dengan beberapa dokter untuk mengetahui kejelasan gejala yang Anda alami.
2. PMS
Salah satu penyebab nyeri di payudara adalah PMS. Hal ini adalah pengaruh dari hormon estrogen dan progesteron yang mengalami naik turun sebelum, selama bahkan setelah menstruasi tiba. Kondisi berbeda-beda pada masing-masing wanita. Bila Anda merasa nyeri payudara tapi tak menemukan benjolan, mungkin Anda bisa melihat kalender apakah berdekatan dengan siklus menstruasi bulanan.
3. Hamil
Penyebab lain nyeri di payudara adalah ketika Anda sedang dalam masa kehamilan. Tidak jauh berbeda dengan PMS, hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi hormonal. Bisa jadi dalam kondisi ini, payudara Anda mengalami nyeri sekaligus bengkak. Hal ini karena payudara juga mulai mempersiapkan diri sebelum anak lahir.
4. Puber
Well, bila nyeri terjadi pada masa remaja, bisa jadi Anda sedang mengalami perubahan dalam masa pubertas. Uniknya, nyeri payudara ini tak hanya dialami anak gadis, lho. Anak remaja pria juga bisa mengalami hal yang sama dalam pertumbuhannya.
5. Kista
Kista adalah salah satu penyebab umum mengapa wanita mengalami nyeri di payudara. Biasanya diatasi dengan operasi kecil. Kista muncul akibat perubahan tubuh dari remaja ke dewasa. Namun hal ini tidak selalu terjadi pada wanita.
Tidak perlu khawatir bila nyeri di payudara mendera. Cek perubahan yang terjadi dan apabila gejala berlanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan beberapa dokter untuk memastikan apakah perlu diambil tindakan tertentu.
Sumber: http://www.informasikesehatan.my.id/2013/03/wanita-perlu-tahu-jenis-nyeri-di.html

Kembang Kol, Sayur Pencegah Kanker Payudara dan Sistem Reproduksi

Jika Anda ingin menerapkan hidup sehat, kebanyakan saran yang akan diberikan adalah memperbanyak makan sayuran berwarna atau banyak sayuran hijau karena memiliki banyak nutrisi. Namun jangan meremehkan sayur yang satu ini Ladies, kembang kol.

Meskipun mungkin hanya berwarna putih, dan tidak sepopuler saudaranya, brokoli, namun sayur kembang kol ini tidak kalah hebat dalam nutrisi lho. Bahkan dikutip dari medicalnewstoday.com, kembang kol memiliki antioksidan yang mampu mencegah mutasi sel ke arah sel kanker. Mutasi sel disebabkan oleh proses oksidasi di dalam tubuh karena radikal bebas.

Salah satu senyawa yang dimiliki adalah indole-3-carbinol atau I3C yang umumnya ditemukan dalam sayur seperti kubis, brokoli dan kembang kol, yang terbukti mampu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker reproduksi pada pria dan wanita. Kembang kol juga memiliki kandungan sulfur, yang menurut penelitian, bisa memberikan kekuatan pada pasien kanker untuk melawan penyakit kanker yang sedang diderita.

Bukan hanya itu, bahkan banyak mengonsumsi kembang kol juga bisa mengurangi risiko kanker paru-paru karena kaya antioksidan dan mengurangi risiko kanker usus besar karena kaya serat.

Jadi, mulai sekarang, jangan hanya memperbanyak makan sayuran berwarna atau sayuran hijau saja ya, perbanyak juga makan kembang kol. Selain mudah diolah dan enak, juga bisa mencegah kanker.

sumber: http://www.vemale.com/kesehatan/80408-kembang-kol-sayur-pencegah-kanker-payudara-dan-sistem-reproduksi.html

Pekerjaan Rumah Tangga Bisa Atasi Kanker Payudara

Para wanita yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga selama 2,5 jam per hari bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara hingga enam persen, demikian sebuah studi terbaru mengungkapkan.

Sementara mereka yang sangat aktif secara fisik bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara hingga 13 persen. Menurut para ahli, dibutuhkan waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga selama enam jam demi menurunkan risiko hingga 13 persen. Kegiatan berkebun selama 3 jam per hari bisa menurunkan risiko kanker payudara hingga 10 persen.

Para ilmuwan mengatakan bahwa temuan ini sangat penting karena ternyata melakukan olahraga lebih sering bisa menurunkan risiko kanker.

Temuan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh European Prospective Investigation of Cancer (EPIC), yang melibatkan 257.805 wanita di seluruh Eropa. Dananya berasal dari Cancer Research UK.

