Anak Jadi Penyemangatku Melawan Kanker Payudara

Anak Jadi Penyemangatku Melawan Kanker Payudara

Kehadiran anak dalam keluarga adalah salah satu karunia terindah yang diberikan Tuhan, terkhusus bagi seorang Ibu. Begitu pula dengan Nitta Suzanna, baginya sang anak adalah segalanya. Nitta sangat beruntung dimana saat ia berada di titik terendah dalam hidupnya, disaat itu pula sang anak hadir memberikan semangat yang begitu amat besar padanya. Ya, pada Oktober 2015 silam wanita 38 tahun ini harus menerima kenyataan pahit bahwa ia divonis menderita kanker payudara stadium 2 grade 3. Dunia seakaan runtuh pada saat itu, hatinya ciut seketika. Namun sang anak, Farrel hadir sebagai motivator dalam kehidupannya.

“Kamu hebat, mommy…”

“Kamu cantik, mommy…”

“Kamu harus ada buat aku ya…”

“Kamu pasti sembuh…”

Kata-kata inilah yang selalu terlontar dari sang anak. Bocah 11 tahun ini begitu memberikan kekuatan dan semangat pada Nitta untuk bangkit dan sembuh dari kanker payudara. Ditambah lagi dukungan dari keluarga besar yang selalu berlimpah untuk Nitta.

“Saya pasti bisa sembuh…” ucap Nitta kala itu. Ia ingin semangat yang sang anak dan keluarga telah berikan kepada dirinya tidak berakhir sia-sia hanya karena kesedihan dan kepasrahan semata akan penyakit ini (kanker payudara).

Akhirnya awal November 2015, Nitta menjalani operasi Lampektomi di Rumah Sakit Pondok Indah. Lampektomi sendiri adalah operasi pengangkatan sel atau jaringan kanker payudara tanpa perlu mengangkat payudara. Pengobatan berlanjut, Januari 2016 hingga April 2016 Nitta menjalani kemoterapi sebanyak enak kali (setiap 3 minggu sekali).

Menjalani kemotarapi bukanlah hal yang mudah, rasa sakit kerap ia rasakan setelah menjalani ritual yang satu ini. Tubuh lemah, diare, mual, dan masalah kerontokan rambut. Hal inilah yang terus menerus Nitta rasakan setiap selesai menjalani kemoterapi. Kesabarannya membuahkan hasil, tepat dihari ulang tahunnya yang jatuh pada 29 April 2016 ia dinyatakan bersih. Hasil PET scan menunjuka bahwa tidak ada penyebaran jaringan kanker payudara. “Ini merupakan kado ulang tahun terindah sepanjang hidup saya…” ungkapnya bahagia. Sejak itu, Nitta mulai menjalani radiasi sebanyak 25 kali dan mulai menjalani terapi hormon dengan tamofen untuk 5 tahun kedepan.

Nitta menyadari bahwa ia tidak bisa melawan takdir Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk dirinya. Nitta bertekad untuk mengalahkan kanker payudara dengan selalu berfikir positif. Tekadnya untuk melawan kanker payudara pun ia buktikan dengan bergabung bersama YKPI (Yayasan Kanker Payudara Indonesia). Bergabungnya ia dengan YKPI pun dirasa sudah menjadi jalan Tuhan. Sebab tepat 8 bulan sebelum Nitta divonis mengidap kanker payudara, ia telah memutuskan untuk menjadi volunteer di sebuah lembaga yayasan. “Pada saat itu saya berfikir, sudah saatnya saya memberikan kontribusi untuk masyarakat” ujarnya. Namun tidak ada lembaga yayasan yang memberikan respon hingga akhirnya YKPI merespon niat baiknya tersebut. Nitta ingin menginspirasi dan mengajak wanita-wanita di Indonesia untuk melakukan deteksi dini payudara. “Semakin cepat terdeteksi, semakin kecil risikonya. Dihimbau untuk melakukan yang telah dokter sarankan dan untuk tidak melakukan pengobatan secara alternatif” pesannya kepada para wanita.

Penulis: Azizah Nadilla Syahna/Team PR & Media YKPI

Share this post