Para ilmuwan meneliti 8.034 kasus kanker baru yang terdiagnosis selama lebih dari sebelas tahun dan menganalisis berdasarkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk berolahraga dan faktor lain yang mempengaruhi, seperti berat tubuh jika mereka menyusui dan konsumsi alkohol yang dapat mempengaruhi risiko kanker payudara.

Ketika faktor lain dikeluarkan dari daftar, ditemukan bahwa mereka yang melakukan lebih banyak olahraga mengalami penurunan risiko kanker yang cukup besar. Namun olahraga sedang yang dilakukan juga masih mempunyai efek. Hasil temuan ini dipublikasikan di jurnal International Journal of Cancer dan dikutip oleh situs Telegraph.

Profesor Tim Key, penulis jurnal tersebut yang juga epidemiologis dari University of Oxford di Cancer Research UK, berkata, “Penelitian ini menggaris bawahi manfaat menjadi orang yang aktif.”

 

Sumber: http://gaya.tempo.co/read/news/2012/09/08/060428192/pekerjaan-rumah-tangga-bisa-atasi-kanker-payudara

Periksa Payudara Sendiri

Apakah SADARI dan mengapa harus dilakukan ?

Pemeriksaan payudara sendiri oleh pasien di rumah setiap bulan. Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setelah selesai haid. Bila sudah monopause, SADARI dilakukan setiap tanggal tertentu yang mudah diingat, misalkan setiap tanggal 1 atau setiap tanggal kelahiran.

Keadaan apa yang harus menjadi perhatian ?

Pada saat melalakukan SADARI, yang harus m,enjadi perhatian adalah, keadaan – keadaan seperti dibawah ini :

  1. Teraba benjolan.
  2. Penebalan kulit.
  3. Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
  4. Pengerutan kulit.
  5. Keluar cairan dari puting susu.
  6. Nyeri.
  7. Pembengkakan lengan atas.
  8. Taraba benjolan di ketiak atau leher.

Jika ditemukan kelainan – kelainan seperti tersebut diatas atau terasa ada perubahan dibandingkan keadaan pada bulan sebelumnya, maka segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Deteksi Dini Kanker Anda

Payudara

Payudara terdiri dari 3 unsur yaitu kelenjar air susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang mengikat kelenjar – kelenjar menjadi satu kesatuan. Keseluruhan payudara dibungkus oleh kulit yang berwarna lebih gelap (areola). Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara tidak termasuk kulit payudara.

Kanker payudara dapat menimbulkan gejala seperti dibawah ini :

  1. Adanya benjolan di payudara.
  2. Keluar cairan yang tidak noramal dari puting susu, cairan dapat berubah nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui.
  3. Perubahan bentuk dan besarnya payudara.
  4. Kulit, puting susu dan areola melekuk ke dalam atau berkerut.

 

Faktor Resiko

Penyebab yangn pasti dari kanker payudara belum diketahui, tapi ada beberapa faktor resiko untuk terjadinya kanker payudara, yaitu :

  1. Mendapatkan haid pertama pada umur kurang dari 10 tahun.
  2. Mengalami mati haid setelah umur 50 tahun.
  3. Tidak menikah.
  4. Tidak pernah melahirkan anak.
  5. Melahirkan anak sesudah umur 35 tahun.
  6. Tidak pernah menyusui anak.
  7. Pernah mengalami operasi yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara.
  8. Diantara anggota keluarga ada yang menderita kanker.

 

Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahaan pada payudara. Unutk itu dilanjutkan untuk malakukan pemeriksaan secara berkala.

Pemeriksaan dapat berupa:

  1. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan SADARI secara teratur sebulan sekali setalah haid, dan bagi yang telah mati haid (monopause) hendaklah dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah di ingat dari setiap bulannya.
  2. Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis (Dokter atau Bidan). Dengan pemeriksaan yang seksama sering dapat diduga suatu benjolan di payudara merupakan tumor jinak atau ganas.
  3. Mammogram. Merupakan pemeriksaan radiology ,menggunakan sinar X unuk pemeriksaan payudara. Gambar diambil dari arah samping dan atas untuk masing – masing payudara. Adanya gambar mikro klarifikasi mungkin merupakan tanda dini.

10 Cara Menghindari Kanker

Berhenti Merokok

Merokok adalah faktor beresiko terbesar, merupakan penyebab utama terjadinya kanker paru dan berhubungan dengan hampir 30% kejadian kanker lainnya. Merokok sigaret, cerutu atau rokok pipa didalam rumah menyebabkan terpajannya seluruh penghuni rumah termasuk anak – anak dengan asap rokok. Hal ini akan mengakibatkan penyakit saluran pernafasan seluruh penghuni rumah. Merokok pada saat hamil berbahaya bagi bayi yang dikandung.

Hindari Sinar Matahari

Sinar Matahari yang berlebihan menyebabkan kerusakan pada kulit dan kanker kulit. Lindungi kulit anda dengan krim tabir surya (sunscreen cream), gunakan baju lengan panjang dan topi atau payung terutama pada saat terik matahari.

Kurangi Kadar Lemak Dalam Makanan Anda

Diet tinggi lemak secara langsung menyebabkan peningkatan resiko anda untuk terkena kanker kolon, prostate, dan payudara. Makanan yang banyak mengandung lemak menyebabkan peningkatan berat badan dan kegemukan yang berhubungan dangan kanker dikandungan, kandung empedu, payudara dan kolon. Mengontrol berat badan dengan diet seimbang dan olahraga akan mengurangi resiko anda untuk terkena kanker.

Perbanyak Makanan Berserat

Gandum, beras, sayuran dan buah – buahan merupakan sumber serat alami yang baik dan melindungi anda dari kanker kolorestal. Makanan yang banyak mengandung serat seperti roti gandum, dedak, jagung, beras, bayam, kentang, apel, pear dan tomat sebaiknya dikonsumsi secara teratur setiap hari.

Kurangi Konsumsi Makanan Yang Diasap, Dibakar Dan Diawetkan Dengan Nitrit

Kanker oesofagus dan lambung lebih sering dijumpai di negara yang penduduknya banyak mengkonsumsi makanan yang diproses dengan pengeasapan maupun pengawetan dengan nitrit. Dalam makanan yang dibakar diketahui kandungan zat yang meningkatkan resiko kanker lebih tinggi.

Pilih Makanan Yang Banyak Mengandung Vitamin A Dan C

Vitamin alami dan zat lain yang terkandung didalam sayuran dan buah – buahan dapat melindungi kita dari kanker oesofagus, laring, lambung dan paru. Jeruk, pisang, mangga, papaya, tomat, worterl serta brokoli merupakan sumber dari vitamin dan zat – zat penting tersebut.

Konsumsi Lebih Banyak Sayuran Golongan Kubis

Penelitian menunjukkan bahwa sayuran yang termasuk dalam golongan kubis, misalkan kol, brokoli, bunga kol, bok choy dan kale dapat melindungi anda dari kanker saluran pernafasan.

Hindari Minuman Beralkohol

Apabila anda mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, resiko untuk mendapatkan kanker hati dan lambung akan meningkat. Merokok disertai minum alkohol akan meningkatkan resiko yang amat besar untuk terjadinya kanker mulut, tenggorokan, laring dan oesofagus.

Periksakan Diri Anda Secara Teratur

Pemeriksaan kesehatan secara teratur adalah langkah yang baik untuk dapat mengetahui adanya penyakit sedini mungkin. Papsmear dan pemeriksaan payudar sendiri maupun dengan mammografi merupakan cara yang sangat dianjurkan untuk mendeteksi secara dini kanker leher rahim dan payudara. Para pria dianjurkan untuk memeriksakan diri akan kemungkinan adanya kanker di kelenjar prostate dan testis. Anda juga harus selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada diri anda, misalkan timbul benjolan pada tubuh, perubahan suara menjadi serak, adanya pendarahaan yang tidak normal, dll. Apabila anda merasa ada perubahan pada tubuh anda, segera temui dokter anda.

Pola Hidup Yang Seimbang

Makanan yang cukup dan seimbang gizi, penggunaan waktu yang seimbang antara bekerja, istirahat, rekreasi dan olahraga, serta selalu mendekati diri kepada Tuhan dapat mengurangi resiko untuk timbulnya penyakit kanker.

Follow Me

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang berkembang dari sel-sel payudara. Kanker payudara biasanya dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau lobulus. Kanker payudara yang dimulai dalam lobulus dikenal sebagai karsinoma lobular, sementara yang terjadi dalam saluran susu disebut karsinoma duktal.

 

Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada wanita di seluruh dunia. Kanker jenis ini menyumbang 16% dari semua kanker yang menyerang wanita dan 22,9% dari kanker invasif pada wanita. Sebanyak 18,2% dari semua kematian akibat kanker di seluruh dunia, termasuk laki-laki dan perempuan, berasal dari kanker payudara.

Sebagian besar kanker payudara mempunyai prognosis yang lebih baik jika dilakukan perawatan pada fase awal perkembangannya. Oleh karena itu, deteksi dini dari tanda dan gejala kanker payudara akan sangat penting, apalagi pada wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara.

Angka kejadian kanker payudara jauh lebih tinggi di negara maju dibandingkan dengan negara berkembang. Ada beberapa alasan terjadinya fenomena ini, dengan kemungkinan harapan hidup menjadi salah satu faktor kunci – kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita lansia; perempuan di negara-negara maju hidup lebih lama dibandingkan di negara-negara berkembang. Para ahli juga meyakini gaya hidup dan kebiasaan makan yang berbeda dari perempuan di negara-negara maju dan berkembang jugamenjadi faktor penyebab.
Tanda dan gejala kanker payudara

Suatu gejala hanya dirasakan oleh pasien, dan dapat dijelaskan ke dokter atau perawat, seperti sakit kepala atau sakit, sedangkan tanda adalah sesuatu yang pasien dan orang lain dapat mendeteksinya, misalnya ruam atau pembengkakan.

Gejala awal kanker payudara ini biasanya ditandai dengan penebalan suatu area dari jaringan di payudara wanita, atau terkadang ditemui benjolan. Walaupun mayoritas benjolan bukanlah kanker, namun, bila menemui benjolan di payudaranya, seorang wanita harus segera memeriksakan diri ke ahli kesehatan.

Menurut National Health Service, Inggris, wanita yang mendeteksi tanda-tanda atau gejala berikut harus segera memeriksakan diri:

  • Adanya benjolan di payudara
  • Rasa sakit di ketiak atau payudara yang tampaknya tidak terkait dengan periode menstruasi
  • Pitting atau kemerahan pada kulit payudara; terkadang seperti kulit jeruk
  • Ruam di sekitar (atau diatas) salah satu puting
  • Pembengkakan (benjolan) di salah satu ketiak
  • Penebalan sebuah area dari jaringan di payudara
  • Salah satu puting mengelupas, kadang-kadang mungkin mengandung darah
  • Perubahan puting dalam penampilan, mungkin menjadi cekung atau terbalik
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara
  • Kulit puting susu atau kulit payudara mulai mengelupas, bersisik atau menyerpih.

Sumber: www.info-kes.com

Bahaya Terlalu Lama Duduk bagi Wanita

Bukan bermaksud menakut-nakuti namun sebuah studi di Swedia yang dipaparkan dalam American Association for Cancer Research di Philadelphia, Amerika Serikat mengungkapkan wanita yang duduk terlalu lama berisiko tinggi menderita kanker payudara dan endometrium atau kanker dinding rahim.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 29.000 perempuan Swedia berusia 25-64 tahun yang belum memiliki kanker pada awal studinya. Wanita ini dikelompokkan dalam tiga grup, yakni pekerja kantoran namun tidak aktif berolahraga, pekerja kantoran yang aktif berolahraga, dan pekerja yang aktif duduk dan berdiri (seperti guru) serta rajin berolahraga.

Selama 25 tahun peneliti mengamati kehidupan partisipannya. Ternyata, wanita yang tidak aktif pada saat bekerja maupun waktu senggang berpotensi 2,4 kali terkena kanker endometrium dan kanker payudara sebelum menopause dibandingkan mereka yang aktif fisik baik saat bekerja dan berolahraga.

Hasil studi ini memperkuat penelitian sebelumnya pada tahun 2014 yang menemukan fakta bahwa semakin lama wanita duduk semakin tinggi risiko terkena kanker endometrium dan kanker usus besar.

Menurut penelitian-penelitian lain, dengan bergerak aktif dapat mengurangi tingkat molekul dalam darah yang berkaitan dengan risiko kanker seperti dilansir laman Huffington Post, Selasa (28/4/2015).

Oleh karena itu, salah satu penulis dalam studi ini yang juga terapis fisik dari Lund University di Swedia, Anna Johnsson mengingatkan perempuan yang banyak duduk saat bekerja untuk banyak bergerak dan mengurangi duduk. Misalnya berdiri saat membuat kopi dan berjalan kaki kantor.

Selain tingkatkan risiko kanker payudara dan kanker endometrium, sudah banyak penelitian lain yang ungkap dampak buruk duduk terlalu lama. Mulai dari kolesterol tinggi hingga depresi.

 

Sumber: http://health.liputan6.com/read/2222131/bahaya-terlalu-lama-duduk-bagi-wanita